
Pernahkah anda bingung bagaimana cara membedakan bekas jerawat yang merah dengan yang gelap? Jika iya, jangan bingung lagi. Sebab, kali ini tim kovermagz akan memaparkannya untuk anda. Namun sebelum itu, perlu diketahui, bekas jerawat merah dan gelap ini biasanya dikenal dengan sebutan PIE alias Post-inflammatory Erythema dan PIH atau Post-inflammatory Hyperpigmentation).
Meskipun keduanya sama-sama muncul setelah jerawat mereda, penyebab dan cara mengatasinya sangat berbeda. Untuk itu sangat penting memahami perbedaan PIE dan PIH agar tahu memilih skincare dan treatment yang tepat, tanpa membuang waktu atau uang percuma. Nah tanpa basa-basi lagi, yuk langsung saja simak artikel di bawah ini!
Apa Itu PIE dan PIH?
Sebelum buru-buru beli serum atau krim pencerah, penting untuk tahu dulu apakah bekas jerawatmu termasuk PIE atau PIH. Menurut Byrdie, PIE atau Post-inflammatory Erythema adalah bekas jerawat yang warnanya cenderung merah, pink, atau keunguan. Penyebabnya bukan pigmen, tapi pelebaran pembuluh darah setelah peradangan. Biasanya ini lebih sering terlihat pada kulit yang cerah.
Sementara itu, PIH atau Post-inflammatory Hyperpigmentation adalah bekas jerawat berwarna coklat, abu-abu, atau bahkan hitam yang muncul akibat produksi melanin berlebih pasca inflamasi. Dilansir dari Verywell Health, PIH lebih umum terjadi pada pemilik kulit medium hingga gelap.
Penyebab di Baliknya
Walaupun sama-sama diakibatkan oleh inflamasi, mekanisme PIE dan PIH berbeda. Menurut Clearstem Skincare, PIE terjadi akibat kerusakan atau pelebaran pembuluh darah di bawah kulit setelah jerawat meradang atau trauma kulit lainnya.
Di sisi lain PIH, kata Kins Clinic, muncul ketika melanosit (sel penghasil pigmen) bekerja terlalu aktif sehingga meninggalkan noda gelap yang membandel. Faktor seperti paparan sinar UV, memencet jerawat, atau iritasi berlebihan bisa memperparah keduanya.
Cara Membedakannya
Jika bingung bagaimana cara membedakan keduanya, mungkin trik yang satu ini bisa membantu. Yap, ada satu trik simple guna tahu apakah anda punya PIE atau PIH. Melansir dari Sublime Life, cukup tekan bekas jerawatmu dengan jari atau gelas bening:
- Apabila warnanya memudar sementara, itu tandanya bekas tersebut adalah PIE.
- Jika warnanya tetap sama, kemungkinan besar itu adalah PIH. Trik ini bisa membantu dalam memilih skincare dan treatment yang sesuai.
Kulit Seperti Apa yang Lebih Rentan?
Menurut Galderma Dermatology, PIE lebih sering terlihat pada kulit cerah karena pembuluh darah yang melebar lebih kontras dengan warna kulit. Sementara itu, PIH sering menyerang kulit medium hingga gelap karena melanin yang lebih banyak membuat pigmentasi lebih terlihat. Namun jangan salah, kedua kondisi ini bisa muncul pada semua jenis kulit jika terjadi inflamasi yang cukup parah.
Berapa Lama Bisa Hilang?
Dilansir dari Healthline, PIE biasanya memudar dalam beberapa minggu hingga bulan, terutama jika dirawat dengan benar dan dilindungi dari sinar matahari. Sebaliknya, PIH bisa bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, apalagi jika pigmentasinya sudah masuk ke lapisan dermis. Itulah kenapa PIH sering buat frustrasi kalau tidak ditangani sejak awal.
Strategi Perawatan yang Tepat
Untuk PIE, menurut Byrdie, fokuslah pada produk yang menenangkan peradangan dan memperbaiki pembuluh darah, seperti niacinamide, tretinoin, atau antibiotik topikal seperti clindamycin. Treatment seperti laser vascular atau light therapy juga bisa jadi opsi.
Untuk perawatan PIH, kata Verywell Health, lebih efektif diatasi dengan bahan pencerah seperti vitamin C, azelaic acid, retinoid, atau hydroquinone. Jangan lupa, sunscreen adalah wajib untuk mencegah pigmentasi makin gelap.


