Pembagian Karakteristik Sifat Manusia Yang Perlu Anda Ketahui

455

Pada umumnya manusia memiliki beragam karakter dan sifat yang berbeda-beda. Biasanya orang lebih mengenal sebutan introvert, ekstrovert dan ambivert sebagai kategori kepribadian. Namun sebenarnya, ilmu psikologi memiliki teori yang luas dan bermacam-macam. Hingga saat ini, karakteristik manusia sudah banyak dikelompokkan ke dalam berbagai kategori yang berbeda.

Selain yang dimunculkan dari tes MBTI kepribadian manusia juga bisa dikelompokkan menjadi empat kepribadian yang berbeda, yaitu sanguinis, melankolis, plegmatis, dan koleris. MBTI sendiri ialah singkatan dari Myers Briggs Type-Indicators, yang mengelompokkan karakteristik manusia menjadi 16 tipe kepribadian. Sekitar 1,5 juta orang mengikuti tes kepribadian MBTI tiap tahunnya. Tes ini juga seringkali digunakan dalam proses penerimaan pegawai di suatu perusahaan. Masing-masing tipe kepribadian tersebut memiliki karakteristik dasar yang berbeda.

Hasil tes MBTI, didasari dari empat kelompok kriteria, yaitu:

• Extraversion (E) dan Introversion (I)

Ekstrovert dan introvert, menjadi huruf pertama dalam identifikasi hasil tes MBTI. Orang yang ekstrovert membutuhkan interaksi dengan orang lain untuk mendapatkan energi. Sebaliknya, introvert adalah orang yang membutuhkan waktu sendirian untuk mendapatkan energi.

• Sensing (S) dan Intuition (N)

Kelompok kriteria ini, mengukur cara seseorang dalam mengumpulkan informasi dari lingkungan sekitarnya.
Orang yang mengumpulkan informasi dengan cara sensing, cenderung lebih realistis dan fokus pada data dan fakta yang ada di lapangan.
Sementara itu, orang yang mengumpulkan informasi dengan cara intuition, lebih tertarik berimajinasi tentang masa depan, hal-hal yang mungkin akan terjadi, dan teori-teori abstrak.

• Thinking (T) dan Feeling (F)

Kelanjutan dari kriteria S dan N, adalah thinking (T) dan feeling (F). Kriteria ini, melihat cara seseorang mengambil keputusan berdasarkan buah pemikirannya atau intiuisi mereka.Orang yang mengambil keputusan berdasarkan thinking, menitik beratkan keputusannya pada data dan fakta yang objektif. Sementara itu, orang yang mengandalkan feeling, akan lebih mempertimbangkan perasaan orang lain saat akan mengambil suatu keputusan.

• Judging (J) dan Perceiving (P)

Kriteria terakhir yang dinilai adalah cara orang tersebut berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Orang yang cenderung ke arah judging, akan berpikir lebih terstruktur dan kuat pendiriannya. Sementara itu, orang yang berpikir dengan perceiving, cenderung lebih terbuka, fleksibel, dan mudah beradaptasi.

Jika disimpulkan pembagian karakter tersebut dapat dikategorikan dilihat dari tingkat tempramen yang berbeda-beda, seperti berikut :

  • Sanguinis si optimis, humoris, dan aktif

Sanguinis memiliki unsur kepribadian yang panas. Sanguinis dikenal memiliki pembawaan ceria, aktif dan optimis. Biasanya pribadi seperti ini sangat mudah bergaul dan mudah membangun suasana menjadi lebih menyenangkan. Sanguinis juga dikenal sebagai orang yang percaya diri dan dapat dipercaya. Selain itu, sanguinis juga memiliki sifat yang mudah bosan dan terkesan berantakan. Sehingga terkadang sering terlihat semaunya.

Ciri-ciri : 

  • Mudah bergaul dengan orang lain
  • Punya energi yang besar
  • Cenderung ekstrovert
  • Aktif
  • Optimistis
  • Impulsif
  • Punya selera humor yang baik
  • Ekspresif
  • Tidak ragu menunjukkan rasa sayang ke orang lain
  • Perhatian mudah teralih ketika bosan
  • Cenderung pelupa
  • Kurang tertata
  • Kompetitif

Kepribadian sanguinis dikenal kreatif dan cocok menjadi seniman. Kemampuan alami sanguinis juga baik jika memilih pekerjaan yang berhubungan dengan dunia hiburan, travel, fashion, kuliner, dan marketing

  • Koleris si emosional, logis, dan keras kepala

Koleris memiliki unsur kepribadian yang kering. Koleris dikenal memiliki pembawaan emosional, logis dan keras kepala. Biasanya pribadi seperti ini banyak dipilih menjadi pemimpin. Hal ini karena koleris memiliki kepribadian yang keras kepala dan logis sehingga bisa mengambil keputusan dengan tepat. Selain itu, koleris memiliki kepribadian yang fokus dan mandiri serta  berani mengambil risiko dalam keputusan yang mereka buat.

