
Olahraga padel makin populer di Indonesia dan menjadi pilihan aktivitas fisik yang menarik bagi masyarakat perkotaan. Perpaduan unsur tenis dan squash, permainan yang bisa dilakukan bersama teman, serta aturan yang relatif mudah dipelajari membuat olahraga ini semakin dilirik pada 2026. Namun, sebelum ikut mencoba tren padel, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui, mulai dari aturan dasar, perlengkapan, biaya bermain, hingga cara menghindari cedera.
Popularitas padel di Indonesia terlihat dari semakin banyaknya lapangan dan komunitas yang bermunculan. Pada Februari 2026, Channel NewsAsia melaporkan bahwa perkembangan olahraga ini mendorong Indonesia untuk memperkuat pelatihan pelatih dan wasit berlisensi. Sementara itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga pada September 2026 turut menyoroti upaya membangun kompetisi profesional melalui Indonesia Padel League. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa padel tidak hanya menjadi tren gaya hidup, tetapi juga mulai membentuk ekosistem olahraga yang lebih terstruktur.
Apa Itu Olahraga Padel?
Padel merupakan olahraga raket yang menggabungkan sejumlah karakteristik tenis dan squash. Permainan ini menggunakan raket khusus tanpa senar dan bola yang menyerupai bola tenis. Lapangannya dikelilingi dinding kaca serta pagar jaring yang menjadi bagian dari permainan.
Mengacu pada aturan International Padel Federation (FIP), lapangan padel berukuran 10 meter × 20 meter dan dipisahkan oleh net di bagian tengah. Padel umumnya dimainkan oleh empat orang dalam dua pasangan, sehingga komunikasi dan kerja sama dengan rekan bermain menjadi bagian penting dari strategi.
Berbeda dari tenis, bola padel dapat memantul pada dinding setelah menyentuh permukaan lapangan sesuai ketentuan permainan. Hal ini membuat pemain perlu memperhatikan arah pantulan, posisi lawan, serta penempatan bola, bukan hanya mengandalkan kekuatan pukulan. Aturan lengkapnya dapat dilihat melalui dokumen resmi FIP.
Mengapa Padel Makin Diminati?
Salah satu daya tarik padel adalah suasana permainannya yang kompetitif sekaligus sosial. Karena umumnya dimainkan berpasangan, olahraga ini cocok dilakukan bersama teman, pasangan, rekan kerja, atau komunitas.
Padel juga menawarkan pengalaman berbeda bagi orang yang mulai bosan dengan rutinitas olahraga yang itu-itu saja. Permainan berlangsung dengan kombinasi gerakan pendek, perubahan arah, pukulan, dan koordinasi dengan pasangan. Aktivitas tersebut dapat membantu melatih kebugaran, kelincahan, koordinasi mata dan tangan, serta daya tahan tubuh.
Selain itu, perkembangan fasilitas dan komunitas turut membantu memperkenalkan padel kepada masyarakat yang sebelumnya belum mengenal olahraga ini. Radio Republik Indonesia (RRI) pada Januari 2026 juga menyoroti meningkatnya minat terhadap padel, terutama karena permainan ini dinilai menyenangkan dan memiliki unsur interaksi sosial yang kuat. Meski begitu, popularitasnya tidak berarti olahraga ini otomatis cocok untuk semua orang atau bebas risiko cedera.
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Bermain Padel
1. Kenali Aturan Dasarnya
Sebelum masuk lapangan, pelajari aturan dasar seperti cara melakukan servis, menghitung skor, mengembalikan bola, dan memanfaatkan pantulan dinding. Servis padel dilakukan dengan memantulkan bola ke lantai terlebih dahulu sebelum memukulnya, dengan ketentuan ketinggian pukulan servis tidak melebihi pinggang.
Memahami aturan sejak awal akan membantu permainan berlangsung lebih lancar. Jika baru pertama kali mencoba, mintalah petugas lapangan atau pelatih menjelaskan aturan yang berlaku agar tidak kebingungan saat bermain.
2. Siapkan Perlengkapan yang Sesuai
Perlengkapan utama yang dibutuhkan adalah raket padel, bola yang sesuai, pakaian olahraga yang nyaman, dan sepatu dengan daya cengkeram serta dukungan yang sesuai untuk gerakan menyamping.
