7 Kesalahan Memakai Sunscreen yang Masih Sering Dilakukan

Banyak orang mengira bahwa memakai sunscreen saja sudah cukup untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Padahal, cara penggunaan yang kurang tepat bisa membuat perlindungan sunscreen menjadi tidak maksimal.

Tak sedikit orang yang tetap mengalami kulit kusam, flek hitam, bahkan sunburn meski merasa sudah rutin menggunakan sunscreen setiap hari. Penyebabnya sering kali bukan karena produknya kurang bagus, melainkan karena ada kesalahan dalam cara pemakaiannya.

Menurut para ahli dermatologi, penggunaan sunscreen yang benar merupakan salah satu langkah paling penting untuk menjaga kesehatan kulit, mencegah penuaan dini, serta mengurangi risiko kanker kulit akibat paparan sinar ultraviolet (UV).

Lalu, apa saja kesalahan yang masih sering dilakukan? Berikut penjelasannya.

Mengapa Sunscreen Sangat Penting?

Paparan sinar ultraviolet, baik UVA maupun UVB, dapat memberikan dampak buruk pada kulit.

Sinar UVA mampu menembus lapisan kulit lebih dalam sehingga berperan dalam munculnya kerutan, flek hitam, dan penuaan dini. Sementara itu, sinar UVB menjadi penyebab utama kulit terbakar akibat matahari.

Penggunaan sunscreen setiap hari membantu melindungi kulit dari kedua jenis sinar tersebut, bahkan saat cuaca mendung atau ketika beraktivitas di dalam ruangan yang masih terpapar cahaya matahari melalui jendela.

1. Menggunakan Sunscreen Terlalu Sedikit

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menggunakan sunscreen dalam jumlah yang terlalu sedikit.

Banyak orang hanya mengoleskan sedikit produk agar terasa ringan di wajah. Padahal, jumlah tersebut belum tentu memberikan perlindungan sesuai nilai SPF yang tertera pada kemasan.

Sebagai panduan, wajah dan leher umumnya membutuhkan sekitar dua ruas jari sunscreen atau kurang lebih seperempat sendok teh agar perlindungannya optimal.

2. Baru Memakai Sunscreen Saat Sudah Berada di Luar Ruangan

Sunscreen sebaiknya tidak digunakan ketika kulit sudah terpapar sinar matahari.

Idealnya, produk diaplikasikan sekitar 15–30 menit sebelum keluar rumah agar bahan aktifnya memiliki waktu untuk bekerja secara optimal.

Jika langsung terkena matahari setelah pemakaian, efektivitas perlindungannya bisa berkurang.

3. Tidak Mengoleskan Kembali (Reapply)

Salah satu kesalahan terbesar adalah menganggap sunscreen cukup dipakai sekali sehari.

Padahal, perlindungan sunscreen akan berkurang seiring waktu, terutama jika Anda berkeringat, berenang, atau sering menyentuh wajah.

American Academy of Dermatology menyarankan untuk mengoleskan kembali sunscreen setiap dua jam, terutama saat berada di luar ruangan dalam waktu lama.

4. Hanya Memakai Sunscreen Saat Cuaca Cerah

Masih banyak orang yang menganggap sunscreen hanya diperlukan ketika matahari sedang terik.

Padahal, hingga sekitar 80 persen sinar ultraviolet tetap dapat menembus awan. Artinya, kulit tetap berisiko mengalami kerusakan meski cuaca mendung.

Karena itu, sunscreen sebaiknya digunakan setiap hari, tidak hanya saat musim panas atau ketika berlibur di pantai.

5. Lupa Mengoleskan pada Area yang Sering Terlewat

Inilah kesalahan yang paling banyak terjadi.

Baca Juga:  Wajah Terlihat Lebih Tua dari Usia Sebenarnya? Cek Kebiasaan Sehari-hari Ini

Sebagian orang hanya mengoleskan sunscreen pada pipi, dahi, dan hidung. Padahal, ada beberapa area yang juga rentan terkena sinar matahari, seperti:

  • Telinga.
  • Leher.
  • Belakang leher.
  • Kelopak mata (menggunakan produk yang aman untuk area mata).
  • Garis rambut.
  • Bibir (menggunakan lip balm yang mengandung SPF).
  • Punggung tangan.

Area-area tersebut sering terlupakan sehingga tetap berisiko mengalami flek hitam maupun penuaan dini.

6. Mengandalkan SPF pada Makeup Saja

Foundation, cushion, atau bedak memang ada yang mengandung SPF. Namun, jumlah produk makeup yang digunakan umumnya tidak cukup untuk memberikan perlindungan maksimal.

Karena itu, makeup dengan SPF tidak bisa menggantikan fungsi sunscreen.

Sebaiknya tetap gunakan sunscreen sebagai lapisan dasar sebelum memakai produk riasan.

7. Menggunakan Sunscreen yang Sudah Kedaluwarsa

Sunscreen memiliki masa simpan tertentu.

Produk yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa atau disimpan di tempat yang terlalu panas dapat mengalami penurunan efektivitas.

Akibatnya, perlindungan terhadap sinar UV menjadi tidak optimal meski sunscreen masih terlihat normal.

Sebelum digunakan, selalu periksa tanggal kedaluwarsa dan simpan produk sesuai petunjuk pada kemasan.

Bagaimana Cara Memilih Sunscreen yang Tepat?

Agar perlindungan lebih maksimal, pilih sunscreen dengan kriteria berikut:

  • Memiliki SPF minimal 30.
  • Berlabel broad spectrum, yang berarti melindungi dari sinar UVA dan UVB.
  • Sesuaikan dengan jenis kulit, misalnya gel untuk kulit berminyak atau krim untuk kulit kering.
  • Pilih formula tahan air (water resistant) jika sering beraktivitas di luar ruangan atau berolahraga.

Selain itu, pastikan produk telah memiliki izin edar dari BPOM agar keamanan dan kualitasnya lebih terjamin.

Tips agar Sunscreen Bekerja Maksimal

Selain menggunakan sunscreen dengan benar, Anda juga dapat meningkatkan perlindungan kulit melalui beberapa kebiasaan berikut:

  • Gunakan topi bertepi lebar saat berada di bawah sinar matahari.
  • Kenakan pakaian berlengan panjang jika beraktivitas di luar ruangan.
  • Gunakan kacamata hitam yang mampu menyaring sinar UV.
  • Hindari paparan matahari langsung antara pukul 10.00 hingga 16.00 jika memungkinkan.
  • Tetap gunakan sunscreen meski bekerja di dekat jendela atau berkendara pada siang hari.

Sunscreen merupakan salah satu produk skincare yang paling penting untuk menjaga kesehatan kulit. Namun, manfaatnya hanya akan optimal jika digunakan dengan cara yang benar.

Mulai dari menggunakan jumlah yang cukup, mengaplikasikannya sebelum keluar rumah, rutin melakukan reapply, hingga tidak melupakan area seperti telinga dan leher, semuanya berperan dalam memberikan perlindungan maksimal dari sinar ultraviolet.

Dengan menghindari tujuh kesalahan di atas, Anda tidak hanya membantu mencegah kulit kusam dan flek hitam, tetapi juga mengurangi risiko penuaan dini serta berbagai masalah kulit akibat paparan sinar matahari.