Adapun ketujuh lagunya yakni Feeling dan Vivid Girl (Bahasa Inggris) serta Soba Ni Ite, Nakushita, Anata No Tame Ni, Suki dan Soba Ni Ite Instrumen (Bahasa Jepang). Meski didominasi dengan lirik berbahasa Jepang, album Vivid Girl tak hanya didominasi satu aliran musik saja. Tetapi diwarnai beragam genre seperti J-Rock (Red: Rock Jepang), R & B dan Akustik. “Secara keseluruhan lagunya menjanjikan nuansa yang enerjik dan riang, bahkan easy listening,” katanya
Gadis bernama lengkap Vangelys ini mengaku jika jalannya menerbitkan album melalui Warner Music Singapore bukan hal yang mudah karena V sendiri harus menghabiskan waktu sejak 2014 melewati beragam proses dan kendala.

V Kanon sendiri tak hanya dikenal sebagai seorang penyanyi. Gadis yang menguasai empat bahasa ini (Jepang, Inggris, Mandarin dan Hokian)pernah masuk 14 besar kompetisi musik Asia Anisong-Singer Audition.Ia terlebih dahulu dikenal sebagai seorang cosplayer cantik dan pernah didaulat menjadi juri kontes cosplay di Singapura serta juri lomba karaoke lagu Jepang.
Dibalik nama panggung V Kanon yang diusungnya ternyata ada harapan yang terselip di dalamnya. Ia menuturkan jika V adalah kependekan dari namanya, Vangelyis. Sementara Kanon bermakna suara musim panas.
“Kan susah tuh makanya kalo di tanya, namanya siapa cuman bilang V aja biar gampang di ingat. Kalau Kanon sendiri kanjinya terdiri dari dua kata yakni musim panas dan suara. Kalau digabungkan jadi suara musim panas.Di Jepang, musim panas adalah saat yang bahagia. Banyak orang jatuh cinta ketika musim panas tiba, karena musim panas membawa begitu banyak kegembiraan, saya berharap diri saya juga demikian, membawa banyak kegembiraan,” katanya.


