Sering Gonta-Ganti Skincare Bisa Bikin Kulit Bermasalah? Ini Faktanya

Tren skincare terus berkembang. Hampir setiap waktu ada produk baru yang menawarkan manfaat untuk mencerahkan kulit, mengurangi jerawat, melembapkan, atau membuat wajah tampak lebih glowing. Tidak heran jika banyak orang tertarik mencoba berbagai produk dalam waktu berdekatan.

Namun, kebiasaan gonta-ganti skincare terlalu sering ternyata bisa membuat kulit bermasalah, terutama jika beberapa produk baru digunakan sekaligus. Kulit dapat mengalami iritasi, kemerahan, rasa perih, gatal, hingga munculnya jerawat. American Academy of Dermatology (AAD) juga menyarankan untuk memperkenalkan satu produk baru dalam satu waktu agar lebih mudah mengetahui apakah kulit dapat mentoleransinya.

Kenapa Sering Gonta-Ganti Skincare Bisa Bermasalah?

Setiap produk skincare memiliki kombinasi bahan yang berbeda. Ada produk yang mengandung bahan aktif seperti retinol, glycolic acid, salicylic acid, vitamin C, atau bahan eksfoliasi lainnya.

Ketika terlalu banyak produk baru dimasukkan ke dalam rutinitas sekaligus, kulit bisa mendapatkan terlalu banyak bahan aktif dalam waktu yang berdekatan. AAD menyebutkan bahwa penggunaan beberapa produk secara bersamaan, terutama produk anti-aging, dapat meningkatkan risiko iritasi.

Masalah lainnya adalah sulit mengetahui produk mana yang sebenarnya menyebabkan reaksi. Misalnya, seseorang menggunakan tiga produk baru dalam satu minggu kemudian mengalami kemerahan. Tanpa memperkenalkan produk satu per satu, akan lebih sulit menentukan produk atau bahan mana yang menjadi pemicunya.

Bukan Berarti Semua Ganti Skincare Itu Buruk

Perlu dipahami bahwa mengganti skincare tidak otomatis merusak kulit.

Seseorang bisa saja mengganti produk karena tidak cocok, ingin mencari formula yang lebih sesuai dengan kondisi kulit, atau karena produk sebelumnya sudah tidak tersedia. Masalah biasanya muncul ketika terlalu banyak produk diganti dalam waktu singkat atau penggunaan bahan aktif dilakukan secara berlebihan.

Jadi, yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa sering seseorang membeli atau mencoba produk baru, tetapi bagaimana produk tersebut diperkenalkan ke dalam rutinitas skincare.

Jika kulit sudah cocok dengan produk tertentu, tidak ada keharusan untuk terus menggantinya hanya karena muncul produk baru atau mengikuti tren di media sosial.

Apa Tanda Kulit Tidak Cocok dengan Skincare Baru?

Reaksi kulit setelah menggunakan produk baru bisa berbeda-beda. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kulit terasa perih atau terbakar.
  • Muncul kemerahan.
  • Kulit terasa sangat gatal.
  • Kulit menjadi kering dan mengelupas.
  • Muncul ruam atau bengkak.
  • Timbul jerawat atau bruntusan yang tidak biasa.
  • Kulit terasa lebih sensitif dibandingkan sebelumnya.

FDA menjelaskan bahwa produk kosmetik dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang. Reaksi tersebut dapat berupa ruam merah yang terasa gatal, kulit mengelupas, pembengkakan, hingga gejala lain yang lebih serius.

Namun, munculnya jerawat atau kemerahan setelah memakai produk baru tidak selalu berarti alergi. Bisa saja kulit mengalami iritasi akibat bahan tertentu atau penggunaan produk yang terlalu banyak.

Iritasi dan Alergi Itu Tidak Sama

Banyak orang menganggap setiap reaksi setelah memakai skincare sebagai alergi. Padahal, iritasi dan alergi merupakan kondisi yang berbeda.

Iritasi dapat terjadi ketika suatu bahan terlalu keras untuk kulit atau digunakan terlalu sering. Misalnya, penggunaan beberapa produk eksfoliasi secara bersamaan dapat membuat kulit terasa kering, perih, atau kemerahan.

Sementara itu, alergi dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap suatu bahan tertentu. Menurut FDA, kosmetik dapat menyebabkan allergic contact dermatitis, yang dapat ditandai dengan kulit merah, gatal, dan mengalami ruam.

Karena penyebabnya berbeda, penanganannya juga tidak selalu sama. Jika reaksi cukup berat atau terus berulang, pemeriksaan oleh dokter kulit dapat membantu menemukan penyebabnya.

Jangan Langsung Mengganti Semua Produk Sekaligus

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah mengganti seluruh rutinitas skincare dalam satu waktu.

