
Penyakit cacingan sedang banyak diperbincangkan di Indonesia. Kasus seorang anak bernama raya yang meninggal dunia karena cacingan membuat penyakit ini ramai dibahas. Penasaran sebenarnya apa saja sih gejala dan ciri-ciri cacingan baik pada anak maupun orang dewasa. Maka tak heran, sering kali saya jumpai orang tua yang khawatir ketika anak tak mau makan, badannya kurus, lemah dan lesu lalu dicurigai jangan-jangan anaknya mengalami penyakit cacingan.
Memang kita tidak boleh menganggap remeh penyakit yang satu ini, karena jika dibiarkan bisa menurunkan tingkat kesehatan anak dan bahkan orang dewasa sekalipun. Oleh karena itu mari kita sama-sama mengenal ciri-ciri dan gejala cacingan.
Penyakit Cacingan pada manusia sering dimanifestasikan oleh parasit cacing yang hidup di usus besar dan usus halus. Cacing-caing ini bisa bertahan hidup karena mendapat nutrisi dari menyerap darah di dinding usus dan sari makanan yang kita makan.
Cacing yang menyerang manusia setidaknya ada empat macam (yang populer) antara lain: cacing kremi, cacing gelang, cacing pita, dan cacing tambang. Secara umum berikut gejala atau ciri-ciri cacingan:
1. Nafsu Makan Berubah
Salah satu ciri cacingan pada orang dewasa adalah perubahan nafsu makan yang tidak menentu. Ada kalanya seseorang merasa lebih cepat lapar dari biasanya, namun ada juga yang justru kehilangan selera makan. Kondisi ini sering kali diabaikan karena dianggap sebagai masalah pencernaan biasa.
Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perubahan nafsu makan ini terjadi karena cacing di dalam usus menyerap nutrisi penting dari makanan yang dikonsumsi. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga memicu respon berupa peningkatan atau penurunan nafsu makan.
2. Sakit Perut
Cacingan juga kerap ditandai dengan rasa sakit atau kram perut yang muncul berulang. Rasa tidak nyaman ini biasanya terasa di sekitar area perut bagian bawah dan bisa datang tiba-tiba. Gejala ini sering disalahartikan sebagai gangguan lambung atau maag biasa.
Menurut Mayo Clinic, sakit perut pada penderita cacingan terjadi karena adanya peradangan atau iritasi di dinding usus akibat pergerakan cacing. Jika dibiarkan, rasa sakit ini bisa semakin parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Perubahan Pola BAB
Orang dewasa yang mengalami cacingan biasanya menunjukkan perubahan pada pola buang air besar (BAB). Terkadang feses menjadi lebih cair, kadang juga justru keras dan sulit dikeluarkan.
Dilansir dari Healthline, perubahan pola BAB ini muncul karena cacing dapat memengaruhi fungsi usus dalam menyerap cairan dan nutrisi. Akibatnya, penderita bisa mengalami diare atau sembelit secara bergantian tanpa sebab yang jelas.
4. Perut Kembung dan Bengkak
Perut yang terasa kembung atau terlihat membesar juga bisa menjadi tanda cacingan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penumpukan gas berlebih di dalam saluran pencernaan.
Menurut World Health Organization (WHO), infeksi cacing dapat menyebabkan pembengkakan perut karena adanya peradangan usus. Pada beberapa kasus, perut bisa terlihat buncit meski tubuh tampak kurus.
5. Mual dan Muntah
Mual yang disertai muntah sering dialami penderita cacingan. Gejala ini muncul terutama setelah makan atau ketika cacing mengiritasi lapisan lambung.
Dilansir dari Medical News Today, cacing tertentu seperti cacing gelang bisa berpindah ke saluran pencernaan bagian atas dan memicu rasa mual. Jika tidak segera ditangani, penderita bisa mengalami dehidrasi akibat muntah berulang.
6. Anus Terasa Gatal
Rasa gatal di area anus terutama pada malam hari merupakan gejala cacingan yang cukup khas. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh cacing yang keluar ke area sekitar anus untuk bertelur.
Menurut CDC, cacing kremi adalah jenis cacing yang paling sering menimbulkan gejala ini. Gatal yang tak tertahankan bisa membuat penderita sulit tidur dan berisiko menyebabkan infeksi kulit akibat garukan berulang.
7. Penurunan Berat Badan
Berat badan yang turun drastis tanpa sebab jelas patut diwaspadai sebagai tanda cacingan. Hal ini karena nutrisi yang seharusnya diserap tubuh justru diambil oleh cacing dalam usus.
Dilansir dari Healthline, penurunan berat badan akibat cacingan biasanya disertai gejala lain seperti lemas, nafsu makan berubah, dan gangguan pencernaan. Jika kondisi ini dibiarkan, tubuh bisa mengalami malnutrisi.


