Punya Kerabat Beda Agama, Suku, dan Ras? Ini Keuntungan Yang Kamu Dapat

68

Medan, Kovermagz – Indonesia adalah negara yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan negara lain, dengan keberagaman suku, agama, ras, dan golongan serta sosial budaya. Untuk itulah diperlukan upaya-upaya tertentu untuk menjaga agar keberagaman masyarakat tetap lestari.

Secara ringkas, penyebab keberagaman Bangsa Indonesia disebabkan oleh beberapa hal. Letak strategis wilayah Indonesia, Kondisi negara kepulauan, Perbedaan kondisi alam, Keadaan transportasi dan kumunikasi, Penerimaan masyarakat terhadap perubahan adalah penyebab berbagai keberagaman.

Ada kalanya perbedaan menimbulkan konflik, tapi sebetulnya berbeda itu bisa membawa kebahagiaan. Salah satunya persahabatan beda suku, budaya dan agama. Maka penting sekali kita diajarkan tentang apa arti dari toleransi untuk dapat menjalani kehidupan bermasyarakat yang beragam.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan pengertian dari toleransi, yaitu bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Toleransi juga disebut tenggang rasa, yaitu dapat ikut menghargai (menghormati) perasaan orang lain.

Jika kita sudah menerapkan toleransi dan rasa tenggang rasa itu maka kita pun ikut merasakan dampak dari perbedaan tersebut. Simak ulasannya di bawah ini:

  1. Memiliki Jaringan Yang Luas

Memiliki banyak teman dari berbagai suku dan agama akan membuat pergaulan kita menjadi luas. Hal ini akan membuka pintu-pintu peluang, baik untuk bisnis maupun kerja sama lainnya. Ketika kita membuka usaha, tentu perlu memiliki jaringan supplier maupun customer. Semakin luas jaringan kita, semakin luas pula peluang usaha yang terbuka

  1. Mendapat Pengetahuan dan Pengalaman Yang Baru

Salah satu keuntungan utama dengan memiliki teman-teman dari budaya yang berbeda adalah jumlah pengetahuan yang anda kumpulkan. Kamu belajar tentang dunia mereka, lingkungan mereka, praktik dan sistem kepercayaan yang mereka ikuti dan banyak lagi. Tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan, tetapi ketika anda mengambil bagian dalam praktik kehidupan mereka, kamu akan mendapatkan berbagai pengalaman juga. Kamu dapat membaca tentang praktik-praktik budaya yang berbeda dari situ. Jika kamu tidak pernah berpergian secara internasional sebelumnya, kamu akan mengumpulkan pengalaman dibidang itu juga

  1. Lebih Terbuka dan Menerima
Baca Juga:  Kain Tenun Endek Bali Jalin Kontrak dengan Christian Dior, Perancis

Kita tumbuh dan belajar tentang budaya dan praktik-praktik yang khusus untuk suatu budaya. Ketika kita berteman dengan orang-orang dari latar belakang budaya berbeda, mungkin ada beberapa hal dalam budaya mereka yang berbeda dari kamu dan tidak selalu kita setuju dengan mereka, tapi kita belajar untuk menjadi lebih akomodatif, menerima dan lebih luas berpikir akan perbedaan lain.

Hal itulah yang membuat kita memperluas cakrawala kita dan menjauhi diri dari pola pikir tertentu.

  1. Tidak Gampang Terprovokasi

Agama atau suku mana pun akan selalu saja ada orang-orang yang berpikiran sempit. Mereka yang berpendapat bahwa di muka bumi ini orang yang paling baik hanyalah yang satu suku dan satu agama dengan dirinya. Lebih jauh lagi, soal agama meskipun agamanya sama namun jika beda aliran, tetap saja dianggapnya aliran dia yang paling baik dan benar.

Oleh karena itu, akan selalu ada orang yang mengatakan hal-hal buruk tentang suku, agama, dan aliran yang berbeda. Jika kamu memiliki teman dari berbagai suku dan agama keuntungannya adalah kamu tidak akan mudah terprovokasi dengan isu-isu SARA yang justru bisa memecah persatuan di Indonesia.

Selain bertoleransi dan rasa tenggang rasa ada hal lain yang dapat dilakukan untuk berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang beragam sosial budaya. Berbagai kegiatan sosial budaya seperti gotong royong memperlihatkan karakter masyarakat Indonesia yang saling menghormati antara berbagai perbedaan golongan, suku bangsa, hingga agama.

Penulis : Annette Thresia Ginting

Sumber : Berbagai Sumber