Cek! Ini 5 Tanda Hormon Kortisol Tinggi pada Perempuan

Kortisol adalah hormon yang berperan penting dalam mengatur respons tubuh terhadap stres, metabolisme, tekanan darah, serta fungsi sistem imun. Namun, jika kadar kortisol dalam tubuh terlalu tinggi dalam jangka waktu lama, hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gangguan. 

Ketika kadarnya terlalu tinggi dalam waktu lama, kortisol dapat menimbulkan berbagai perubahan pada tubuh, terutama pada perempuan yang memiliki sistem hormon lebih sensitif. Sebagai bentuk kewaspadaan, kenali sejumlah tanda hormon kortisol tinggi pada perempuan seperti dilansir dari berbagai sumber  

Perubahan Suasana Hati dan Gangguan Tidur

Kadar kortisol yang tinggi tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental. Banyak perempuan yang mengalami perubahan suasana hati secara tiba-tiba, seperti mudah cemas, cepat marah, atau merasa sedih tanpa alasan yang jelas. Hal ini terjadi karena hormon kortisol juga memengaruhi kerja otak dan sistem saraf.

Selain perubahan emosi, kadar kortisol berlebih dapat memicu munculnya serangan panik. Beberapa orang juga mengalami kesulitan berkonsentrasi, gangguan memori, atau yang sering disebut sebagai brain fog. Kondisi ini dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat dari biasanya.

Masalah lain yang sering muncul adalah gangguan tidur. Kortisol yang tinggi dapat membuat tubuh sulit rileks pada malam hari, sehingga memicu insomnia. Jika dibiarkan dalam waktu lama, kurang tidur dapat memperburuk ketidakseimbangan hormon. 

Perubahan Kulit dan Rambut

Kortisol tinggi dapat membuat Anda lebih mudah memar. Anda mungkin mengalami stretch mark ungu di area seperti perut, pinggul, atau lengan. Kortisol adalah glukokortikoid, sejenis hormon steroid, yang dapat menipiskan dan melemahkan kulit.

Peningkatan kortisol dan androgen (sejenis hormon steroid) dapat menyebabkan hirsutisme (pertumbuhan rambut yang meningkat), seringkali di wajah dan leher. Kortisol tinggi dapat mengganggu pertumbuhan rambut normal, yang menyebabkan kerontokan rambut atau kebotakan.

Mudah Lelah 

Kelelahan yang terus-menerus menjadi tanda lain tingginya kadar kortisol dalam tubuh. Banyak perempuan merasa cepat lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Kondisi ini terjadi karena hormon kortisol yang berlebihan dapat mengganggu produksi energi serta keseimbangan metabolisme tubuh.

Kelemahan Otot

Selain rasa lelah, kadar kortisol yang tinggi dapat menyebabkan melemahnya otot. Dalam jangka panjang, hormon ini dapat memicu atrofi atau penyusutan otot, terutama pada bagian bahu, pinggul, dan paha. Alhasil, aktivitas sederhana seperti berjalan, naik tangga, atau mengangkat barang bisa terasa lebih sulit.

Kenaikan Berat Badan

Kadar kortisol yang tinggi dapat mengganggu laju metabolisme Anda, atau keseimbangan antara energi yang Anda konsumsi dan yang Anda keluarkan. Gangguan ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan, bahkan jika kebiasaan makan Anda tidak berubah.

Kadar kortisol yang tinggi dapat meningkatkan nafsu makan, akan ada penumpukan lemak di area seperti dada, perut, wajah, atau punggung atas.

Baca Juga:  Sederet Aroma Wewangian yang Efektif Mengurangi Stres, Bikin Rileks!