Jaswin Kaur : Putri Indonesia Maluku yang Peduli Literasi Anak Pedalaman

Aksinya dalam membantu anak-anak pedalaman diawali dengan perjalanan yang cukup sulit karena akses menuju Dusun Waipoot cukup berat. Lokasi permukiman tersebut berada di atas bukit, dengan kondisi jalan yang buruk. Ia bersama sejumlah relawan berjalan kaki di tengah hari yang panas dari batas jalan aspal, melalui jalan dusun yang sebagian besar masih berupa jalan tanah. Meski begitu, perjalanan tersebut seakan terbayar karena melihat puluhan anak-anak di Sekolah Rasa sangat antusias bermain dan belajar bersama.

Aksi kepedulian Jaswin Kaur Dhillon patut diapresiasi karena pada kenyataanya masih ada orang yang peduli terhadap literasi anak Indonesia. Agar kita ketahui Negara Indonesia berada pada rangking ke 62 dari 70 negara dengan tingkat literasi. Menurut UNESCO, masyarakat di Indonesia tingkat bacanya hanya 0.09 persen dari sebanyak seribu orang. Cuman sembilan orang yang rajin membaca.

Jaswin juga bersuara dan menyatakan bahwa alasannya meluncurkan program Kele Par Kalesang karena Maluku berada di peringkat 26 dari 34 provinsi di Indonesia, yang tingkat literasinya dinilai rendah. Menurutnya Maluku termasuk wilayah yang luas serta ada banyak celah pendidikan di daerah pelosok yang belum tersentuh secara baik.

Kurangnya kesadaran saat ini akan pentingnya membaca  untuk menunjang pendidikan kita, dan kehidupan kita yang semakin modern di era digital. Dengan banyak membaca, kita bisa memilah informasi yang benar supaya tidak terjebak informasi hoaks,” tuturnya

Faktanya, sebelum terjun dalam Putri Indonesia, ia sudah bergabung bersama tim pencetus Buku Kele dengan ikut donasi buku. Menurut jaswin akan lebih efektif jika dirinya turun langsung memantau distribusi buku sekaligus memantau program literasinya. Salah satu yang akan dia lakukan yakni membagikan 1.000 buku ke pelosok daerah di Maluku selama setahun. Dia menargetkan pembagian 100 buku setiap bulan.Melalui ajang Puteri Indonesia ini, dia berharap kegiatannya akan lebih tajam dan menjangkau target.

Dia juga  percaya keikutsertaannya di ajang pemilihan Puteri Indonesia 2022 Mei mendatang membantunya lebih getol menjalankan programnya secara berkesinambungan.

Sungguh sosok yang patut ditiru, semoga semakin banyak individu yang lebih peduli terhadap pendidikan literasi anak Indonesia dengan ikut berdonasi buku hingga ke pelosok Negeri.