Raja Inggris Charles III Menderita Kanker, Penyakit Apa Itu?

146

Belakangan ini, kabar tak sedap datang dari salah satu kerajaan paling besar di dunia yakni kerajaan Inggris. Ya, tepat pada beberapa hari lalu, pemimpin Kerajaan Inggris, Raja Charles III diketahui telah mengidap penyakit kanker dan kini telah memulai proses pengobatan. 

Melansir dari laman BBC News, berita ini diumumkan langsung oleh Istana Buckingham pada hari Senin (5/2/2024). 

“Uji diagnostik telah keluar dan mengidentifikasi bahwa penyakit ini adalah sejenis kanker,” ungkap mereka.

Kendati begitu, hingga kini, jenis kanker yang diidap Charles masih dirahasiakan. Kanker ini terdeteksi kala Raja Charles III menjalani perawatan pembesaran prostat di bulan Januari. Namun, Istana memastikan jenis kanker yang diidap sang raja bukanlah kanker prostat. Pemimpin berusia 75 tahun itu nantinya juga akan mundur dari tugas publik untuk menjalani perawatan. 

“Yang Mulia hari ini telah memulai jadwal perawatan rutin dan selama masa ini beliau telah disarankan oleh dokter untuk menunda tugas-tugas yang berhadapan dengan publik,” ujar pihak istana. 

“Sepanjang masa ini, Yang Mulia akan terus menjalankan urusan negara dan urusan resmi seperti biasa.”

Ditambahkan bahwa Charles “tetap menyikapi dengan positif perawatan yang dijalaninya dan berharap dapat segera kembali menjalankan tugas publiknya.” 

Ratu Camilla dan Pangeran Wales akan mengambil alih tugasnya untuk beberapa acara. Ratu Camilla pada Kamis sebelumnya sempat mengungkapkan bagaimana kondisi terkini suaminya itu. Ia menuturkan bahwa Charles saat ini berada dalam kondisi yang baik.

“Charles sangat tersentuh dengan semua surat dan pesan yang dikirimkan masyarakat dari mana saja,” tandasnya.

Penyataan Raja Charles usai didiagnosis kanker

Sejak Istana mengumumkan kondisi kesehatannya, Raja Charles pun akhirnya buka suara melalui laman Instagram resmi kerajaan. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas banyaknya dukungan dan harapan baik untuknya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas banyak pesan dukungan dan harapan baik yang saya terima dalam beberapa hari terakhir,” tuturnya dikutip akun Instagram @theroyalfamily, Minggu (11/2/2024).

“Seperti yang diketahui semua orang yang terkena kanker, pemikiran baik seperti itu merupakan penghiburan dan dorongan terbesar,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Raja Charles juga merasa lega karena kondisinya ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kanker. Ia pun mengungkapkan rasa kagumnya kepada mereka yang telah peduli dan mendedikasikan diri untuk para penyintas.

“Saya juga merasa lega mendengar bagaimana berbagi diagnosis saya telah membantu meningkatkan pemahaman masyarakat dan menyoroti pekerjaan semua organisasi yang mendukung pasien kanker dan keluarga mereka di Inggris dan dunia yang lebih luas.”

“Kekaguman seumur hidup saya atas kepedulian dan dedikasi mereka yang tak kenal lelah semakin besar berkat pengalaman pribadi saya,” imbuhnya.

Tugas Perdana Pangeran William Seusia Raja Charles Didiagnosis Kanker

Walaupun kabar yang beredar dari istana sejauh ini positif, berita tersebut nyatanya cukup meresahkan warga Inggris. Pasalnya, Charles baru naik takhta sekitar 17 bulan setelah kematian ibunya, Ratu Elizabeth II. 

Ditambah, sang pewaris takhta, Pangeran William serta Ratu Camilla diperkirakan akan lebih banyak terlibat di depan umum untuk menjelaskan ketidakhadiran Charles.

Di sisi lain, Kate Middleton dilaporkan “khawatir” dengan suaminya, Pangeran William, setelah ia terpaksa kembali menjalani tugas kerajaan usai Raja Charles III didiagnosis kanker. Ayah tiga anak ini menjadi tuan rumah upacara penobatan di Kastil Windsor, saat ia membagikan lebih dari 50 penghargaan atas nama Raja Charles III. 

