
Meski rasanya yang manis dan disukai banyak orang, gula tetap menjadi musuh kesehatan. Bahkan mengkonsumsi gula yang berlebih dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine, terlalu banyak mengkonsumsi gula seringkali dikaitkan dengan penyakit diabetes, penyakit kardiovaskular, bahkan gangguan metabolisme.
Karenanya, penting untuk membatasi atau mengurangi konsumsi gula yang berlebih. Lantas, apa yang akan terjadi jika mencoba untuk membatasi makanan yang mengandung gula? Simak selengkapnya di bawah ini
1. Mengalami Perubahan Suasana Hati
Mengutip CNN Indonesia, menghentikan konsumsi gula bisa menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrim. Gula menghasilkan hormon serotonin dan dopamin yang membangkitkan rasa senang.
Namun, jika Beauties tidak lagi mengonsumsi gula, tubuh akan mengalami reaksi yang tidak nyaman. Kamu akan mudah marah dan tersinggung, bahkan sebagian orang mengalami sakit kepala serta mudah lelah.
2. Penurunan Berat Badan
Gula berperan dalam menambah lemak tubuh. Ketika berhenti mengonsumsi gula, kadar lemak di tubuh akan berkurang.
Namun efek ini tidak langsung muncul, karena membutuhkan waktu hingga dua pekan. Artinya, menghentikan konsumsi gula dalam kurun waktu tertentu bisa mencegah obesitas.
3. Meningkatkan Kesehatan Usus dan Terhindar dari Penyakit Kronis
Mengutip detikJabar, berhenti mengonsumsi gula ternyata membawa hal baik yaitu meningkatkan kesehatan usus. Terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis bisa mengganggu kinerja bakteri sehat di usus.
Selain itu, Beauties juga akan terhindar dari penyakit kronis yang bisa datang kapan saja seperti diabetes dan jantung.
4. Mencegah Terjadinya Penuaan Kulit
Kadar glukosa dalam darah akan terjaga jika Beauties menghentikan konsumsi gula sehingga kulit tetap sehat. Gula berlebihan bisa memicu tubuh untuk memproduksi Advanced Glycation End Products (AGEs).
AGEs adalah produk akhir glikasi lanjutan yang dibentuk dari reaksi gula dengan protein lipid. Produk ini bisa menyebabkan munculnya tanda penuaan kulit seperti kerutan, kulit kurang elastis, kulit kering, dan gelap.
5. Menurunkan Risiko Terkena Depresi
Selain mencegah terkena penyakit fisik, konsumsi gula berlebihan juga mengurangi risiko terkena depresi. Depresi adalah kondisi mental yang ditandai dengan penurunan suasana hati yang drastis dan kehilangan minat akan hal-hal yang sebelumnya disukai.
Kadar gula yang tinggi sering dikaitkan dengan risiko terkena depresi, masalah kecemasan, dan gangguan mental lainnya. Bahkan ada penelitian yang menjelaskan bahwa kadar gula tinggi bisa menyebabkan peradangan otak.


