Santa Claus: Kisah Sebenarnya

5. Transformasi menjadi Sinterklaas 

Menjelang Renaisans (abad 13-14), St. Nicholas adalah santo paling populer di Eropa. Bahkan setelah Reformasi Protestan (abad 16), ketika pemujaan orang-orang kudus mulai diremehkan, St. Nicholas mempertahankan reputasi positif, terutama di Belanda. Di Belanda, anak-anak dan keluarga tetap memegang tradisi St. Nicholas sebagai pembawa hadiah.

 

Nama Sinter Klaas mulai populer dari kependekan dari Sint Nikolaas (Bahasa Belanda untuk Saint Nicholas). Para komunitas Belanda lah yang membawa Sinter Klaas (Santa Claus) ke budaya Amerika. Pada bulan Desember 1773 dan Desember tahun 1774, sebuah surat kabar New York melaporkan bahwa sekelompok keluarga Belanda telah berkumpul untuk merayakan hari peringatan kematian Sinter Klaas. 

6. Memasuki Budaya Amerika

Sebelumnya Natal di Amerika dirayakan sebagai suatu pesta hura-hura di outdoor yang berisik dan dipenuhi dengan segala macam minuman beralkohol. Demikian juga halnya di Inggris. Namun, setelah Sinter Klaas mulai diperkenalkan ke budaya Amerika, perubahan baik terjadi. 

Semua itu berubah di awal abad 19 berkat serangkaian penyair dan penulis yang berusaha menjadikan Natal sebagai perayaan keluarga dengan menghidupkan kembali St. Nicholas. 

Pada tahun 1809, Washington Irving membantu mempopulerkan cerita Sinter Klaas dengan menyebut St. Nicholas sebagai santo pelindung New York dalam bukunya berjudul ‘Knickerbocker’s History of New York”. Di dalam buku itu Irving menggambarkan St. Nicholas yang merokok pipa terbang di atas atap dengan kereta terbang, memberikan hadiah kepada anak-anak yang baik.

 

 

7. Sosok Santa Tercipta

Sinterklas yang kita kenal sekarang ini pertama kali muncul pada tahun 1823 dalam sebuah ilustrasi puisi yang berjudul “The Night Before Christmas” yang ditulis pada tahun 1822 oleh Clement Clarke Moore. Judul aslinya sebenarnya adalah  “A Visit From St. Nicholas,” yang dia tulis untuk anak-anaknya. Puisi itu lalu dia terbitkan secara anonim pada tahun berikutnya, dengan menggambarkan Santa yang gemuk dan periang dengan kemampuan supernatural untuk naik cerobong asap hanya dengan satu anggukan kepala.

Meskipun beberapa citra Moore mungkin dipinjam dari sumber lain, puisinya membantu mempopulerkan citra Sinterklas yang sekarang dikenal, yang terbang dari rumah ke rumah pada malam Natal dengan kereta salju terbang yang ditarik oleh delapan rusa terbang untuk meninggalkan hadiah bagi anak-anak yang berperilaku baik dalam setahun.

A Visit From St. Nicholas (Clement Clarke Moore)

8. Wajah Natal Modern di Seluruh Dunia

Pada tahun 1881, kartunis politik Thomas Nast menciptakan kemiripan pertama yang cocok dengan citra Santa Claus modern kita. Kartunnya, yang muncul di Harper’s Weekly, menggambarkan Santa sebagai pria gemuk dan ceria dengan janggut putih penuh, memegang karung berisi mainan untuk anak-anak yang beruntung. Nast-lah yang memberi Santa setelan merah cerahnya yang dipangkas dengan bulu putih, bengkel Kutub Utara, elf dan istrinya, Ny. Claus.

 

by Thomas Nast