
Stres bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Kondisi ini bisa berkembang menjadi depresi yang membahayakan jiwa bila tak mendapat penanganan yang tepat. Sebenarnya ada beragam cara untuk mengendalikan masalah tekanan itu, bahkan lewat asupan makanan.
Sobat Kovermagz bisa merasakan stres akibat dari konsumsi makanan tertentu. Karena itu, penting untuk memahami makanan apa saja yang bisa menyebabkan peradangan pada usus dan otak guna mengelola suasana hati dan tingkat energi. berikut ulasan lima makanan yang dapat meningkatkan stress.
Makanan Tinggi Natrium
Makanan tinggi natrium juga dapat mempengaruhi cara tubuh merespon stres. Jika terlalu sering mengonsumsi makanan asin, keseimbangan hormon stres dalam tubuh bisa terganggu. Biasanya, ketika kadar kortisol meningkat, tubuh akan menyesuaikan diri dengan memperlambat aktivitas hormon stres.
Namun, jika asupan natrium terlalu tinggi dalam jangka panjang, mekanisme pengaturan ini bisa rusak dan membuat tubuh lebih sulit menenangkan diri dari stres.
Daging olahan
Daging olahan seperti yang dipakai untuk hot dog dan burger bisa memicu stres. Agar berumur panjang dan terasa nikmat, daging olahan diberi tambahan zat natrium. Konsumsi terlalu banyak bisa menurunkan energi dan meningkatkan potensi stres.
Menurut sebuah penelitian, seperti dikutip dari Nutrition Facts, ada peningkatan lima persen hormon kortisol dari setiap mengonsumsi daging olahan. Dampak jangka panjangnya, seseorang bisa mengidap hiperkortisolemia (tingginya kortisol dalam darah) hingga obesitas.
Gula Tambahan dan Olahan
Gula tidak hanya ada pada makanan manis seperti kue atau makanan penutup saja. Saus tomat, dressing salad, hingga kentang goreng juga diam-diam mengandung gula yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Gula tambahan dan olahan dapat memperburuk peradangan dan membuat kadar gula dalam tubuh melonjak. Hal ini dapat meningkatkan risiko ansietas dan suasana hati yang tidak stabil.
Makanan yang digoreng
Menggoreng adalah salah satu cara pengolahan makanan yang banyak dijumpai di masyarakat. Padahal, kebiasaan makan makanan yang digoreng bisa menurunkan energi dan meningkatkan kadar kortisol di dalam tubuh.
Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, lemak trans yang hampir selalu ada di gorengan bisa menimbulkan berbagai gangguan suasana hati, seperti mudah cemas.
Menurut American Psychological Association, gangguan kecemasan sendiri bisa menjadi salah satu tanda dari kondisi stres. Jika terus dibiarkan, keadaannya dapat bertambah parah dan mungkin bisa berubah menjadi depresi.
Makanan yang Mengandung Gula dan Lemak
Makanan manis mungkin dapat membuat seseorang merasa lebih tenang untuk sementara waktu, karena dapat menurunkan respons stres tubuh dalam jangka pendek. Namun, beberapa penelitian justru menunjukkan hal sebaliknya, bahwa pola makan tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan kadar kortisol dan memperparah stres.