Misalnya, cleanser, toner, serum, moisturizer, dan sunscreen semuanya diganti dalam minggu yang sama. Jika kemudian kulit mengalami masalah, akan sulit mengetahui produk mana yang menjadi penyebab.

Baca Juga:  Pori-Pori Terlihat Besar, Benarkah Bisa Diperkecil dengan Skincare?

AAD menyarankan untuk memperkenalkan satu produk baru pada satu waktu sehingga kulit dapat dipantau reaksinya.

Cara ini juga membuat seseorang lebih mudah mengetahui produk mana yang cocok dan mana yang tidak.

Bagaimana Cara Aman Mengganti Skincare?

Jika ingin mencoba produk baru, lakukan secara bertahap. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

1. Jangan Mengganti Banyak Produk Sekaligus

Pilih satu produk yang memang ingin diganti terlebih dahulu. Setelah kulit dapat menerimanya, barulah pertimbangkan perubahan produk lainnya.

2. Perhatikan Kandungan Aktif

Jika produk baru mengandung bahan aktif yang cukup kuat, jangan langsung menggabungkannya dengan banyak bahan aktif lainnya.

Penggunaan beberapa produk dengan bahan yang berpotensi mengiritasi secara bersamaan dapat meningkatkan risiko kulit mengalami iritasi.

3. Lakukan Tes pada Area Kecil

AAD merekomendasikan pengujian produk skincare pada area kulit yang kecil sebelum digunakan secara luas. Untuk produk tertentu, pengujian dapat dilakukan dua kali sehari selama tujuh hingga 10 hari untuk melihat apakah muncul reaksi seperti kemerahan, gatal, atau pembengkakan.

Tes seperti ini tidak menjamin seseorang pasti tidak mengalami reaksi ketika produk digunakan di wajah, tetapi dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan masalah lebih awal.

4. Jangan Abaikan Rasa Perih atau Terbakar

Sensasi perih, terbakar, atau menyengat bukan sesuatu yang harus selalu dianggap sebagai tanda bahwa skincare sedang “bekerja”.

AAD menyarankan menghentikan produk yang menyebabkan sensasi menyengat atau terbakar, kecuali produk tersebut memang diresepkan dan dokter telah menjelaskan bahwa reaksi tersebut dapat terjadi.

5. Beri Waktu untuk Melihat Perkembangan

Tidak semua produk skincare memberikan hasil dalam beberapa hari. Sebelum buru-buru mengganti produk lagi, pertimbangkan apakah produk tersebut memang membutuhkan waktu untuk menunjukkan manfaatnya.

Terlalu sering berpindah dari satu produk ke produk lain justru membuat rutinitas skincare sulit dievaluasi.

Bagaimana Jika Kulit Sudah Terlanjur Bermasalah?

Jika setelah menggunakan produk baru kulit menjadi merah, gatal, terasa terbakar, atau muncul ruam, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menghentikan penggunaan produk yang dicurigai menyebabkan reaksi.

FDA juga menyarankan menghentikan penggunaan kosmetik ketika terjadi reaksi yang tidak diharapkan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.

Sementara menunggu kondisi kulit membaik, hindari menambahkan banyak produk baru. Rutinitas sederhana dengan produk yang sebelumnya sudah diketahui cocok dapat menjadi pilihan, sambil tetap memperhatikan kondisi kulit.

Jika reaksi cukup berat, tidak membaik, terjadi pembengkakan, atau menimbulkan gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya periksa ke dokter kulit.

Jangan Mudah Tergoda Tren Skincare

Media sosial membuat berbagai produk skincare mudah menjadi tren. Namun, produk yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untuk kulit kita.

Bahkan label seperti “hypoallergenic” tidak berarti sebuah produk dijamin tidak menyebabkan alergi. FDA menyebutkan bahwa istilah tersebut tidak memiliki definisi standar federal dan tidak dapat menjamin seseorang bebas dari reaksi alergi.

Karena itu, memilih skincare sebaiknya didasarkan pada kebutuhan dan kondisi kulit, bukan hanya popularitas produk.

Jadi, Apakah Sering Gonta-Ganti Skincare Bisa Bikin Kulit Bermasalah?

Bisa, terutama jika banyak produk baru digunakan dalam waktu berdekatan atau beberapa bahan aktif yang berpotensi mengiritasi dipakai secara bersamaan. Namun, bukan berarti mengganti skincare selalu buruk bagi kulit.

Kuncinya adalah memperkenalkan produk secara bertahap, mencoba satu produk baru pada satu waktu, memperhatikan kandungannya, dan menghentikan penggunaan jika muncul reaksi yang tidak biasa.

Daripada terus mengejar produk skincare terbaru, lebih baik membangun rutinitas yang sederhana dan sesuai dengan kebutuhan kulit. Kulit tidak selalu membutuhkan semakin banyak produk, tetapi membutuhkan produk yang tepat dan digunakan secara konsisten.