
Siapa diantara sobat kover yang berencana bepergian ke Thailand dan Kamboja dalam waktu dekat? Jika iya, anda sebaiknya wajib meningkatkan kewaspadaan ekstra. Pasalnya, saat ini, sejumlah wilayah perbatasan antara kedua negara tengah dilanda ketegangan militer yang memicu konflik bersenjata, sehingga dinilai tidak aman untuk dikunjungi.
Konflik ini dipicu oleh sengketa wilayah di sepanjang garis perbatasan timur laut Thailand dan barat laut Kamboja, terutama di sekitar kompleks candi dan pos militer yang diklaim oleh kedua belah pihak. Meski sempat dilakukan upaya gencatan senjata, sejumlah insiden penembakan dan ledakan masih dilaporkan terjadi hingga akhir Juli 2025.
Berdasarkan informasi Tourism Authority of Thailand Newsroom (TAT News), pemerintah Thailand telah mengeluarkan imbauan agar wisatawan menghindari kunjungan ke tujuh provinsi yang berbatasan langsung dengan Kamboja, seperti Ubon Ratchathani, Sisaket, Surin, Buriram, Sa Kaeo, Chanthaburi, dan Trat. Untuk lebih lengkapnya, yuk simak artikel di bawah ini!
Ubon Ratchathani
Ubon Ratchathani adalah sebuah provinsi dan kota di bagian timur laut Thailand, yang dikenal sebagai Isan. Provinsi ini berbatasan dengan Laos di sebelah timur (dipisahkan oleh Sungai Mekong) dan Kamboja di sebelah selatan. Adapun destinasi yang masuk zona berbahaya antara lain Taman Nasional Phu Chong Na Yoi (Na Chaluai), Kaeng Lamduan (Nam Yuen), Pos Pemeriksaan Chong An Ma (Nam Yuen), Suaka Margasatwa Yod Dom
Surin
Surin adalah sebuah provinsi di bagian timur laut Thailand, juga termasuk dalam wilayah Isan. Provinsi ini berbatasan dengan Kamboja di sebelah selatan. Daerah yang dianggap berbahaya untuk dikunjungi adalah Prasat Ta Muen Thom/Tod, Prasat Ta Kwai, Prasat Ban Pluang, Prasat Phum Pon, Chong Chom, Taman Hutan Phanom Swai, Zona perbatasan Phanom Dong Rak, Suaka Margasatwa Huai Taptan–Huai Samran
Si Sa Ket
Si Sa Ket adalah sebuah provinsi di bagian timur laut Thailand, juga termasuk dalam wilayah Isan. Secara geografis, provinsi ini terletak di perbatasan dengan Kamboja di sebelah selatan. Destinasi yang masuk zona bahaya adalah Taman Nasional Khao Phra Wihan (Pha Mo I Daeng), Chong Sa Ngam, Daerah perbatasan dekat Kantharalak dan Phu Sing, Suaka Margasatwa Huai Sala, Suaka Margasatwa Phanom Dong Rak
Buri Ram
Buri Ram adalah sebuah provinsi di bagian timur laut Thailand, juga termasuk dalam wilayah Isan. Provinsi ini berbatasan dengan Kamboja di sebelah selatan. Zona terlarang wisatawan di sini adalah Chong Sai Taku, Taman Nasional Ta Phraya, Zona perbatasan dekat Ban Kruat dan Lahan Sai, Taman Bersejarah Phanom Rung, Prasat Mueang Tam (Suaka Batu Mueang Tam)
Sa Kaeo
Sa Kaeo adalah sebuah provinsi di bagian timur Thailand, berbatasan langsung dengan Kamboja. Provinsi ini penting sebagai gerbang perbatasan darat utama antara Thailand dan Kamboja, dengan pos pemeriksaan perbatasan Aranyaprathet/Poipet yang terkenal. Zona merah di provinsi ini antara lain Pos Pemeriksaan Ban Khlong Luek dan Pasar Rong Kluea, Prasat Sdok Kok Thom, Zona perbatasan dekat Aranyaprathet dan Khlong Hat.
