Mengenal Kiromal Katibin, Atlet Panjat Tebing Ranking 1 Dunia

Kiromal Katibin adalah atlet panjat tebing Indonesia yang kini menduduki peringkat 1 di dunia. Kiromal Katibin ada diurutan teratas panjat tebing nomor speed, menurut laman IFSC.

IFSC (International Federation of Sport Climbing) kembali mengadakan kompetisi panjat tebing internasional tahun ini. Dari raihan poin mengikuti IFSC sementara, Kiromal berhasil merebut posisi pertama dan ditahbiskan sebagai atlet panjat tebing speed nomor 1 di dunia.

Kiromal Katibin saat ini mengoleksi 4.255 poin. Di tempat kedua ada atlet panjat tebing asal Amerika Serikat, Samuel Watson yang mengoleksi 3.684 poin.

Profil Kiromal Katibin

Kiromal Katibin lahir di Batang, Jawa Tengah pada 21 Agustus 2000. Awal ketertarikan Kiromal dengan panjat tebing adalah saat dirinya melihat kompetisi panjat tebing Pekan Olahraga Provinsi yang diadakan di alun-alun kota Batang, saat berusia tujuh tahun.

Pria yang akrab disapa Kiki itu kemudian termotivasi untuk menekuni olahraga tersebut dengan berlatih bersama kakaknya. Mulai berlatih sejak tahun 2009, Kiki pun mulai menunjukkan kemampuannya di bidang panjat tebing hingga berhasil mengoleksi banyak medali dari kompetisi-kompetisi yang diikutinya.

Perstasi Kiromal KatibinĀ 

Kiki pertama kali mendapatkan prestasi dengan meraih medali emas yakni di Kejuaraan Sirkuit Panjat Tebing Pantura II Kategori Lead Pelajar SD/SMP Putra pada 2010. Setahun berselang, dia berhasil meraih medali pertamanya di kejuaraan panjat tebing nasional. Prestasi serupa juga dia dapatkan pada 2016 dan 2017.

Sepak terjang Kiki di dunia panjat tebing pun terus melesat. Pada 2017, dia pertama kalinya mengikuti Kejuaraan Asian Youth Championship kategori Speed WR Youth dan meraih peringkat IV tingkat Asia. Namun, dia baru meraih medali internasional senior pertamanya pada 2019, dengan meraih perak di Kejuaraan Asia yang digelar di Bogor.

Baca Juga:  Mengenal Apa Itu Olahraga HYROX Yang Sedang Ramai Diperbincangkan

Nama Kiki mulai mencuri perhatian dunia saat dia memecahkan rekor dunia panjat tebing cepat pada 28 Mei 2021 di ajang IFSC World Cup Salt Lake City, dengan waktu 5,25 detik, mengalahkan rekor sebelumnya milik Reza Alipour (5,48 detik).

Namun, rekor tersebut diambil alih oleh atlet Indonesia lainnya, Veddriq Leonardo, dengan catatan 5,20 detik. Kiki akhirnya harus puas mengakhiri kompetisi dengan medali perak. Dia juga meraih perunggu di World Cup Villars 2021 dan menutup musim itu sebagai peringkat dua dunia.

Tahun berikutnya, Kiki berkali-kali mencetak sejarah dengan memecahkan rekor dunia speed climbing sebanyak lima kali. Dia mencatat waktu 5,17 detik di Seoul, 5,10 detik di Salt Lake City, 5,097 dan 5,04 detik di Villars, serta 5,009 detik di Chamonix.

Torehan ini menjadikannya pemegang rekor dunia dengan catatan waktu tercepat hingga saat itu. Di tahun yang sama, dia juga menyabet medali perak di ajang World Games 2022 di Birmingham, Amerika Serikat.

Namun Kiki harus legowo karena pada April 2023, rekor dunia miliknya lagi-lagi diambil alih oleh Veddriq Leonardo. Veddriq mencatatkan waktu 4,984 detik dan kemudian 4,900 detik dalam IFSC World Cup di Seoul.

Di tahun 2025, Kiki kembali meraih medali emas dalam IFSC Climbing World Cup 2025 yang digelar di Denver, AS. Dia juga mengoleksi dua medali perunggu tahun ini dengan mengikuti kompetisi yang sama di Bali dan Wujiang, China, serta satu medali perak di IFSC Climbing World Cup 2025 di Krakow, Polandia.

Kiromal mengatakan dalam setiap seri kejuaraan dunia, dia akan memberikan kemampuannya secara maksimal, bukan sekadar untuk bisa berdiri di podium, tetapi juga menjaga akumulasi poin agar tetap berada di posisi teratas.