Taksi Terbang: Transportasi Masa Depan

Ia menggambarkan bahwa layanan helicity ini bisa direalisasikan dapat mempermudah mobilitas para petinggi perusahaan. Waktu yang ditempuh untuk rute Cilegon-Cengkareng hanya 25 menit.

“Layanan tersebut juga akan membantu memudahkan mobilitas para CEO dan juga petinggi perusahaan yang didominasi ekspatriat dari Jepang dan Korea,” Ujar Ridi, Direktur Utama KSP.

Namun layanan transportasi udara ini tidak menjadi moda transportasi umum melainkan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen didaerah industri Kota Cilegon.

Owner PT Whitesky Avation Dennon Berri Klinsky Prawiraatmadja mengatakan tarif taxi udara ini akan dikenakan biaya sebesar kurang lebih 6 juta – 7 juta untuk 3 orang penumpang.

Perkembangan Taksi Terbang di Indonesia

Mengimplementasikan kecanggihan teknologi dan transportasi mutakhir di dunia juga mulai dilakukan Indonesia agar dapat bersaing secara global.

Salah satunya Taksi Drone buatan start up dari Kabupaten Bantul, Yogyakarta yakni perusahaan Frogs Indonesia yang telah melakukan uji coba di lapangan udara Gading, Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu, (7/03/2020).

Co Founder Frogs Indonesia Asro Nasiri mengatakan, taxi drone ini merupakan generasi kedua dari drone sebelumnya. Drone ini mampu mengangkut dua orang dengan berat 200 kilogram.

“Namanya itu Frogs 282, yang berarti dua penumpang dengan delapan mesin, dan merupakan generasi kedua,” kata Asro saat ditemui di Lanud Gading, Sabtu.

Tak hanya itu, sosok Rudi Salim, Executive Chairman Prestige Aviation memulai bisnis transportasi udara (taksi terbang) yakni EHang 216 diproduksi oleh Guangzhou EHang Intelligent Technology.