
Pada 14 Agustus 2025 kemarin, tayang film komedi terbaru dari Imajinari, yaitu Tinggal Meninggal atau disingkat Tingning. Film ini menggandeng Omara Esteghlal sebagai tokoh utama bernama Gema.
Tinggal Meninggal berhasil menarik minat para penikmat film di Tanah Air lewat trailer yang dirilis beberapa waktu lalu. Penasaran seperti apa? Simak dulu fakta film Tinggal Meninggal berikut sebelum menontonnya, ya.
1. Debut Kristo Immanuel Jadi Sutradara
TingNing merupakan film debut penyutradaraan komedian, aktor sekaligus kreator konten Kristo Immanuel. Sebelum menjadi sutradara, dia lebih dulu mengawali karier profesionalnya sebagai aktor dengan membintangi sejumlah film dan serial diantaranya The Big 4 (2022), Sleep Call (2023), dan 24 Jam bersama Gaspar (2024).
Dalam debut penyutradaraannya ini, Kristo berduet dengan sang istri, Jessica Tjiu, yang bertindak sebagai ko-sutradara. Selain sebagai sutradara, Kristo dan Jessica juga bertindak sebagai penulis skenario. Tinggal Meninggal digarap di bawah naungan rumah produksi Imajinari.
2. Terinspirasi Pengalaman Personal
Kisah film TingNing terinspirasi dari pengalaman pribadi Kristo. Dia bercerita saat duduk di bangku SD, dirinya cenderung tidak memiliki teman yang akrab hingga sering merasa kesepian.
Menurutnya, tidak semua orang diberkahi dengan teman-teman yang tulus untuk memberikan empati dan perhatian. Bahkan, tak sedikit orang yang merasakan hal tersebut hingga dia beranjak dewasa.
Cerita film ini datang dari ide jahil yang menggabungkan humor absurd dengan refleksi tentang kesepian, keinginan untuk diterima, dan berbagai lapisan kehidupan sosial yang sering kali diabaikan oleh masyarakat sosial.
3. Angkat Tema Komedi Getir
TingNing mengangkat tema komedi getir yang terbilang jarang hadir di perfilman Indonesia. Salah satu alasan yang membuat Kristo untuk membuat film bergenre komedi getir ialah pengalamannya menonton film dark comedy. Menurutnya, film dengan genre tersebut memiliki sensasi tersendiri yang menarik ketika ditonton, dan dia pun ingin membagikan sensasi tersebut kepada penonton Indonesia.
4. Pakai Teknik Breaking The 4th Wall
Dalam film perdananya ini, Kristo memilih untuk menggunakan teknik breaking the fourth wall, sebutan untuk dinding keempat yang memisahkan dunia aktor dan penonton. Dalam bioskop, dinding keempat yang dimaksud ialah layar lebar, sementara ketiga dinding lainnya ialah yang membentuk ruang teater.
Dalam teknik breaking the fourth wall, aktor dari film mendobrak batasan dinding keempat itu. Hal ini ditandai dengan adanya interaksi yang dibangun oleh aktor kepada penonton. Aktor melihat ke kamera dan berbicara kepada audiens, seolah tak ada batasan antara dunia fiksi dan kenyataan.
Di film Tinggal Meninggal, teknik breaking the fourth wall digunakan oleh karakter utama Gema yang diperankan oleh Omara Esteghlal. Dalam beberapa adegan, Gema akan melihat ke kamera dan berbicara seolah-olah sedang berinteraksi langsung dengan penonton.
Kristo mengatakan penggunaan teknik breaking the fourth wall dalam film Tinggal Meninggal dilatarbelakangi kesukaannya terhadap film-film yang menerapkan konsep itu. Di sisi lain, dia juga merasa bahwa teknik tersebut sangat relevan dengan apa yang dia rasakan khususnya ketika berhadapan dengan momen-momen aneh.
5. Mawar de Jongh Isi Soundtrack
Selain menjadi pemeran, Mawar de Jongh juga dipercaya mengisi soundtrack original film TingNing lewat single “Tinggal“, sebuah lagu pop enerjik dengan pesan emosional mendalam. Lagu ini menjadi jembatan antara rasa penyesalan, rasa takut akan ditinggal, dan berbagai lapisan emosi manusia lainnya yang cukup kompleks.
Mengandalkan harmoni ringan khas era 2000-an akhir hingga 2010-an awal, lagu “Tinggal” mengusung pendekatan musik yang membebaskan, tapi liriknya menceritakan sesuatu yang justru mengikat. Tentang rasa kehilangan dan keheningan yang muncul setelah simpati menguap.
Menariknya, single “Tinggal” menjadi momen perdana bagi Mawar mengisi soundtrack untuk sebuah film. Selain itu, “Tinggal” juga menjadi lagu pertama dengan musik upbeat dan catchy yang dinyanyikan Mawar. Sebelumnya, sang penyanyi lebih sering merilis lagu-lagu heartfelt dengan aransemen musik sendu seputar percintaan.
Lagu “Tinggal” juga menjadi momen perdana bagi Mawar terlibat dalam proses penulisan lirik bersama Kristo. Adapun, proses produksi dan pengembangan musiknya dibantu oleh Tarapti Ikhtiar Rinrin dan Rizki Maulana Hidayat dari A&R Trinity Optima Production.


