Sederet Fakta Menarik Film Budi Pekerti yang Tayang 2 November 2023 Yang Wajib Diketahui!

256

Inilah sederet fakta menarik yang harus anda ketahui tentang film Budi pekerti. Film yang telah resmi tayang di bioskop pada hari Kamis, 2 November 2023 itu merupakan karya Wregas Bhanuteja yang sebelumnya meraih kesuksesan dengan film “Penyalin Cahaya” pada 2021 lalu.

Menariknya, film ini juga diperankan oleh beberapa bintang ternama tanah air seperti Prilly Latuconsina, Angga Yunanda, Ari Lesmana, Dwi Sasono, Sha Ine Febriyanti dan masih banyak lagi. Adapun untuk produksinya, film ini diproduksi oleh Rekata Studio, Kaninga Pictures, Masih belajar Project, KG Studio, dan Momo Film Co. Lantas, apa sajakah fakta menarik tersebut? Kali ini kami akan mengupasnya untuk anda. Simak ulasannya! 

Lokasi syuting adalah SMP Sutradara

Fakta pertama di film Budi Pekerti adalah lokasi syuting yang merupakan tempat SMP sang sutradara, Wregas Bhatuneja, bersekolah. Dulu, lulusan IKJ ini sempat bersekolah di SMP Stellla Duce Yogyakarta.

Selain di SMP sang sutradara, film Budi Pekerti ini juga mengambil lebih dari 40 lokasi yang ada di daerah Yogyakarta. Di akhir adegan, guru BK yang ada dalam film ini merupakan guru Wregas saat masih sekolah.

Tayang Perdana di Toronto International Film Festival 2023

Untuk pertama kalinya, film Budi Pekerti secara perdana ditayangkan di Toronto International Film Festival (TIFF) 2023 pada 9 September 2023. TIFF 2023 merupakan sebuah festival film yang dihadiri masyarakat yang diadakan di Toronto, Ohio, Kanada. Festival film ini digelar sebagai ajang penghargaan insan perfilman yang diadakan setiap tahunnya. Sebelumnya, film ini telah merilis teaser trailer pada Jumat, 1 September 2023.

Hadir di festival SXSW Sydney

Budi Pekerti juga sempat mampir di SXSW Sydney pada 15-22 Oktober 2023 lalu. SXSW merupakan festival musik, film dan teknologi South by Southwest. Ajang bergengsi itu diisi dengan penampilan musisi juga artis peran dari seluruh dunia. 

Ide Cerita dari Kisah Nyata

Film Budi Pekerti mengangkat fenomena sosial masyarakat masa kini di mana banyak orang merekam dan memviralkan kejadian di sekitar. Akan tetapi orang-orang tidak memikirkan dampak apa yang akan terjadi pada kehidupan orang yang direkam dan diviralkan itu.

Wregas mengungkap bahwa ide cerita yang sangat relate dengan kondisi sekarang itu diambil dari kisah nyata yang pernah terjadi di masa pandemi.

Eksekusi Arahan Sutradara dengan Baik

Prilly Latuconsina memainkan peran Tita yang diceritakan sebagai perempuan Jawa yang berdialog dengan bahasa Jawa Krama Inggil. Ada satu adegan di mana Prilly Latuconsina harus akting menangis dengan gestur yang sangat detail. Dia menceritakan ini melalui akun Instagram pribadinya. Sebagai aktris profesional, dia tentu harus mengikuti arahan sutradara.

Bersama dengan keterangan itu, Prilly menyertakan video potongan adegannya. Benar saja, dengan konsentrasi yang baik, mantan kekasih Maxime Bouttier ini mampu mengeksekusi arahan sutradara dengan baik.

Harus Nangis dari Mata Sebelah Kiri

Selain mampu mengeksekusi arahan sutradara dengan baik, Prilly Latuconsina juga harus melakoni akting nangis dari mata sebelah kiri loh sobat kover. Dalam layar, terlihat jelas bagaimana Prilly menelan ludahnya diikuti dengan air mata yang menetes di mata sebelah kiri. Rangkaian adegan ini dilakukan hanya dalam waktu beberapa detik saja. 

“Perlu konsentrasi yang sangat tinggi saat melakukan adegan ini. Aku harus benar-benar fokus sama emosinya dan juga memperhatikan segala gerakan yang harus aku lakukan. Dan ini hasilnya. Aku bisaaa! Pengalaman yang baru buat aku dan juga sangat menarik!” tulisnya lagi.

Berkat kualitas aktingnya, aktris cantik ini masuk nominasi sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI 2023). Kabar gembira ini datang tepat di hari menjelang ulang tahunnya, yaitu pada Minggu, 15 Oktober 2023 yang membuatnya tak mampu menahan air mata kebahagiaan.