Chanthaburi
Chanthaburi adalah sebuah provinsi di bagian timur Thailand. Provinsi ini dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya, terutama permata (safir dan rubi) dan buah-buahan tropis. Chanthaburi berbatasan dengan Kamboja di sebelah timur dan memiliki garis pantai yang panjang di Teluk Thailand. Adapun daerah yang berbahaya akibat konflik bersenjata dengan Kamboja antara lain pos pemeriksaan Ban Laem dan Ban Phat Kad, Zona perbatasan dekat Pong Nam Ron dan Soi Dao.
Trat
Trat adalah sebuah provinsi di bagian timur Thailand, yang dikenal karena pulau-pulau indahnya, termasuk Koh Chang, yang merupakan pulau terbesar kedua di Thailand. Trat berbatasan dengan Kamboja di sebelah timur dan memiliki garis pantai yang panjang di Teluk Thailand. Provinsi ini juga merupakan titik keberangkatan utama untuk feri menuju banyak pulau di Taman Nasional Laut Koh Chang. Daerah berbahaya di provinsi ini adalah pos pemeriksaan Ban Hat Lek, Ban Muen Dan, dan Ban Ma Muang
Darurat militer masih berlaku di distrik-distrik Chanthaburi, seperti Mueang Chanthaburi, Tha Mai, Makham, Laem Sing, Kaeng Hang Maew, Na Yai Am, Khao Khitchakut, serta di distrik Khao Saming, Trat. Para pelancong diimbau untuk mengikuti semua instruksi dari otoritas setempat dan petugas keamanan di area-area ini.
Sementara itu, wilayah lain di Thailand tetap beroperasi seperti biasa. Layanan domestik dan internasional, termasuk penerbangan, bus, feri, dan kereta api beroperasi seperti biasa, kecuali jalur yang ditangguhkan di Sa Kaeo. Destinasi populer seperti Bangkok, Chiang Mai, Phuket, Samui, Krabi, Pattaya, dan Ayutthaya tetap beroperasi dan tetap menerima pengunjung.
Kondisi serupa juga terjadi di Kamboja. Kawasan seperti Preah Vihear, Oddar Meanchey, dan Banteay Meanchey termasuk dalam zona merah yang rawan konflik, terutama akibat sengketa wilayah di sekitar kompleks candi kuno seperti Ta Muen Thom dan Ta Krabey.
Wilayah-wilayah ini tidak hanya rawan bentrokan antara pasukan kedua negara, tetapi juga memiliki potensi bahaya ranjau darat yang masih aktif. Oleh karena itu, wisatawan disarankan untuk tidak melakukan perjalanan darat dari Thailand ke Kamboja melalui jalur seperti Poipet atau O Smach-Chong Chom.
Destinasi wisata populer seperti Phnom Penh, Siem Reap, Kampot, dan Kep tetap menjadi pilihan yang aman bagi wisatawan karena letaknya jauh dari wilayah konflik. Phnom Penh sebagai ibu kota menawarkan berbagai situs sejarah dan budaya, sementara Siem Reap menjadi pintu gerbang menuju kompleks Angkor Wat yang terkenal di dunia. Di sisi selatan, Kampot dan Kep menyajikan suasana santai dengan pesona kota tua dan pantai yang tenang.
Sampai saat ini, proses negosiasi damai antara Thailand dan Kamboja masih berlangsung dengan mediasi dari pihak internasional. Namun, selama ketegangan belum mereda sepenuhnya, segala bentuk perjalanan menuju wilayah-wilayah perbatasan sebaiknya ditunda.
Jika tetap harus bepergian, buatlah perencanaan yang matang dan konsultasikan dengan agen perjalanan serta otoritas keamanan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Selama berada di luar negeri, disarankan untuk terus memantau informasi dari pemerintah setempat, kedutaan besar, serta otoritas pariwisata resmi. Pastikan pula asuransi perjalanan mencakup risiko terkait konflik atau keadaan darurat, dan daftarkan diri ke kedutaan negara asal untuk mendapatkan perlindungan tambahan.