Raket padel memiliki permukaan padat berlubang, bukan senar seperti raket tenis. Pemula biasanya dapat menanyakan pilihan raket kepada penyedia lapangan sebelum membeli sendiri. Beberapa fasilitas juga menyediakan penyewaan raket sehingga kamu tidak perlu langsung mengeluarkan biaya untuk membeli perlengkapan lengkap.
3. Perhitungkan Biaya Bermain
Sebelum memesan lapangan, periksa tarif sewa, durasi bermain, biaya penyewaan raket, serta kemungkinan biaya tambahan. Besarnya biaya dapat berbeda berdasarkan lokasi, jam bermain, jenis fasilitas, dan kebijakan masing-masing tempat.
Karena padel umumnya dimainkan oleh empat orang, biaya sewa lapangan bisa dibagi bersama rekan bermain. Cara ini dapat membuat pengalaman pertama lebih terjangkau. Namun, pastikan harga dan durasi sewa sudah jelas sebelum melakukan pemesanan.
4. Lakukan Pemanasan Sebelum Bermain
Jangan langsung bermain dengan intensitas tinggi begitu memasuki lapangan. Luangkan waktu untuk berjalan cepat atau melakukan gerakan ringan, mobilisasi sendi, serta latihan gerak menyamping secara bertahap.
Padel melibatkan perubahan arah yang cepat, gerakan menjangkau bola, serta pukulan yang menggunakan bahu dan lengan. Tanpa persiapan yang cukup, gerakan tersebut dapat meningkatkan risiko keluhan pada pergelangan kaki, lutut, bahu, atau siku.
Panduan pencegahan cedera dari Padel Federation Ireland menekankan pentingnya pemanasan bertahap, penggunaan sepatu yang sesuai, peningkatan intensitas secara perlahan, dan pemulihan yang cukup. Jika baru mulai berolahraga, hindari memaksakan durasi atau intensitas permainan.
5. Jangan Hanya Mengandalkan Kekuatan Pukulan
Bagi pemula, mengontrol arah bola dan menjaga posisi tubuh sering kali lebih penting daripada memukul sekeras mungkin. Perhatikan posisi rekan satu tim, antisipasi pantulan dinding, dan komunikasikan siapa yang akan mengambil bola.
Kamu juga tidak harus langsung menguasai semua teknik dalam satu sesi. Mulailah dengan latihan sederhana untuk membiasakan diri memegang raket, memukul bola, dan bergerak di lapangan. Jika ingin berkembang lebih cepat, pertimbangkan mengikuti sesi pengenalan bersama pelatih.
6. Perhatikan Kondisi Tubuh
Walaupun terlihat menyenangkan, padel tetap merupakan aktivitas fisik yang dapat menguras tenaga. Minumlah air secara berkala, sesuaikan intensitas dengan kemampuan, dan beristirahat ketika mulai merasa terlalu lelah.
Jika muncul nyeri tajam, pusing, sesak napas yang tidak biasa, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan, hentikan permainan. Jangan memaksakan diri hanya karena teman masih ingin melanjutkan. Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sudah lama tidak berolahraga sebaiknya menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan fisik dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.
Apakah Padel Cocok untuk Pemula?
Padel dapat menjadi pilihan menarik bagi orang yang ingin mencoba olahraga raket dengan suasana bermain bersama. Namun, kemudahan mempelajari dasar permainan bukan berarti seseorang langsung mahir atau tidak mungkin mengalami cedera.
Agar pengalaman pertama lebih nyaman, pilih lapangan dengan fasilitas yang memadai, ajak teman yang juga ingin belajar, gunakan perlengkapan yang sesuai, dan jangan ragu meminta bantuan pelatih. Fokuslah pada teknik dasar serta kenyamanan bergerak sebelum mengejar permainan yang lebih kompetitif.
Pada akhirnya, tren padel bisa menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan aktif sekaligus memperluas pergaulan. Hal terpenting bukan mengikuti popularitasnya semata, melainkan menemukan jenis olahraga yang menyenangkan, sesuai kemampuan, dan dapat dilakukan secara konsisten.


