
Di tengah banyaknya tekanan hidup dari, pekerjaan, tuntutan sosial, dan media sosial yang penuh pencapaian orang lain, tak sedikit orang yang tampak tenang dan sukses di luar. Padahal, di balik senyum dan hasil yang terlihat, mereka sedang lelah secara mental, cemas, dan berjuang sendirian.
Fenomena ini sering dialami generasi muda dan mahasiswa yang merasa harus selalu kuat, produktif, dan nggak boleh terlihat lemah di depan orang lain. Untuk Sobat Kovermagz yang penasaran lebih jauh , yuk kita bahas 5 ciri duck syndrome yang sering buat banyak orang kelelahan diam-diam
Apa itu Duck Syndrome?
Istilah duck syndrome pertama kali muncul di Stanford University, Amerika Serikat. Istilah ini awalnya digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang tampak tenang, walaupun sebenarnya mengalami gangguan kecemasan.
Secara spesifik, duck syndrome dianggap menimpa seseorang yang memiliki tekanan untuk terlihat sempurna. Kondisi ini dianalogikan seperti bebek yang sedang berenang. Sebab saat berenang, bagian atas tubuh bebek akan tampak tenang tetapi sebenarnya sedang mengayuh kakinya dengan cepat untuk bisa “tetap di atas air”.
Sindrom bebek ini bisa menjadi salah satu dampak dari munculnya kecemasan dan depresi. Selain itu juga menjadi tahap awal dari penyakit mental yang biasanya terjadi sebagai reaksi terhadap stres yang dilanda.
Ciri-Ciri Duck Syndrome
Diagnosa atau tanda dari duck syndrome sebetulnya tidak jelas dan mirip dengan gangguan psikologis seperti depresi atau gangguan kecemasan.
Namun, ada beberapa gejala yang sering digambarkan dalam fenomena duck syndrome, seperti:
- Selalu memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja dan bahagia, padahal diam-diam panik.
- Merasa gagal untuk memenuhi tuntutan yang berlebihan kepada mereka.
- Merasa orang lain bernasib lebih baik dari dirinya sendiri.
- Membandingkan diri dengan orang lain.
- Merasa diamati oleh orang lain.
- Mungkin merasa susah tidur, pusing, dan sulit konsentrasi.
Cara Mengatasi Sindrom Duck
Gangguan psikologis ini sering kali dirasakan orang dewasa muda seperti mahasiswa dan pekerja karena mendapat tekanan berat untuk bersaing hidup dengan teman sekitarnya. Jika kondisi ini diabaikan, penderita duck syndrome bisa berpotensi mengalami depresi berat. Yang paling berbahaya adalah munculnya ide untuk bunuh diri.
Itulah sebabnya mereka yang berisiko tinggi mengalami duck syndrome akan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah awal penanganannya. Biasanya, dokter akan membantu penderita dengan memberikan obat-obatan dan psikoterapi.
Sebagai langkah awal mengatasi sindrom bebek, Anda bisa melakukan pertolongan pertama dengan menemui ahlinya dan melakukan beberapa tips berikut demi menjaga kesehatan mental. Adapun tipsnya adalah sebagai berikut:
- Belajar mencintai diri sendiri terlebih dahulu
- Ketahui dan kenali kapasitas diri agar dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
- Manfaatkan pembimbing akademik atau konselor di tempat belajar sebagai langkah awal mencegah terjadinya depresi
- Jangan terlalu memforsir diri, luangkan waktu untuk me time atau relaksasi untuk mengurangi kecemasan dan stres
- Jika merasa media sosial sudah terlalu toxic, cobalah jauhkan untuk beberapa waktu dan lakukan hal-hal lain yang lebih positif
- Belajar mengubah pola pikir menjadi positif, mulai dari berhenti membandingkan diri dengan kehidupan orang lain
- Jalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta menghindari rokok dan minuman beralkohol


