Layar Indie Project Gelar Screening Film Karya Anak Medan

6

Forum nonton bareng dan diskusi film kembali diselenggarakan untuk yang keenam kalinya oleh Layar Indie Project pada Sabtu (18/01). Mengambil lokasi di Museum Uang Sumatera, Jalan Pemuda No. 17 Medan, para penonton juga diberi edukasi mengenai sejarah mata uang Indonesia sebagai alat tukar melalui kegiatan museum tour.

Kegiatan pemutaran film ini melibatkan empat film lokal buatan anak Medan, yakni “Terima Kasih” karya Lingkar Basa dengan sutradara Akbar, “Who’s Gone” karya Keep Brothers Production sutradara Satria Angga dan Arif Sukria Hidayat, “I’m Not Ugly” karya Ambisius Pictures sutradara Ryan Ramadhan dan “Yang” karya Fantastic Spotlight Multimedia sutradara Auralia namun sayang film “Yang” mengalami kesalahan teknis saat pemutaran sehingga akan ditayangkan di lain kesempatan.

Mayoritas peserta yang hadir adalah para pelajar, dan sejumlah penikmat film, pelaku industri film bahkan orang tua dan guru juga turut hadir memeriahkan pemutaran film yang memang mengangkat isu-isu di kalangan pelajar. 

Setelah kegiatan nonton bareng berjalan, dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang melibatkan seluruh penonton yang hadir. Para kreator mendapat rangkaian pertanyaan, kritik dan saran dari sudut pandang penonton. Hal ini berguna untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan para kreator juga penonton lainnya.

Para penonton dikenakan biaya tiket nonton sebesar Rp30.000,00-/orang untuk total empat film, makanan ringan, museum tour dan hiburan spesial dari Icha Mariz Violins and Friends. Menurut Layar Indie Project dengan ditetapkannya biaya tersebut akan membantu meningkatkan semangat para kreator film serta mengedukasi penonton untuk menghargai sebuah karya film.

“Selain media pemutaran film indie, kami mengajarkan bagaimana mem-publish karya sendiri dengan cara beli tiket. Mengapresiasi karyanya dengan beli tiket nontonnya bukan gratisan. Namanya menghargai, harganya mana?” ujar Joe, Operation Manager Layar Indie Project.

“Realistis aja deh, buat film itu pakai apa? Di dunia ini enggak ada yang enggak pakai modal. Maupun tenaga, akal-akalan apalagi uang itu kan sama dengan modal. Harga 30 ribu ini juga akan kami share profit untuk kreator dan venue,” tambahnya.

Layar Indie Project akan tetap membuka kesempatan bagi individu atau kelompok yang ingin menampilkan filmnya.

“Syaratnya enggak ada yang khusus, paling isi formulir, cantumkan website kayak google form, submit film, kami cek ulang. Kalau ada yang kurang atau suara musik kurang, kami kasi tahu supaya diperbaiki. Kita kurasi, kalau sudah oke masuk lagi cek lagi ya sudah,” pungkasnya mengakhiri.

Penulis & Fotografer: Indriyana Octavia

Baca Juga:  Cemilan Medan: Pusatnya Jajanan Jadul dan Kekinian