Ketahui 5 Efek Samping Mengonsumsi Brokoli secara Berlebihan

Memasak brokoli bisa menjadi candu bagi kamu yang suka sayuran, apalagi mengetahui banyak manfaatnya. Mengutip Healthline, brokoli menjadi salah satu cara untuk mendapatkan nutrisi, antioksidan, dan mengurangi inflamasi dalam tubuh.

Walaupun brokoli merupakan jenis sayuran sehat, tetapi makanan ini juga bisa menimbulkan efek samping bila dikonsumsi terlalu banyak. Terlebih untuk kamu yang mungkin alergi, atau sedang berada dalam kondisi tertentu dan tidak boleh untuk konsumsi brokoli. Lantas, apa saja efek samping dari berlebihan makan brokoli? Yuk, ketahui selengkapnya.

1. Masalah Lambung

Mengonsumsi brokoli terlalu banyak dapat menimbulkan gangguan pada lambung. Brokoli termasuk dalam keluarga kubis-kubisan (cruciferous), seperti kale dan kubis, yang pada sebagian orang dapat menyebabkan perut kembung dan perasaan tidak nyaman.

Sementara itu, menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Ginjal (NIHD), brokoli juga digolongkan sebagai salah satu sayuran cruciferous yang berpotensi menimbulkan gas.

2. Iritasi Usus

Mengonsumsi brokoli secara berlebihan juga dapat menimbulkan masalah pencernaan, khususnya buang air besar. Brokoli yang kaya serat akan sangat bermanfaat jika dikonsumsi dalam batas yang wajar.

Menurut ahli gizi klinis, Anshika Shrivastava, terlalu banyak serat bisa membuat tubuh kekurangan enzim untuk mencernanya, sehingga menimbulkan iritasi usus.

3. Mempengaruhi Kadar Tiroid

Brokoli memiliki sifat goitrogenik, yaitu dapat mempengaruhi fungsi kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Senyawa goitrogen dalam brokoli dapat mengganggu penyerapan yodium dalam tubuh, sehingga kelenjar tiroid membesar dan berisiko menimbulkan gondok. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Cancer Causes Control pun mendukung klaim tersebut.

Baca Juga:  Jangan Sepele! Ini 5 Tanda Tubuh Butuh Lebih Banyak Air

Selain itu, brokoli juga mengandung tiosianat, senyawa yang dapat meningkatkan risiko hipertiroidisme. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti kenaikan berat badan, mudah lelah, rambut rontok, dan wajah tampak bengkak, jelas Srivastava.

4. Meningkatkan Risiko Stroke Iskemik

Selain mempengaruhi tiroid, brokoli juga dapat menimbulkan efek samping lain. Jika brokoli tidak dimasak dengan benar, kadar isoflavon di dalamnya bisa meningkat. Hal ini bisa berisiko memicu stroke iskemik, terutama pada wanita.

Stroke iskemik terjadi ketika gumpalan darah menyumbat arteri yang mengalirkan darah ke otak, sehingga aliran darah terganggu dan jaringan otak mengalami kerusakan.

5. Mengganggu Pengobatan Tertentu

Menurut Pusat Medis Wexner Universitas Negeri Ohio, orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah perlu berhati-hati dengan asupan brokoli. Karena menurut penelitian, brokoli mengandung vitamin K, yang dapat mempengaruhi efektivitas kerja obat tersebut.

Berapa Banyak Brokoli yang harus Dikonsumsi dalam Sehari?

Disarankan untuk membatasi konsumsi brokoli hingga satu atau dua cangkir brokoli matang per hari. Cara terbaik untuk mengonsumsinya adalah dengan dikukus. Karena jika dimakan mentah, kandungan serat yang tinggi pada brokoli bisa sulit dicerna dan menimbulkan ketidaknyamanan pada pencernaan.