Mengenal Apa Itu Cartisol Face dan Gejalanya

Cortisol face adalah sebutan yang orang gunakan untuk menyebutkan wajah yang berubah lebih bengkak, tampak kurang segar, dan lelah. Penyebab cortisol face ini adalah kelebihan hormon cortisol.  

Sebagai informasi, hormon cortisol merupakan hormon stres yang dihasilkan tubuh ketika Anda sedang frustasi, cemas, banyak pikiran, tegang atau gugup. Selain menyebabkan perubahan pada bentuk wajah, cortisol face juga biasanya disertai gejala lain, seperti penumpukan lemak di area leher, munculnya jerawat, serta kulit yang menjadi lebih tipis dan mudah memar. 

Untuk mengetahuinya lebih jauh, berikut penjelasan tentang apa itu cortisol face menurut sains dan kesehatan. 

Apa Itu Kortisol Face?

Cortisol face atau wajah kortisol mengacu pada kondisi wajah yang terlihat bulat dan penuh seperti bulan purnama. Dunia medis tidak mengenal istilah cortisol face, melainkan moon face untuk kondisi ini. Menurut para pakar kesehatan, wajah memang bisa tampak bengkak karena kadar kortisol yang tinggi dalam tubuh. Kortisol tinggi juga bisa menyebabkan:

  • Penipisan kulit sehingga pembuluh darah lebih terlihat
  • Jerawat atau kulit kusam, karena peningkatan produksi minyak
  • Lingkaran hitam di bawah mata akibat gangguan sirkulasi dan kurang tidur

Tanda-tanda itu memang bisa mengindikasikan adanya stres kronis atau berat. Namun ada banyak faktor penyebab selain stres yang bisa menyebabkan kondisi tersebut, di antaranya:

Gejala Cortisol Face 

1. Wajah lebih bulat atau membengkak

Salah satu ciri utama cortisol face adalah perubahan bentuk wajah menjadi lebih bulat (moon face). Kondisi ini terjadi akibat penumpukan lemak dan cairan di area pipi, dagu, serta sekitar rahang.

Akibatnya, kontur wajah terlihat membesar dan kurang tegas, sehingga menyerupai bentuk lingkaran. Perubahan ini juga dapat membuat ekspresi wajah tampak berbeda dari biasanya dan kerap mengganggu penampilan.

2. Jerawat atau kulit berminyak

Kadar hormon kortisol yang tinggi dapat merangsang kelenjar minyak di kulit untuk memproduksi sebum secara berlebihan. Akibatnya, wajah menjadi lebih berminyak dan rentan mengalami jerawat, terutama di area pipi, dahi, dan dagu.

Pada sebagian orang, perubahan ini bisa terlihat cukup jelas, terlebih jika sebelumnya tidak memiliki riwayat kulit berminyak.

3. Kulit wajah menipis

Kadar kortisol yang berlebihan dapat menurunkan produksi kolagen di bawah kulit. Akibatnya, kulit wajah menjadi lebih tipis, sensitif, dan mudah kemerahan.

Kondisi ini juga membuat kulit lebih rentan mengalami lecet atau memar, bahkan akibat benturan ringan, sehingga wajah tampak lebih mudah berubah warna meski hanya mengalami luka kecil.

4. Garis-garis merah atau ungu

Penumpukan lemak dan cairan di bawah kulit, yang disertai dengan menurunnya elastisitas kulit, dapat menyebabkan munculnya garis-garis berwarna merah atau ungu (striae).

Garis ini biasanya terlihat di area pipi atau leher dan merupakan tanda bahwa kulit mengalami peregangan berlebihan. Kondisi ini sering ditemukan pada penderita sindrom Cushing dan mirip dengan stretch mark yang muncul di bagian tubuh lainnya.

5. Mata sembap atau bengkak

Peningkatan retensi cairan di area wajah dapat menyebabkan kelopak mata terlihat sembap atau bengkak. Kondisi ini membuat area bawah mata tampak menggelembung dan terasa lebih berat, bahkan setelah tidur yang cukup. Pada beberapa orang, keadaan ini juga dapat disertai rasa tidak nyaman atau sensasi penuh di sekitar mata. 

6. Penumpukan lemak di leher

Meski penumpukan lemak lebih sering terjadi di punggung atas, pada beberapa kasus kondisi ini juga dapat muncul di area leher (buffalo hump). Akibatnya, kontur leher tampak lebih tebal dan kurang tegas, bahkan dapat mengganggu pergerakan.

Pada sebagian orang, perubahan ini juga bisa disertai rasa tidak nyaman atau nyeri di area leher dan bahu.

Karena berkaitan dengan hormon stres, mengelola stres menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi cortisol face. Menurut Frontiers in Psychology (2019), aktivitas seperti olahraga ringan, meditasi, journaling, atau sekadar memberi jeda pada diri sendiri dapat membantu menurunkan tingkat stres. Ketika tubuh lebih rileks, perubahan pada wajah biasanya ikut membaik secara perlahan.

Cortisol face bukan sesuatu yang perlu membuat kamu panik, tapi bisa menjadi sinyal bahwa tubuhmu sedang lelah dan membutuhkan perhatian lebih. Dengan memahami apa itu cortisol face, kamu bisa mulai merawat diri dari dalam, bukan hanya fokus pada penampilan luar.

Baca Juga:  Sederet Sumber Mikroplastik di Rumah yang Jarang Disadari