
Pink Beach NTT menjadi primadona hingga disebut surga tersembunyi di Indonesia Timur. Kecantikannya tersohor hingga ke mancanegara. Hamparan pasir unik berwarna merah mudanya menjadikan pantai tersebut diberi nama Pantai Pink.
Keindahan warna merah muda yang lembut di sepanjang garis pantai menciptakan pemandangan yang seolah tidak nyata, sekaligus mengundang rasa ingin tahu tentang asal-usulnya.
Di Indonesia, pantai pink dapat ditemukan di beberapa lokasi, seperti Pulau Komodo dan Lombok, yang menjadi destinasi wisata bahari unggulan. Warna unik ini bukanlah hasil dari proses buatan, melainkan fenomena alam yang melibatkan makhluk hidup mikroskopis dan proses geologis.
Artikel ini akan mengupas fakta menarik di balik warna pasir pantai pink. Penasaran dengan apa saja? simak lengkapnya di bawah ini!
Peran Mikroorganisme Foraminifera
Salah satu faktor utama terbentuknya pasir pink adalah keberadaan mikroorganisme laut bernama foraminifera. Organisme ini memiliki cangkang berpigmen merah atau oranye, dan ketika mati cangkangnya hancur menjadi serpihan kecil. Menurut penjelasan ilmiah yang dikutip Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, serpihan cangkang foraminifera inilah yang memberi warna pink saat bercampur dengan pasir putih. Warna merah dari pigmen mereka menjadi dominan saat terakumulasi dalam jumlah besar.
Campuran Serpihan Karang Merah
Selain foraminifera, warna pink juga berasal dari pecahan karang berwarna kemerahan. Karang ini biasanya mengalami erosi akibat ombak, sehingga terpecah menjadi partikel halus. Serpihan karang merah memiliki peran kuat dalam mempertebal rona merah muda di beberapa pantai Indonesia. Ketika bercampur dengan pasir kalsium karbonat, warna yang muncul menjadi merah muda cerah.
Material Kalsium Karbonat dari Kerang dan Biota Laut
Faktor tambahan yang memperkuat warna pink adalah kandungan kalsium karbonat dari cangkang kerang dan biota laut lainnya. Menurut FPK UNAIR, partikel kalsium karbonat bertindak sebagai dasar warna putih yang kemudian “ditimpa” pigmen merah dari foraminifera atau karang. Kombinasi ini membuat warna yang muncul menjadi lembut dan unik. Efek visualnya semakin terlihat saat sinar matahari mengenai permukaan pasir.
Proses Alam Jangka Panjang
Proses terbentuknya pasir pink bukanlah hal instan, melainkan hasil akumulasi dari ribuan tahun. Ombak, arus laut, dan aktivitas biota laut terus memecah karang dan organisme menjadi partikel mikro. Campuran partikel itulah yang kemudian menumpuk di pesisir dan memberikan warna khas. Tanpa kondisi alam yang stabil, proses ini tidak akan menghasilkan warna pink yang konsisten.
Beberapa pantai pink populer di Indonesia berada di Pulau Komodo (NTT) dan Lombok Timur (NTB). Keduanya menjadi destinasi favorit wisatawan karena memiliki kondisi alam yang relatif stabil. Jika berkunjung saat cuaca cerah, peluang melihat warna pink yang kuat akan lebih tinggi. Tertarik berkunjung sobat Kovermagz?

