Kista Ganglion, Apakah Berbahaya?

1490

Mungkin Anda menyadari ada benjolan di punggung telapak tangan atau di lengan, tidak begitu besar, biasanya tidak sakit, namun kadang kala, ketika ditekan bisa menimbulkan rasa sakit ringan. Kemungkinannya, Anda memiliki kista ganglion.

Walau namanya terdengar seram, kista ganglion bersifat non-kanker. Benjolan ini memang paling sering berkembang di sepanjang tendon atau sendi pergelangan tangan atau di lengan. Benjolan-benjolan ini bisa juga terjadi di pergelangan kaki. Kista ganglion biasanya berbentuk bulat atau oval dan berisi cairan seperti jeli yang disebut cairan sinovial. Fungsi cairan sinovial adalah untuk melumasi dan melindungi sendi dan tendon saat bergerak. Benjolan ini biasanya berukuran kurang dari 2,5 cm. Namun, ukuran kista bisa membesar seiring dengan aktivitas pada sendi tersebut.

 

Penyebab

Kista ganglion terjadi ketika cairan sinovial bocor dan membentuk sebuah kantong (benjolan) di sendi atau tendon. Penyebab kebocoran atau penumpukan tersebut masih belum jelas diketahui, namun ada beberapa faktor-faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kista ganglion, yaitu osteoarthritis dan cedera sendi.

Komplikasi

Kista ganglion bersifat jinak, juga sebagian besar tidak menimbulkan gejala dan dapat pulih tanpa diobati. Namun pada sendi yang aktif digerakkan, ukuran benjolan ini dapat membesar (sebaliknya, pada sendi yang jarang digerakkan, ukurannya dapat mengecil) sehingga saat sendi digerakkan, benjolan ini dapat menimbulkan rasa nyeri. 

Selain itu, jika kista menekan saraf, ini dapat menyebabkan nyeri, kesemutan, kaku, mati rasa atau kelemahan otot. Kista yang muncul di area tangan atau pergelangan tangan dapat membuat penderitanya kehilangan kekuatan untuk menggenggam.

 

Pengobatan

Apabila tidak terlalu mengganggu, sebaiknya Anda bisa mengurangi pergerakan di sendi (imobilisasi) tersebut sehingga kistanya bisa perlahan mengecil.  Namun apabila kista ganglion dirasa sudah mengganggu ada dua langkah pengobatan invasif. Yang pertama adalah dengan menyedot cairan dari dalam kista tersebut (aspirasi) dan langkah kedua adalah operasi pengangkatan kista ganglion. 

Memang, sering prosedur yang ditempuh adalah operasi. Pasalnya, kista ganglion ini bisa bertambah banyak. Metoda imobilisasi dan aspirasi tidak menghilangkan akar yang menghubungkan kista ke sendi atau tendon. Akibatnya, di beberapa kasus, kista ganglion bisa tumbuh seperti gulma jika akarnya tidak dicabut.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/kovermag/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353