
Tak bisa dimungkiri bahwa minat masyarakat terhadap pendakian gunung selalu meningkat beberapa tahun ke belakang. Hal ini bisa dilihat dari beragam media sosial yang penuh dengan foto-foto menawan dari puncak gunung maupun seseorang yang berhasil menaiki puncak sembari membawa bendera asal negaranya ataupun kata-kata motivasi. Akibat dari minat itu, tak heran jika mendaki gunung kerap menjadi tren di masyarakat.
Namun meskipun mendaki gunung sedang menjadi tren, ada baiknya seorang pemula tidak langsung melakukan pendakian ke gunung-gunung yang ekstrem. Pasalnya, tidak semua jalur pendakian cocok untuk pendaki dengan stamina terbatas atau tanpa pengalaman teknikal. Gunung yang ideal untuk pemula sebaiknya memiliki trek yang relatif ringan, waktu tempuh singkat, serta tidak memerlukan peralatan khusus.
Yang tak kalah penting, tetap menyuguhkan pemandangan indah agar pengalaman pertama mendaki terasa menyenangkan dan berkesan. Beruntung, Indonesia memiliki banyak gunung ramah pendaki yang bisa dijajal bahkan oleh mereka yang baru pertama kali mencoba naik gunung. Dari sabana luas, kawah aktif, hingga panorama sunrise yang menghipnotis, semuanya bisa dinikmati tanpa harus menginap berhari-hari atau membawa peralatan rumit.
Gunung Prau – Dieng, Jawa Tengah
Terletak di kawasan dataran tinggi Dieng, Gunung Prau berada di perbatasan beberapa kabupaten seperti Wonosobo, Kendal, dan Batang. Dengan ketinggian sekitar 2.565 mdpl, gunung ini menawarkan trek pendakian yang relatif landai dengan waktu tempuh 2–4 jam dari basecamp.
Ada beberapa pilihan jalur yang bisa dipilih, dari Patakbanteng, Dieng (Dwarawati), Kalilembu, dan masih ada beberapa lainnya. Namun, jalur Patakbanteng selalu jadi yang paling ramai. Trek pendakian gunung ini umumnya cenderung terbuka dengan pemandangan perbukitan dan padang rumput.
Prau dikenal sebagai spot sunrise terbaik di Jawa, bahkan kerap dijuluki “negeri di atas awan”. Di puncaknya, pendaki akan disuguhi panorama deretan gunung megah seperti Sindoro, Sumbing, Merbabu, hingga Merapi. Di bagian puncaknya, juga terdapat Bukit Teletubbies yang luas dan hamparan bunga daisy liar yang makin menambah pesona gunung ini.
Gunung Papandayan – Garut, Jawa Barat
Gunung Papandayan yang berada di Garut ini memiliki ketinggian sekitar 2.665 mdpl. Jalur pendakiannya dimulai dari kawasan wisata Taman Wisata Alam Papandayan yang sudah tertata baik dan bisa diakses kendaraan hingga pos awal. Trek menuju kawasan camp seperti Pondok Saladah cukup bersahabat, yakni lebih menyerupai jalan setapak datar dengan beberapa tanjakan ringan.
Papandayan menawarkan lanskap unik dengan kawah aktif, hutan mati yang ikonik, dan padang Edelweis luas. Pemandangan kawah berasap dan aroma belerang akan menemani langkah awal para pendaki.
Lantaran jalurnya bisa dicapai dalam waktu 4–5 jam saja dengan medan yang tidak terlalu ekstrem, Papandayan sangat cocok untuk pendaki pemula maupun keluarga yang ingin mencoba naik gunung tanpa harus repot dengan logistik berat.
Gunung Andong – Magelang, Jawa Tengah
Gunung Andong yang menjulang setinggi 1.726 mdpl ini berada di Kabupaten Magelang. Dengan waktu tempuh pendakian sekitar 1,5 hingga 3 jam saja dari basecamp seperti Sawit atau Pendem, trek Andong cukup bersahabat. Jalurnya umumnya berupa tanjakan tanah dan akar pohon, tetapi tidak terlalu panjang dan terjal.
Meskipun tidak terlalu tinggi, Gunung Andong menyajikan keindahan luar biasa dengan pemandangan 360 derajat ke arah Gunung Merbabu, Merapi, Sindoro, dan Sumbing. Puncaknya yang sempit tapi terbuka memungkinkan pendaki menikmati sunrise dan sunset dalam suasana yang asyik.
Gunung Ijen – Banyuwangi/Bondowoso, Jawa Timur
Gunung Ijen yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso ini memiliki ketinggian 2.386 mdpl. Pendakian dimulai dari kawasan Paltuding dan memakan waktu sekitar 1,5–2 jam untuk mencapai puncak. Kemudian, jika ingin ke kawah, pendaki memerlukan waktu tambahan sekitar 30 menit lagi.
