
Lebaran identik dengan makanan yang berlemak, berminyak dan bersantan. Jenis makanan ini ternyata memiliki kadar kolesterol tinggi. Jika Anda mengonsumsi jenis makanan berlemak, berminyak dan bersantan pada saat momen Idul Fitri, bisa saja kadar kolesterol dalam darah menjadi tinggi pasca lebaran.
Kolesterol adalah komponen lemak yang diproduksi oleh hati yang bermanfaat untuk pembentukan jaringan dan hormon. Terdapat dua jenis kolesterol yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). HDL akan membawa kolesterol yang berlebihan ke hati, sementara LDL akan membawa kolesterol ke sel-sel seluruh tubuh.
Sebenarnya tidak ada gejala khusus jika seseorang memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Jika Anda ingin mengetahui secara pasti kadar kolesterol Anda, sebaiknya temui dokter untuk melakukan tes darah. Ciri-ciri tingginya kadar kolesterol pasca lebaran sebenarnya sangat umum. Berikut ulasannya
Nyeri atau Tekanan di Area Dada
Rasa nyeri atau tekanan pada dada termasuk sinyal bahwa jantung tidak mendapatkan cukup pasokan oksigen. Kondisi ini dikenal sebagai Angina dan sering dikaitkan dengan penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan kolesterol.
Ketika arteri yang memasok darah ke jantung menyempit, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Hal ini dapat memicu rasa tidak nyaman di dada, terutama saat melakukan aktivitas fisik atau saat tubuh berada dalam kondisi stres. Jika gejala ini muncul, penting untuk segera mencari bantuan medis karena dapat menjadi tanda masalah jantung yang lebih serius.
Mudah lelah dan nyeri pada kaki
Plak di pembuluh darah yang muncul sebagai dampak dari tingginya kadar kolesterol dapat mengurangi aliran darah ke jaringan tubuh. Hal inilah yang akhirnya membuat penderita kolesterol tinggi menjadi lebih mudah merasa lelah. Selain itu, jika penumpukan plak terjadi pada pembuluh darah di kaki, penderitanya dapat mengalami tanda-tanda kolesterol tinggi seperti nyeri kaki.
Pembengkakan pada Kaki
Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki dapat terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efisien. Hal ini sering terjadi pada kondisi saat arteri mengalami penyempitan akibat penumpukan kolesterol.
Ketika aliran darah tidak berjalan dengan baik, cairan dapat menumpuk di jaringan tubuh bagian bawah, terutama di kaki. Pembengkakan ini biasanya terasa lebih jelas setelah berdiri atau duduk dalam waktu lama.
Tengkuk dan pundak pegal
Jika Anda sering merasa tengkuk dan pundak nyeri atau pegal, bisa jadi kadar kolesterol Anda sedang tinggi.
Tingginya kolesterol darah menyebabkan aliran darah terganggu khususnya suplai oksigen.
Kolesterol tersebut membentuk plak yang membuat aliran darah, khususnya yang ada di leher menjadi terhambat sehingga menyebabkan pegal.
Mengantuk
Sering menguap bisa menjadi tanda tubuh sedang kelebihan kadar kolesterol yang tidak boleh Anda abaikan.
Ketika suplai oksigen berkurang, kinerja otak akan terganggu sehingga Anda menjadi sering menguap.