Sementara Raja menjalani pengobatan kanker, Putri Wales juga absen menemani William karena sedang dalam proses pemulihan dari operasi perut bulan lalu. Menurut pakar kerajaan dan penulis Christopher Andersen, Kate prihatin atas beban kerja suaminya, mengingat situasinya yang tidak bisa banyak membantu. 

“Kate khawatir dengan dampak psikis yang ditimbulkan pertarungan medis ganda ini terhadap suaminya,” kata Andersen pada Fox News, dikutip dari NY Post, Sabtu, 10 Februari 2024.

“Di sisi lain, William juga sangat khawatir dengan kondisi Kate, yang mana kita masih belum tahu untuk apa operasi perutnya atau mengapa pemulihannya memakan waktu berbulan-bulan, dan sekarang ia harus menghadapi kenyataan bahwa ayahnya menderita kanker,” katanya pada outlet tersebut.

Apa itu kanker?

Kanker terjadi saat sel-sel di bagian spesifik di badan terpecah secara tidak terkontrol. Sel-sel ini dapat menyebar ke jaringan-jaringan lain di dalam tubuh, termasuk organ-organ dalam. Kondisi ini disebut kanker sekunder atau kanker metastasis.

Untuk mendapatkan diagnosa, biasanya dokter akan memulainya dengan bertanya kepada pasien tentang gejala-gejala yang dialami. Kemudian, dokter juga akan melakukan tes atau pemeriksaan kepada pasien.

Tes-tes ini bisa meliputi tes darah, X-ray, atau pemindaian lainnya. Dokter juga mungkin akan mengambil sampel jaringan – disebut biopsi – untuk dicek di laboratorium. Terkadang, seperti pada kasus Raja Charles, kanker ditemukan saat pasien menjalani pemeriksaan medis untuk hal yang lain.Kanker juga dapat didiagnosis melalui skrining atau pemeriksaan dini.

Inggris Raya menawarkan pemeriksaan dini untuk kanker payudara, kanker usus, dan kanker serviks. Skrining kanker berupaya mencari tanda-tanda kanker dini di orang-orang yang tidak mengalami gejala. Tes-tes lanjutan akan mengonfirmasi apakah pasien yang bersangkutan benar terkena kanker.

Di Inggris Raya, satu dari dua orang terkena jenis kanker semasa hidup mereka. Terdapat 200 jenis kanker – yang paling umum di Inggris adalah kanker payudara, kanker paru-paru, kanker prostat, dan kanker usus, menurut situs NHS UK. Setiap kanker didiagnosis dan diobati dengan cara masing-masing.

Apa saja pengobatan utama untuk kanker?

Ada banyak cara berbeda untuk mengobati atau menangani kanker. Penanganan kanker sendiri bergantung pada jenis kanker dan bagian tubuh mana yang terjalar kanker. Sebagian kanker dapat ditangani dengan operasi, sementara obat-obatan kemoterapi bisa diberikan melalui pembuluh darah atau diminum secara oral untuk membunuh sel-sel kanker.

Pengobatan radioterapi atau adalah opsi lain untuk penanganan kanker. Jenis pengobatan ini menggunakan teknologi radiasi untuk menyerang kanker. Namun, tidak semua perawatan dapat menyembuhkan kanker.

Apa saja tahap-tahap kanker?

Tahapan kanker adalah cara para dokter untuk mendeskripsikan seberapa besar kanker yang ditemukan dan sejauh mana penyebarannya. Dengan begini, dokter bisa menentukan opsi pengobatan yang terbaik bagi si pasien.

Fase kanker menggunakan angka-angka. Tahap satu adalah ketika kankernya kecil dan belum menjalar. Sementara Tahap Empat adalah tahap dimana kanker sudah berkembang pesat dan menjalar di seluruh tubuh.

Baca Juga:  Reality Club Wakili Indonesia di Festival South by Southwest (SXSW) 2024

Warning: A non-numeric value encountered in /home/kovermag/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353