Industri Fashion Tak Bisa Terelakkan Dari Dampak Pandemi, Ini Daftar Perusahaan Yang Mengalami Kebangkrutan

49

Medan, Kovermagz – Hingga saat ini, padmemi covid19 belum juga usai. Kita sebagai masyarat, akhirnya mau tak mau harus hidup berdampingan dengan virus yang berasal dari Wuhan, China ini.

Jika kita perhatikan lagi, sebenarnya bukan hanya masalah kesehatan tentang bagaimana covid19 ini bisa diatasi. Timbul dampak-dampak lain akibat rentetan virus corona yang akhirnya membuat berbagai pihak harus berfikir keras.

Seperti dampak yang dihasilkan pada bidang retail dan fashion. Dikutip dari Laman Republika, pada pertengahan tahun 2020 setidaknya ada 40 retail perusahaan retail yang mengajukan kebangkrutan. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi sejak 10 tahun terakhir, sekaligus melampaui jumlah total kebangkrutan perusahaan mode pada tahun lalu dan 2018.

Kemungkinan terbesar penyebab hal ini bisa terjadi adalah akibat penurunan traffic pengunjung mall atau pusat perbelanjaan. Berikut adalah beberapa daftar merek retail yang menutup beberapa gerai tokonya:

1. H&M

Gerai H&M banyak ditutup dibeberapa negara. Pihak H&M juga memutuskan untuk menutup gerainya sebanyak 590 toko di Amerika Serikat yang merupakan pasar terbesar kedua mereka.

2. Uniqlo

Uniqlo juga memutuskan untuk menutup 50 toko yang ada di Amerika Serikat. Mereka juga menutup toko di Eropa dan Cina.

3. Nike

Guna mencegah penyebaran virus corona COVID-19 yang semakin meluas, seluruh gerai toko Nike yang berada di wilayah Amerika Serikat (AS) dan Eropa Barat juga ditutup untuk sementara waktu.

Meski begitu, Nike menyatakan akan tetap membayar karyawan mereka selama masa penutupan.

4. Valentino

Baca Juga:  Resmi Tayang 4 Desember di Indonesia, Ini Sinopsis Singkat Film Disney: Mulan

Hal serupa juga dinyatakan oleh pihak Valentino. Juru bicara label mewah itu juga menyatakan krisis kesehatan global ini juga memaksa Valentino untuk menutup seluruh tokonya di wilayah Amerika Utara.

“Kami harus memastikan keselamatan dan kesehatan seluruh komunitas dan pelanggan kami. Kami tetap berdedikasi pada kesejahteraan karyawan kami, dan terus memonitor situasi dan berkomunikasi dengan komunitas kami.”

5. Capri

Perusahaan multinasional Capri Holdings Limited telah mengkonfirmasi penutupan toko-toko mereka pada minggu ini, untuk mencegah penyebaran virus Corona jenis baru atau Covid-19.

Perusahaan produk fesyen mewah itu menyatakan, meski mereka menutup gerainya mereka tetap memberikan gaji karyawan mereka.

Kendati demikian, beberapa merek fesyen mewah yang berada di bawah naungan Capri seperti Michael Kors, Versace and Jimmy Choo akan terus mengoperasikan toko online mereka.

5. Hill City

Merek pakaian olahraga pria ini memutuskan untuk menutup tokonya di berbagai lokasi. Namun toko online tetap beroperasi.

Hill City mengumumkan pada 4 Juni lalu melalui Instagram bahwa tahun ini akan menurunkan operasionalnya.

6. Inditex

Pemilik merek fesyen Zara dari Spanyol mengatakan pada 10 Juni lalu akan menutup sebanyak 1.200 toko selama dua tahun ke depan. Inditex mengatakan penutupan itu adalah dampak dari pandemi virus Corona.

Beberapa merek Inditex lainnya juga akan terdampak seperti Bershka, Massimo Dutti, dan Pull & Bear dengan penutupan gerai di Eropa dan Asia. Beberapa gerai di AS juga akan ditutup.

Penulis: Jehan Erwita
Sumber: detik finance, liputan6