8 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Membuat Usus Menua Lebih Cepat

Kesehatan saluran pencernaan berperan penting dalam mendukung proses penuaan yang sehat. Namun, sejumlah kebiasaan sehari-hari ternyata dapat membebani usus dan mempercepat proses penuaannya.

Para ahli kesehatan pencernaan sepakat, usus adalah organ yang sensitif dan sangat dipengaruhi oleh gaya hidup kita. Dilansir dari berbagai sumber tepercaya, yuk kenali kebiasaan apa saja yang harus segera kamu hindari agar usus tetap muda dan berfungsi optimal!

Lebih Sering Ngemil daripada Makan Utama

Marcie Vaske, pendiri Oswald Digestive Clinic, menjelaskan bahwa sering ngemil, terutama larut malam, dapat mengganggu proses pembersihan alami usus yang disebut migrating motor complex (MMC). MMC butuh waktu sekitar 4–5 jam tanpa makanan untuk membersihkan usus secara optimal.

Stres Kronis

Stres dapat memengaruhi motilitas dan sensitivitas usus, merusak lapisan epitel, memicu peradangan, serta mengubah mikrobioma usus. Menurut ahli gastroenterologi Asma Khapra, hal ini bisa mempercepat penuaan usus dan meningkatkan risiko gangguan pencernaan.

Kurang Asupan Serat

Serat sangat penting bagi mikrobioma usus. Alyssa Simpson, RDN, CGN, CLT, menyebut bahwa tanpa cukup serat, bakteri baik kekurangan “bahan bakar”, yang bisa menyebabkan iritasi, peradangan, dan kerusakan pada lapisan pelindung usus.

Baca Juga:  Kenali Spasmodic Dysphonia, Gangguan Suara yang Dialami Nadin Amizah

Mengabaikan Masalah Pencernaan

Masalah seperti kembung, refluks, sembelit, atau diare yang dibiarkan bisa menandakan kondisi serius seperti disbiosis atau kebocoran usus. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa memburuk dan mempercepat proses penuaan usus.

Melupakan Makanan Fermentasi

Yogurt, kombucha, dan kimchi adalah contoh makanan fermentasi yang kaya probiotik. Sauceda menyebut bahwa makanan ini tidak hanya meningkatkan daya cerna, tetapi juga mendukung fungsi pelindung usus dan mengurangi peradangan.

Penggunaan Obat Secara Berlebihan

Antibiotik dapat membunuh bakteri baik di usus. Obat lain seperti ibuprofen atau penghambat asam lambung, jika dikonsumsi jangka panjang, dapat mengiritasi lapisan usus dan mengganggu keseimbangan mikrobioma, kata Simpson dan Balsamo.

Kurang Aktivitas Fisik

Olahraga memperkuat otot-otot usus dan mempercepat pembuangan limbah tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin berolahraga memiliki komposisi mikroba usus yang lebih sehat.

Kurang Tidur

Tidur berkualitas mendukung kesehatan usus. Mikrobioma yang seimbang membantu menjaga ritme sirkadian tubuh. Tidur tidak teratur atau kurang dari 7–9 jam per malam bisa berdampak negatif pada kesehatan pencernaan.