Kenali Sederet Tanda Tubuh yang Kekurangan Asupan Protein

Protein merupakan salah satu bahan pembangun utama tubuh. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi otot, kulit, enzim, dan hormon.Kekurangan protein terjadi ketika asupan Anda tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh Anda.

Meskipun kekurangan protein yang sesungguhnya jarang terjadi di dunia Barat, beberapa orang mendapatkan jumlah protein yang sangat rendah dari makanan mereka. Hal ini dapat memengaruhi hampir semua aspek fungsi tubuh dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Bentuk kekurangan protein yang paling parah dikenal sebagai kwashiorkor. paling sering terjadi pada anak-anak di negara berkembang di mana kekurangan gizi dan pola makan tidak seimbang lebih umum terjadi.

Jika Anda mengalami salah satu gejala atau beberapa tanda berikut, maka disarankan untuk mencari perhatian medis segera. Beberapa gejala kekurangan protein:

1. Rambut, Kulit, dan Kuku Menjadi Rapuh

Salah satu tanda pertama dari kekurangan protein adalah perubahan pada rambut, kulit, dan kuku. Rambut bisa menjadi lebih tipis, mudah rontok, dan tampak kusam karena protein adalah komponen utama dari keratin, zat yang membentuk rambut dan kuku.

Selain itu, kulit juga bisa menjadi lebih kering dan rentan terhadap iritasi. Jika kamu mengalami kuku yang mudah patah atau tumbuh dengan lambat, bisa jadi tubuhmu membutuhkan lebih banyak protein.

2. Mudah Lelah dan Kehilangan Massa Otot

Protein sangat penting untuk membangun dan mempertahankan massa otot. Ketika tubuh kekurangan protein, otot akan mulai menyusut karena tubuh menggunakan cadangan protein yang ada untuk fungsi-fungsi vital lainnya.

Inilah sebabnya mengapa orang yang mengalami defisit protein sering merasa lemah, mudah lelah, dan kehilangan kekuatan otot mereka. Jika kamu sering merasa kelelahan meskipun sudah cukup istirahat dan mengonsumsi makanan dalam jumlah cukup, ada kemungkinan tubuhmu tidak mendapatkan asupan protein yang memadai.

3. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

Protein berperan besar dalam produksi antibodi dan sel darah putih yang membantu tubuh melawan infeksi. Jika kamu sering mengalami flu, batuk, atau infeksi lainnya, bisa jadi sistem imunmu sedang melemah akibat kekurangan protein.

Menurut Scientific Origin, tubuh yang tidak mendapatkan cukup protein akan lebih sulit melawan bakteri dan virus, sehingga kamu lebih rentan terhadap penyakit.

Baca Juga:  Mengenal Penyakit Kanker Ginjal Yang Menyerang Vidi Aldiano

4. Luka yang Sulit Sembuh

Jika kamu menyadari bahwa luka atau goresan kecil di tubuhmu membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, ini bisa menjadi tanda kekurangan protein. Protein membantu dalam proses regenerasi jaringan dan produksi kolagen yang berperan dalam penyembuhan luka.

Kondisi ini sering terlihat pada orang yang jarang mengonsumsi protein dalam jumlah cukup, terutama mereka yang menjalani diet rendah protein tanpa perencanaan yang tepat.

5. Nafsu Makan Berlebihan dan Mengidam Makanan

Kekurangan protein juga bisa membuatmu sering merasa lapar dan mengidam makanan tertentu, terutama yang tinggi karbohidrat dan gula. Ini karena protein berperan dalam mengatur kadar gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Jika kamu sering merasa lapar meskipun baru saja makan, coba periksa apakah makananmu sudah mengandung cukup protein. Menambahkan sumber protein seperti telur, ayam, ikan, atau kacang-kacangan ke dalam pola makan bisa membantu mengontrol nafsu makan dengan lebih baik.

6. Pembengkakan pada Tubuh (Edema)

Protein memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Salah satu tanda yang kurang dikenal dari kekurangan protein adalah edema, yaitu pembengkakan pada kaki, tangan, atau bagian tubuh lainnya akibat retensi cairan.

Menurut Healthline, albumin, salah satu jenis protein dalam darah, berfungsi untuk mencegah cairan berlebih keluar dari pembuluh darah ke jaringan tubuh. Jika kadar albumin rendah karena defisit protein, cairan bisa menumpuk di jaringan dan menyebabkan pembengkakan.

7. Mood yang Tidak Stabil dan Kesulitan Berkonsentrasi

Protein mengandung asam amino yang berperan dalam produksi neurotransmitter di otak, seperti serotonin dan dopamin. Kekurangan protein dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam produksi neurotransmitter, yang bisa berujung pada perubahan suasana hati, mudah marah, depresi, hingga kesulitan berkonsentrasi.

Jika kamu merasa sering mengalami perubahan emosi yang tidak menentu atau sulit fokus saat bekerja atau belajar, bisa jadi tubuhmu memerlukan lebih banyak protein untuk menjaga fungsi otak tetap optimal.