Baca Juga:  VIRUS COVID VARIAN MU, APAKAH SUDAH PERLU DIWASPADAI?

Ciri-ciri : 

  • Cerdas
  • Analitis dan logis
  • Tidak terlalu ramah
  • Lebih suka bekerja sendiri
  • Tidak terlalu suka basa-basi
  • Menyukai percakapan mendalam
  • Lebih suka berkumpul dengan orang-orang dengan sifat yang sama
  • Konsisten dengan tujuannya
  • Percaya diri
  • Ekstrovert
  • Mandiri
  • Cenderung keras kepala
  • Kreatif
  • Tidak mudah terbawa arus pergaulan

Namun sifat korelis yang keras kepala dan mudah emosi bisa menjadi sifat buruknya terutama jika suatu pekerjaan berjalan lambat. Kepribadian koleris juga dikenal suka menghabiskan waktu bersama orang-orang yang memiliki banyak pembicaraan serius. Kemampuan alami koleris akan baik jika ditempatkan pada pekerjaan yang terkait dengan teknologi, statistik, teknik dan bidang pemrograman. 

  • Melankolis si serius, sensitif, dan tekun

Melankolis memiliki unsur kepribadian yang basah. Melankolis dikenal memiliki pembawaan yang serius dan tekun sehingga dalam membuat perencanaan akan dilakukan secara detail. Selain itu, melankolis juga tipe yang mencintai keluarga dan berjiwa sosial.

Ciri-ciri : 

  • Sangat detail
  • Menjunjung tinggi kualitas
  • Taat aturan
  • Cemas jika berada di lingkungan baru
  • Bisa agresif di saat-saat tertentu
  • Cenderung introvert dan tertutup
  • Sangat logis, faktual, dan analitis dalam berpikir
  • Selalu membuat rencana detail sebelum melakukan sesuatu
  • Rapi
  • Tepat waktu
  • Tidak malu bertanya dan mencari tahu lebih dalam sebelum memutuskan sesuatu
  • Mudah curiga
  • Teliti

Sifat buruk melankolis yang terlalu sensitif membuatnya mudah khawatir dengan apa yang akan terjadi pada hidup. Kepribadian melankolis juga cenderung susah untuk percaya dengan orang lain. Kepribadian alami melankolis akan sangat baik jika ia memilih menjadi manajer, akuntan, pekerja sosial dan administrasi.

  • Plegmatis si santai, tenang, dan teratur

Plegmatis memiliki unsur kepribadian yang dingin. Plegmatis memiliki pembawaan yang santai dan cinta damai. Biasanya pribadi seperti ini memiliki hubungan yang baik dengan keluarga termasuk tetangga. Selain itu kepribadian plegmatis dikenal sebagai seorang yang sabar dan lembut sehingga sangat baik jika ikut dalam acara  amal atau bakti sosial.

Ciri-ciri : 

  • Pembawaannya tenang atau kalem
  • Setia pada pasangan dan keluarga
  • Selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan teman lama
  • Cenderung menghindari konflik
  • Sering jadi penengah dalam suatu masalah
  • Senang beramal
  • Sering ikut menjadi relawan
  • Pasif
  • Cenderung tidak punya ambisi
  • Mudah setuju dengan keputusan orang lain
  • Apabila bertengkar atau kehilangan kepercayaan, akan sulit dipulihkan
  • Sulit beradaptasi dengan kebiasaan baru

Namun sifat buruk seorang plegmatis ialah sering memendam masalah karena tidak enak dengan orang lain sehingga merugikan hidupnya. Sifat plegmatis juga cenderung lama dalam mengambil keputusan karena selalu mementingkan orang lain terlebih dahulu. Kepribadian alami plegmatis akan baik jika ditempatkan pada suatu pekerjaan seperti perawat, guru, psikolog, konseling

Di sisi lain, sudah ada tes kepribadian atau tes psikologis lain yang sudah memenuhinya, seperti The Big FiveThe Big Five adalah penilaian kepribadian seseorang yang dilihat dari lima aspek, yaitu:

  • Agreeableness (kecenderungan mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan diri sendiri dan menghindari konflik)
  • Conscientiousness (menilai kadar disiplin dalam diri seseroang)
  • Extraversion (menilai kecenderungan seseorang dalam mencari stimulasi dari luar)
  • Openness to experience (menilai kecenderungan seseorang berpikir secara abstrak dan kompleks)
  • Neuroticism (menilai kecenderungan seseorang mengalami emosi negatif, seperti takut, sedih, cemas, dan malu)

Perlu kita ingat pengelompokan tersebut bukanlah sesuatu yang pasti. Secara ilmiah, para pakar psikologi pun seringkali tidak menganggap hal ini sebagai hal serius. Jadi, jika Anda ingin tahu lebih jauh soal kepribadian secara tepat, sebaiknya berkonsultasilah dengan psikolog maupun psikiater.

Penulis : Annette Thresia Ginting

Sumber : Berbagai Sumber