Tanda-tanda Baby Blues Pada Ayah

Ada beberapa tanda yang muncul saat seorang pria yang baru menjadi ayah mengalami baby blues. Melansir dari berbagai sumber, berikut ini tanda-tanda baby blues pada ayah.
1. Mengalami Perubahan Emosional
Ayah yang mengalami baby blues mungkin merasakan perubahan suasana hati yang cepat dan tak terduga. Mereka tiba-tiba bisa merasa bahagia dan bersyukur, tetapi kemudian juga bisa merasa sedih atau tertekan.
2. Perasaan Cemas
Disamping mengalami perubahan emosional, seorang ayah yang mengalami baby blus dapat membuat perasaan menjadi cemas atau gelisah, terutama sehubungan dengan tanggung jawab baru dan perubahan dalam rutinitas.
3. Adanya Ketidakpastian dan Kekhawatiran
Ayah mungkin merasa tidak yakin tentang peran barunya sebagai orang tua dan merasa khawatir tentang kemampuannya dalam merawat anak. Sementara, berdasarkan Pacific Post Partum Support Society, berikut tanda-tanda seorang ayah mengalami paternal postnatal depressions alias baby blues:
- Mudah marah dan berkonflik dengan orang lain.
- Mengonsumsi alkohol dan obat-obatan meningkat.
- Merasa frustasi dan mudah tersinggung
- Melakukan kekerasan.
- Perubahan nafsu makan.
- Menarik diri dari sosial dan keluarga.
- Kehilangan minat dan motivasi.
- Bekerja terus-menerus.
- Mengalami gangguan emosi lebih dari 2 minggu.
- Merasa ingin mengakhiri hidup
Cara Mengatasi Baby Blues pada Ayah
Baik ibu maupun ayah sangat penting untuk mengatasi rasa cemas yang melanda setelah kehadiran si kecil. Pasalnya, bonding dengan buah hati dan pasangan dapat terganggu akibat depresi. Berikut cara mengatasi baby blues pada ayah yang bisa diterapkan:
1. Pahami Bahwa Ini Normal
Cara mengatasi baby blues pertama ialah pahami bahwa keadaan baby blus adalah pengalaman yang normal dan umum terjadi. Ini bukanlah tanda kelemahan atau kegagalan. Dengan begitu dapat membantu sang ayah menjadi lebih tenang dan tidak mudah panik.
2. Berdiskusi dengan Teman atau Keluarga yang juga Memiliki Bayi
Jangan ragu untuk berbagi cerita karena siapa tahu mereka juga sedang mengalami hal yang sama. Melakukan hal ini akan membuat Anda tidak merasa sendiri dan lebih mudah mencari solusi.
3. Carilah Waktu untuk Me Time
Meluangkan waktu untuk diri sendiri bukanlah hal yang egois. Justru hal ini membantu pikiran dan perasaan tetap waras. Ketika Anda dalam keadaan senang, tentu atmosfer di rumah pun turut bahagia. Maka, pastikan Anda dan pasangan masing-masing memiliki waktu khusus melakukan me time.
4. Luangkan Waktu dengan Pasangan
Meskipun hanya sebentar, sangat penting meluangkan waktu dengan pasangan setiap harinya. Anda bisa memanfaatkan waktu untuk bercinta atau sekedar berbincang. Cobalah membicarakan hal-hal di luar parenting dan bayi supaya Anda merasa fresh.
5. Menerima Segala Perubahan dan Masalah
Naluri seorang pria adalah ingin menjadi problem solver bagi orang terdekatnya. Faktanya, kebiasaan ini justru berisiko menyebabkan stres dan depresi. Perlahan terima segala bentuk perubahan dan permasalahan dengan perasaan lapang dada. Jangan ragu ajak pasangan untuk menyelesaikan bersama.
6. Menjaga Kesehatan
Mengonsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga akan membantu menjaga jiwa dan raga bugar. Berolahraga akan memicu produksi hormon endorfin yang membuat Anda merasa bahagia. Saat mood baik, Anda akan lebih tenang dalam menghadapi berbagai tantangan. Jika diperlukan, lengkapi pula dengan vitamin dan suplemen tambahan sebagai penunjang imunitas.
7. Cari Dukungan Profesional
Jika tanda-tanda baby blues berlanjut atau semakin memburuk, pertimbangkan untuk mencari dukungan dari profesional kesehatan mental yang berpengalaman. Mengenali tanda-tanda baby blues pada ayah adalah langkah penting untuk memastikan kesehatan mental dan kesejahteraan selama masa transisi ini.
Ayah memiliki peran penting dalam perawatan dan perkembangan anak, dan memberikan dukungan yang tepat dapat membantu mereka menjalani peran ini dengan lebih baik. Hasil penelitian membuktikan bahwa baby blues pada ayah yang tidak ditangani akan berdampak buruk pada kesehatan mental jangka panjang. Kondisi psikologis, sosial, dan perkembangan anak pun akan terganggu, terutama pada anak laki-laki.

