Kento Momota Ungkap Akan Pensiun dari Pertandingan Internasional, Intip Profil dan Prestasinya!

Kabar menghebohkan datang dari tunggal putra terbaik Jepang bernama Kento Momota. Mantan tunggal putra nomor satu dunia itu baru-baru ini mengungkapkan akan segera pensiun dari pertandingan bulutangkis internasional. 

Keputusan ini diambil Momota usai dirinya dipastikan tak lolos ke Olimpiade 2024 Paris. Thomas Cup 2024 yang berlangsung di China pada 28 April hingga 5 Mei mendatang nantinya akan menjadi pertandingan terakhir Momota untuk Timnas Jepang.

“Saya telah membuat keputusan ini, karena rasanya seperti telah mencapai batas fisik dan mental dalam mencoba untuk kembali menjadi yang terbaik di dunia,” kata Momota mengutip Yahoo Japan.

Adapun alasannya sendiri, Momota menjelaskan bahwa ia pensiun dari tim badminton Jepang lantaran merasa fisik dan mentalnya sudah terbatas untuk mencapai posisi teratas dunia.

“Saya merasa telah mencapai batas fisik dan mental untuk kembali mencapai posisi teratas dunia, jadi saya memutuskan untuk melakukannya [pensiun],” ucap Momota.

Momota pun tak lupa berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung di sepanjang karier profesionalnya.

“Prestasi saya sejauh ini tidak lepas dari dukungan orang-orang yang mendukung kegiatan saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua penggemar yang telah mendukung saya,” kata Momota.

Kendati begitu, Momota memastikan jika dirinya akan tetap tampil dalam kompetisi-kompetisi domestik di Jepang. Ia hanya memutuskan untuk tak likut dalam tur dunia bulu tangkis yang diadakan BWF.

“Meskipun saya akan pensiun dari tim nasional Jepang, saya akan terus berpartisipasi dalam turnamen domestik dan akan terus berpartisipasi dan bekerja keras untuk perkembangan bulutangkis, jadi kami menantikan dukungan Anda yang berkelanjutan,” kata Momota.

Perlu diketahui, Kenta Momota adalah salah satu pemain andalan Jepang yang sulit dikalahkan oleh para rivalnya dalam kategori tunggal putra bulu tangkis. Ia bahkan menduduki peringkat pertama dunia BWF selama 121 pekan berturut-turut dan meraih gelar-gelar bergengsi mulai dari All England Open, Juara Asia, dan Kejuaraan Dunia.

Meskipun demikian, perjalanan Momota tak selalu mulus. Sebuah kecelakaan mobil pasca Malaysia Masters 2020 mengakibatkan penurunan performa dan kesulitan bersaing di level atas. Akibatnya, Momota tak bisa tampil Prima saat menjalani Olimpiade 2020 Tokyo yang berlangsung pada musim panas 2021. Dia bahkan harus turun peringkat dalam peringkat BWF dan saat ini menempati peringkat ke-52 dunia.

Thomas Cup 2024 adalah kesempatan terakhir bagi atlet berumur 29 tahun itu untuk berprestasi. Jepang, sebagai unggulan keempat kabarnya akan bersaing di Grup B  bersama dengan Taiwan, Jerman, dan Republik Ceska.

Profil Kento Momota

Kento Momota, lahir pada 1 September 1994, telah mencatat sejarah sebagai salah satu pemain bulu tangkis terbaik yang dimiliki Jepang. Bermain untuk klub NTT East, Momota dikenal dengan gerakan-gerakan eksplosif dan gaya bermain yang tak terduga.

Prestasi Momota yang paling mencolok adalah saat Jepang meraih gelar Piala Thomas pada tahun 2014, di mana dia memenangkan semua pertandingannya. Dia juga merupakan pemain Jepang pertama yang berhasil menjuarai Singapura Terbuka, mengukir sejarah sebagai pemain Jepang pertama yang meraih gelar Super Series di nomor tunggal putra.

Tahun berikutnya, Momota kembali menunjukkan kehebatannya di Piala Sudirman 2015, membantu Jepang meraih juara kedua. Dia juga membuat sejarah di Kejuaraan Dunia BWF 2015 di Jakarta, menjadi pemain Jepang pertama yang meraih medali di nomor tunggal putra. 

Di Indonesia Terbuka 2015, Momota mengalahkan Jan Ø. Jørgensen dari Denmark dan menjadi juara. Dia juga berhasil meraih gelar BWF World Super Series Final di Dubai pada tahun yang sama.

Selain itu ia juga mendapatkan prestasi yang membanggakan seperti India Open 2016, Dutch Open 2017, Macau Open 2017, Indonesia Open 2018, Japan Open 2018, Denmark Open 2018, Fuzhou China Open 2018, German Open 2019, All England 2019, Singapore Open 2019, Singapore Open 2019, Japan Open 2019, China Open 2019, Korea Open 2019, Denmark Open 2019, Fuzhou China Open 2019, BWF World Tour Finals 2019, Malaysia Masters 2019, Indonesia Masters 2021, dan Korea Masters 2023. Momota juga mengantongi tujuh titel juara turnamel level Series dan Challenge sepanjang kariernya.

Meskipun memiliki pencapaian yang gemilang, Momota juga sempat menghadapi banyak cobaan. Ia pernah dikeluarkan dari tim Jepang untuk Olimpiade Musim Panas 2016 akibat terlibat dalam kasus perjudian ilegal. 

Berselang empat tahun kemudian, Momota baru kembali membela Jepang di Olimpiade 2020, Tokyo. Sayang, Momota tak berhasil pulang membawa medali meski digadang-gadang jadi yang paling potensial menyabet emas kala itu. Momota harus mengakui keunggulan Heo Kwang-hee dari Korea Selatan.

Selanjutnya, di tahun 2020 Momota mengalami kecelakaan di jalan tol atau tepatnya yang berada di Maju Expressway (Mex Highway), Malaysia. Melansir dari New Strait Times, sopir van yang ditumpangi Momota meninggal dunia. Momota, yang berada di dalam van bersama tiga atlet lainnya, mengalami luka-luka di pipi, hidung, dan keningnya.

Usai kecelakaan itu, Momota sulit untuk  mengembalikan performa terbaiknya. Ia malahan mengakui jika rasa cintanya terhadap bulu tangkis memudar. Momota sampai tak punya gairah buat main bulu tangkis pasca kecelakaan.

“Saya tak akan bohong, setelah kecelakaan saya bertanya ke diri sendiri ‘Kenapa saya?’. Sejujurnya itu adalah masa-masa sulit,” ungkap mantan peringkat satu dunia itu.

“Tapi saya tak mau menyalahkannya pada kecelakaan itu. Saya ingin mencoba mengatasinya. Saya mendapatkan dukungan besar. Itulah sebab saya bisa bertahan sejauh ini,” imbuhnya seperti dilansir situs resmi Olimpiade.

“Saya sudah mencoba berbagai hal, tapi tak bisa mengejar jurang emosi, fisik antara saya dulu dan sekarang. Saya merasa tak bisa menjadi nomor satu dunia lagi.”

“Saya menjalani operasi mata dan pandangan sempat berbayang. Saya tak bisa bergerak sesuai keinginan di lapangan, saya mudah lelah tak seperti biasanya. Saya sempat mencoba, tapi rasanya tak mungkin lagi bersaing dengan para pemain terbaik dunia.”

“Saya tak bisa bermain badminton seperti yang saya inginkan,” imbuh pemilik dua gelar juara dunia tersebut.

Baca Juga:  Deretan Rekor Baru Spanyol Setelah Berhasil Juara EURO 2024