Jalur pendakian gunung ini umumnya berupa trek lebar dengan kemiringan sedang. sebagian besar adalah jalan tanah dan berbatu yang bisa dilalui perlahan. Daya tarik utama Ijen adalah fenomena api biru (blue fire) dan danau kawah berwarna toska yang jadi salah satu yang terbesar di dunia.
Gunung Batur – Bali
Gunung Batur berada di kawasan Kintamani, Bali. Dengan ketinggian sekitar 1.717 mdpl, gunung ini memiliki durasi pendakian yang relatif singkat, yakni 1,5 jam hingga 3 jam saja. Oleh karena itulah, biasanya pendakian dimulai dini hari, terutama bagi mereka yang tak ingin mendirikan tenda dan hanya mengejar sunrise.
Sebagian besar jalur berupa tanah yang cukup padat, tapi hati-hati bisa menjadi licin saat hujan. Terdapat beberapa tanjakan yang cukup curam, tetapi tidak terlalu panjang. Salah satu daya tarik utama dari gunung ini ialah pemandangan matahari terbitnya yang spektakuler. Dari puncak, pendaki bisa melihat kaldera luas, Danau Batur, dan Gunung Agung yang megah.
Gunung Anak Dara – Sembalun, Lombok Timur
Gunung Anak Dara terletak di Desa Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang memiliki ketinggian 1.923 mdpl umumnya bisa didaki dengan durasi sekitar 2-4 jam. Pendakian umumnya dimulai dari Sembalun Lawang, dengan trek yang didominasi padang savana dan tanjakan berundak. Namun, jalur relatif masih aman untuk pemula, terutama jika menggunakan trekking pole.
Di puncaknya, pendaki disuguhi panorama menakjubkan ke arah Gunung Rinjani, desa Sembalun, dan lautan awan yang menghampar saat pagi. Banyak yang menyebut Gunung Anak Dara sebagai “teaser” sebelum mendaki Rinjani karena jalurnya mirip, tetapi ini versi lebih ringan. Dengan pemandangan kelas atas dan trek singkat yang tidak menguras tenaga, gunung ini jadi pilihan tepat bagi pendaki pemula yang ingin mencicipi keindahan gunung-gunung Lombok.
Gunung Gede, Bogor
Ingin melihat keindahan hamparan padang bunga edelweis? Gunung Gede bisa jadi salah satu rekomendasi terbaik. Terletak di Bogor, Jawa Barat, gunung yang masih termasuk bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini sangat cocok untuk pendaki pemula maupun yang sudah berpengalaman. Untuk kamu yang masih pemula, bisa mendaki gunung berketinggian 2.958 mdpl ini melalui jalur Cibodas yang medannya tidak terlalu terjal dengan waktu tempuh kurang lebih 6 jam.
Selain padang edelweis, selama perjalanan mata kamu juga akan dimanjakan dengan pemandangan air terjun Cibereum, menikmati hangatnya sumber air panas, hingga telaga. Karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, Gunung Gede sangat cocok untuk melepas kepenatan saat weekend. Untuk menuju ke sana, kamu bisa naik kereta api dengan tujuan Stasiun Bogor, lalu naik angkutan kota ke terminal Barangsiang untuk kemudian disambung dengan angkot menuju Cibodas.
Gunung Papandayan, Jawa Barat
Terletak di Garut, Jawa Barat, Gunung Papandayan menyimpan aneka pesona yang sudah siap untuk memanjakan para pecinta alam. Selama perjalanan menuju puncak gunung berketinggian 2.265 ini, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan kawah-kawah belerang seperti Kawah Baru, Kawah Manuk, Kawah Mas, dan Kawah Nangklak.
Perjalanan menuju puncak yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 jam ini dijamin tidak akan membuat kamu bosan karena kamu akan menemui padang bunga Edelweis yang luas bernama Tegal Alun, sekaligus melihat ke-eksotis-an hutan mati dengan ranting pepohonan yang sudah mengering.
Gunung Sibayak, Sumatera Utara
Gunung Sibayak adalah salah satu gunung berapi yang populer di Sumatera Utara. Cocok untuk pendaki pemula yang ingin menikmati pemandangan alam yang indah dan kawah yang masih aktif. Jalur pendakian Gunung Sibayak bisa ditempuh dalam waktu 2-3 jam. Jalurnya cukup jelas dan tidak terlalu terjal, cocok untuk pendaki pemula.
Gunung Sibayak menawarkan pemandangan kawah yang mengeluarkan uap belerang, serta pemandangan indah dari puncaknya yang mencakup kota Berastagi dan sekitarnya.
Gunung Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta
Gunung Nglanggeran adalah gunung api purba yang menawarkan pemandangan unik dan jalur pendakian yang ramah untuk pemula. Jalur pendakian Gunung Nglanggeran bisa ditempuh dalam waktu 1-2 jam. Jalurnya tidak terlalu sulit dan cocok untuk pendaki pemula.
Gunung Nglanggeran menawarkan pemandangan formasi batuan purba yang unik dan indah. Puncaknya juga memberikan pemandangan perbukitan dan hamparan sawah yang luas.


