Program Pendidikan Guru Penggerak Diharapkan Membawa Perubahan Dalam Pendidikan Masa Kini

230

Medan, Kovermagz – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim beberapa waktu lalu membuat program pendidikan baru untuk guru secara nasional yang bernama: Guru Penggerak.

Ia menjanjikan karier guru yang mengikuti program tersebut bakal dipermudah dan diprioritaskan menjadi jajaran petinggi di sekolah. Beliau bahkan memyebut para guru yang mengikuti program ‘guru penggerak’ akan diprioritaskan untuk menjadi pengawas maupun kepala sekolah.

Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan Pendampingan selama 9 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.

Menurut Nadiem, kini tugas guru penggerak ialah sebagai pendorong transformasi pendidikan Indonesia. Sebab dari mereka diharapkan lahir pemimpin-pemimpin pendidikan masa depan. Harapannya, guru penggerak dapat mendukung tumbuh kembang murid secara holistik sehingga menjadi Pelajar Pancasila.

Tahapan Pendaftaran dan Penerimaan Calon Guru Penggerak

Sampai saat ini PGP sudah memasuki tahap penerimaan angkatan ke-2 yang sudah ditutup pada tanggal 19 November 2020 yang lalu. Pada Oktober 2020 Angkatan-1 terdapat 2.800 guru yang lolos seleksi dari sebanyak 19.218 orang yang mendaftar.

Pendaftar guru penggerak telah melewati seleksi tahap 1, yaitu pengisian biodata diri, esai, dan tes bakat skolastik hingga tahap 2 berupa simulasi mengajar dan wawancara.

Bagi guru yang sudah lolos wajib mengetahui jadwal seleksi lanjutan seperti di bawah ini : info selanjutnya bisa di akses di https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak

1. 9 Oktober – 31 Oktober 2020: Informasi rekrutmen calon peserta program guru penggerak

2. 13 Oktober – 7 November 2020: Seleksi Tahap 1: Registrasi, Pengisian biodata, Pengisian esai

3. 1 – 14 November 2020: Verifikasi dan Validasi data pendaftaran

4. 20 – 23 November 2020: Seleksi Tahap 1 : Tes Bakat Skolastik

5. 24 Desember 2020: Pengumuman hasil seleksi tahap 1 dan penjadwalan seleksi tahap 2

6. Januari – 11 Maret 2021: Seleksi Tahap 2: Simulasi Mengajar, Wawancara

7. 20 Maret 2021: Pengumuman calon guru penggerak

8. 2 April 2021 – 27 November 2021: Pendidikan guru penggerak

Pelaksanaan program guru penggerak pun tidak dipungut biaya dan selama program berlangsung, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai pendidik.

Selain bertujuan untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, guru penggerak juga menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Baca Juga:  BALADA LAPTOP MERAH PUTIH "GAWEAN" PEMERINTAH INDONESIA

Peran guru penggerak

Berikut ini penjelasan singkat dari Iwan Syahril, Dirjen GTK Kemendikbud mengenai lima peran seorang guru penggerak :

  • Gerakkan komunitas belajar untuk rekan guru disekolah dan di wilayahnya.
  • Jadi pengajar praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah.
  • Dorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah.
  • Buka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru serta pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
  • Jadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah.

“Peserta yang sudah mengikuti PGP tetap mendapatkan pantauan dari Kemendikbud setelah dinyatakan lulus mengikuti pelatihan,” kata Iwan Syahril. “Setelah selesai program, guru penggerak harus melakukan transfer pengetahuan kepada guru lain di sekolahnya dan mengimplementasikan apa yang diperoleh selama pelatihan,” ucapnya.

Ia menambahkan, meski sudah teruji selama pelatihan sembilan bulan, para guru tersebut harus mampu menguasai serta bisa mengimplementasikan apa yang didapatkan selama pelatihan di sekolah masing-masing. “Lulus secara teori belum tentu lulus dalam praktiknya,” tegasnya.

Potensi Program Guru Penggerak

Program guru penggerak merupakan program identifikasi, pelatihan, dan pembibitan calon pemimpin pendidikan di masa depan. Nanti para guru penggerak bertugas sebagai agen perubahan yang jadi ujung tombak perubahan transformasi pendidikan. Karena itu, Kemendikbud akan mengidentifikasi dan merekrut para guru penggerak yang diyakini ada di setiap sekolah untuk bisa mengikuti pelatihan pengembangan potensi kepemimpinan dan mentorship.

”Guru penggerak bukan hanya yang jago mengajar. Tapi juga punya kemauan untuk memimpin, berinovasi, dan melakukan perubahan,” ungkap Nadiem.  Kemendikbud akan berkolaborasi dengan kepala dinas dan pemerintah daerah untuk memastikan program tersebut. Mereka akan diprioritaskan menjadi kepala sekolah, pengawas, hingga instruktur pelatihan guru.

Menurut beliau tanpa adanya kepemimpinan yang baik di tiap-tiap unit pendidikan, perubahan akan sulit terjadi. “Karena itu, peran guru penggerak sangat penting untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas di sekolah. Kepala sekolah tidak hanya berkutat dengan administrasi atau pelaporan keuangan, tapi, fokus pada kualitas pembelajaran,” paparnya.

Program Guru Penggerak Sebagai Bagian Kebijakan Merdeka Belajar

Sumber:https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/07/guru-penggerak-agen-teladan-dan-obor-perubahan

Penulis : Annette Thresia Ginting
Sumber : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kompas