Mengenal Saudi Aramco, Perusahaan Raksasa Minyak Dunia Yang Jadi Sponsor Piala Dunia 2026

Pernahkah sobat kover mendengar Saudi Aramco? Yakni sebuah perusahaan raksasa asal Arab Saudi yang namanya selalu identik dengan minyak dunia. Nah, baru-baru ini, perusahaan besar tersebut dikabarkan menjadi sponsor Piala Dunia 2026 loh. Sehingga hal ini tentunya menarik pusat perhatian hingga bertanya-tanya tentang perusahaan tersebut.

Perlu diketahui, Aramco bukan hanya sekadar produsen energi, melainkan juga menjadi simbol kekuatan ekonomi yang mampu memengaruhi stabilitas global. Pasalnya, di balik kata sebagai ladang minyak dan angka-angka fantastis dalam laporan keuangannya, perusahaan ini nyatanya sudah semakin gencar memperluas pengaruh ke sektor lain. Mulai dari investasi, dukungan terhadap program ambisius Saudi Vision 2030, hingga seperti yang sudah disebutkan diawal yaitu menjadi sponsor ajang olahraga terbesar di dunia. Kiprahnya melampaui sekadar bisnis minyak dan gas, melainkan juga pencitraan global yang terencana.

Nah, jika anda masih penasaran, kali ini tim kovermagz akan mengajak anda untuk mengetahui Aramco dan bagaimana perjalanannya serta kondisi keuangannya terkini. Simak disini!

Profil Singkat dan sejarah Saudi Aramco

Saudi Aramco, atau Saudi Arabian Oil Company, berdiri pada 1933 melalui perjanjian konsesi antara pemerintah Arab Saudi dan Standard Oil of California (Chevron). Saat itu, perusahaan ini bernama California-Arabian Standard Oil Company (CASOC). Produksi komersial pertamanya dimulai tahun 1938.

Ternyata, Aramco berkembang pesat hingga akhirnya pada 1980, pemerintah Arab Saudi memiliki 100 persen kepemilikan saham. Melansir situs resminya, perusahaan Aramco beroperasi dalam tiga segmen utama, di antaranya:

  • Upstream: eksplorasi, pengembangan lapangan, dan produksi minyak serta gas.
  • Downstream: pengolahan minyak, distribusi, petrokimia, dan pemasaran produk energi.
  • Corporate: layanan pendukung seperti keuangan, IT, dan sumber daya manusia.

Hingga kini, Aramco mempekerjakan lebih dari 75.000 orang dengan kantor pusat di Dhahran. Di bawah kepemimpinan Amin H. Nasser sebagai CEO dan Yasir Othman Al-Rumayyan sebagai Chairman, Aramco bukan hanya perusahaan minyak, melainkan entitas yang memengaruhi ekonomi global.

Siapa pemilik Saudi Aramco?

Sebagai perusahaan negara, mayoritas saham Saudi Aramco dimiliki oleh Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Keuangan. Meski pada 2019 Aramco melepas sebagian kecil saham melalui Initial Public Offering (IPO) terbesar di dunia, kendali tetap sepenuhnya berada di tangan pemerintah.

Mengenai rencana IPO Aramco pertama kali mencuat pada 2016 ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengumumkan niat melepas 5% saham dengan valuasi sekitar 2 triliun dolar AS (sekitar Rp33.320 kuadriliun). Setelah sempat tertunda, IPO akhirnya terlaksana pada 2019.

Aramco berhasil mengumpulkan 25,6 miliar dolar AS (sekitar Rp426 triliun), menjadikannya IPO terbesar di dunia, lalu meningkat menjadi 29,4 miliar dolar AS (sekitar Rp490 triliun) setelah opsi tambahan (greenshoe). Meski hanya menjual 1,5% saham, langkah ini menempatkan Aramco sejajar dengan raksasa teknologi seperti Apple dan Microsoft dalam hal valuasi global. Dengan model ini, Aramco berperan sebagai mesin penghasil pendapatan utama negara sekaligus penopang Saudi Vision 2030.

Kinerja keuangan Saudi Aramco

Sebagai perusahaan negara, Aramco menjadi sumber utama pendapatan Arab Saudi. Perusahaan membayar pajak hingga 50% kepada pemerintah (turun dari 85% sebelum 2017). Secara kinerja, Aramco mencatat laba bersih fantastis.

Pada 2024, keuntungan tercatat 106,25 miliar dolar AS (sekitar Rp1,75 kuadriliun), meski turun 12,39% dari tahun sebelumnya yang mencapai 121,27 miliar dolar AS. Dividen yang dibagikan pada 2024 bahkan menyentuh 124,25 miliar dolar AS, naik 27% dari tahun sebelumnya. Namun, pada 2025 jumlahnya menurun ke 85,4 miliar dolar AS (Rp1,4 kuadriliun).

Meski fluktuatif, Aramco tetap mempertahankan posisinya sebagai perusahaan paling menguntungkan di dunia dengan cadangan minyak mencapai 198,8 miliar barel serta cadangan gas 191,6 triliun kaki kubik standar.

Menjadi sponsor di dunia sepak bola

Hingga pertengahan 2025, Aramco semakin menegaskan dominasinya di sepak bola global. Perusahaan ini resmi menjadi mitra strategis global FIFA untuk Piala Dunia 2026, dengan kontrak bernilai ratusan juta dolar. Logo Aramco akan terpampang di stadion, papan reklame, hingga materi promosi resmi, memberikan visibilitas internasional yang luar biasa.

Selain FIFA, Aramco juga dikabarkan menjajaki kerja sama dengan klub-klub Liga Inggris. Walau belum ada kontrak final, laporan media internasional menyebutkan nilai sponsor yang ditawarkan sangat fantastis, memperlihatkan strategi Aramco untuk membangun citra global melalui olahraga.