Pengalaman Prilly Latuconsina Belajar Bahasa Jawa Krama untuk Film Budi Pekerti

Prilly Latuconsina lagi-lagi memukau publik lewat totalitas di film terbarunya, Budi Pekerti. Dalam trailer filmnya yang dirilis baru-baru ini, peran wanita berdarah Ambon ini menjadi salah satu yang jadi sorotan publik. Pada film Budi Pekerti, Prilly Latuconsina mengambil peran sebagai sosok Tita, perempuan Jawa yang berdialog dengan bahasa Jawa Krama Inggil.

Tidak memiliki darah Jawa apalagi kemampuan berbahasa Jawa, Prilly membagikan pengalamannya belajar Krama Alus untuk perannya di film Budi Pekerti. Di akun TikTok pribadinya, dia membagikan cerita seru penuh tantangan tersebut.

“Ini video saat aku belajar Krama Inggil, membiasakan diri aku dengan kalimat-kalimat yang tidak pernah aku dengar,” tulis Prilly Latuconsina di caption videonya.

Belajar 3 Bulan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Prilly Latuconsina harus belajar bahasa Jawa selama 3 bulan. Berdasarkan unggahan di video, Prilly menuliskan beberapa keterangan dalam proses perjalanannya mempelajari bahasa Jawa Krama Inggil. Dia dibimbing oleh seorang dialect coach bernama Banyu Bening untuk memantapkan dialognya itu.

“September – Oktober dilatih sutradara Wregas Bhanuteja demi jadi Tita di film Budi Pekerti. November 2022 Tim Budi Pekerti datengin dialect coach buat aku, Mas Banyu Bening,” tulis perempuan berusia 27 tahun itu. 

“Saat ka Wregas memberikan aku kepercayaan untuk membawakan karakter TITA, Aku janji sama diri aku sendiri untuk berlatih lebih giat,” begitu disampaikan Prilly di caption video TikTok tersebut.

Terinspirasi dari guru BK, Wregas Bhatuneja

Film yang dibintangi Ine Febriyanti ini terinspirasi dari pengalaman sang sutradara, Wregas Bhatuneja. Saat masih sekolah, guru BK Wregas memperkenalkannya pada dunia film hingga membentuk karakternya seperti sekarang ini.

Sutradara kelahiran Yogyakarta ini juga mengungkapkan bahwa film Budi Pekerti ditujukan untuk menghormati seluruh guru yang ada di Indonesia. Baginya, peran guru sangat penting dalam memajukan pendidikan di negeri ini.

Sha Ine Febriyanti Diperdengarkan Suara Anaknya dalam Salah Satu Adegan

Dalam salah satu adegan yang juga viral di TikTok, Sha Ine Febriyanti terlihat tengah melakukan adegan mendengarkan audio rekaman. Menariknya, rekaman audio yang diperdengarkan ke Sha Ine Febriyanti adalah suara anak-anaknya, meski di film audio yang diputar sangat berbeda.

Hal itu dilakukan karena Sha Ine Febriyanti diminta meneteskan air mata dari salah satu mata saja, alhasil caranya adalah dipancing dengan memperdengarkan suara anak-anaknya.

Didedikasikan untuk Guru

Bukan tanpa alasan karakter perempuan utama dalam film ini adalah seorang guru BK karena Wregas ingin mempersembahkan film Budi Pekerti kepada para guru. Ia mendedikasikan film ini untuk para guru, tidak hanya gurunya dulu di masa sekolah, namun juga seluruh guru yang menyaksikan.

Menariknya, salah satu guru yang tampil dalam adegan akhir film Budi Pekerti, yang memberikan jarik pada Bu Prani adalah guru asli Wregas Bhanuteja.

Sinopsis Film Budi Pekerti

Mengutip dari Showbiz Liputan6.com, film ini berlatarkan Yogyakarta di masa pandemik. Film ini berkisah tentang Bu Prasni (Sha Ine Febriyanti), seorang guru BK yang terlibat perselisihan dengan salah satu pengunjung pasar. Kejadian tersebut berhasil direkam oleh seseorang dan diunggah ke media sosial.

Video tersebut pun viral dan mendapat beragam komentar negatif karena sikap Bu Prani dinilai tidak mencerminkan layaknya seorang guru. Setelah video tersebut terlebas luas, tidak hanya Bu Prani yang dikecam, keluarganya pun ikut kena getahnya. Segala tindakan dan perlakuan dari masing-masing anggota keluarga pun mulai dinilai dan dicari-cari kesalahannya.

Hal tersebut pun membuat hidup mereka menjadi tidak tenang karena apapun yang dilakukan mereka akan selalu dipandang salah di mata masyarakat dan publik. Kejadian itu sangat memengaruhi kehidupan mereka, mulai dari hilangnya keharmonisan keluarga hingga terancam kehilangan pekerjaan.

Baca Juga:  Rekomendasi Notes Parfum yang Cocok untuk Cuaca Panas