Perempuan Untuk Negeri Bangkitkan Semangat di Hari Ibu

68

Perempuan Untuk Negeri, sebuah perkumpulan yang terdiri dari wanita-wanita mandiri, baru saja menggelar Diskusi Perayaan Hari Ibu dan Hari Pergerakan Perempuan Indonesia yang bertajuk “Bergerak Bersama & Cerdas Menuju 2020”. Acara ini digelar pada hari Sabtu (21/12) di Aula Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Sumatera Utara, Jalan Prof. Hanafiah, Medan.

Merayakan Hari Ibu sebagai Hari Pergerakan Perempuan Indonesia didasarkan pada 22 Desember 1928 saat Kongres Perempuan Indonesia pertama kali dilaksanakan oleh para perempuan Indonesia di Yogyakarta untuk membahas peran perempuan dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Didukung oleh Perkumpulan Sada Ahmo (Pesada), Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumut, Lembaga Pemberdayaan Perempuan Lanjut Usia (LPPLU) Sumut, Kaukus wanita Politik Indonesia (KPPI) Sumut, Yayasan Pijer Podi (YAPIDI), Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia, Fakultas Ekonomi & Bisnis USU, Himpunan Alumni Kohati (HATI) Fakultas Hukum USU, dan Kover Magazine, acara ini menghadirkan sejumlah wanita yang tergabung dalam organisasi, yayasan, himpunan, serikat, maupun individu.

Konsul Amerika Serikat untuk Sumatera, Guy Margalith, Gubernur Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Dinas Pemberdayaan wanita dan Perlindungan Anak melalui Dra. Marhamah Siregar dan Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Prihatin Lumbanraja, S.E, M.Si juga turut hadir dalam acara tersebut.

Halimah Hutagalung selaku Ketua Perempuan Untuk Negeri dalam sambutannya mengungkapkan, “Mengapa penting mengatasi permasalahan wanita dan anak? Ya, wanita dan anak sampai sekarang masih menjadi kelompok yang tertinggal dalam berbagai aspek pembangunan, padahal kesetaraan gender dan no one left behind harus menjadi prinsip dalam pelaksanaan pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Diskusi kami menunjukkan masih adanya kesenjangan akses, partisipasi, kontrol dan masih banyak pula permasalahan untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak pada 2030.”

Pada kesempatan yang sama, sederet materi seminar juga disampaikan kepada para hadirin, seperti topik hak wanita dalam perkawinan, kinerja wanita, permasalahan wanita, kemandirian ekonomi wanita di era digital, kekerasan seksual hingga peran organisasi masyarakat sipil. Lewat acara ini diharapkan para wanita akan semakin solid dan saling menguatkan perspektif untuk pergerakan wanita menuju kesetaraan gender di Sumatera Utara.

Penulis: Indriyana Octavia Fotografer: Vicky Siregar

Baca Juga:  French Bollywood Film Festival, Kolaborasi Screening Film India-Prancis