Daftar Makanan Tradisional China Yang Membawa Keberuntungan Saat Imlek

140

Tepat pada Sabtu mendatang, yakni 10 Februari 2024, seluruh etnis Tionghoa atau China akan merayakan tahun baru Imlek. Ini merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu mereka di setiap tahunnya. Ya, Bagaimana tidak? 

Saat perayaan Imlek tersebut, terdapat beberapa kegiatan yang akan dilakukan. Seperti salah satunya ialah makan bersama. Makanan yang disajikan pun juga bukanlah makanan sembarangan melainkan makanan tradisional yang dianggap sebagai pembawa keberuntungan dalam mendapatkan keturunan, berumur panjang hingga rezeki yang berlimpah.

Lantas apa saja makanan tradisional China yang membawa keberuntungan tersebut? Melansir dari beberapa sumber, berikut ini kami akan memaparkannya untuk anda! 

Buah Keberuntungan

Yang pertama ada buah keberuntungan. Kita tahu bahwa Imlek identik dengan kehadiran beberapa buah musiman yang melambangkan keberuntungan. Nah, beberapa buah itu adalah jeruk, tangerine, kumquat, dan pomelo. Biasanya buah ini juga menjadi hadiah yang akan diberikan kepada kerabat atau saudara. Bentuknya yang bulat dengan warnanya yang oranye menyimbolkan kemakmuran dan keberuntungan sepanjang tahun.

Kue Keranjang

Siapa yang tidak kenal makanan yang satu ini? Kue Keranjang menjadi salah satu makanan khas Imlek yang begitu populer di berbagai kalangan masyarakat. Dengan cita rasa yang manis dan teksturnya yang kenyal membuat banyak orang yang menyukai makanan ini.

Kue keranjang ini juga diyakini membawa keberuntungan, kesehatan, kekayaan, hingga kebahagiaan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Tak sampai di situ, penataannya secara bertumpuk juga memiliki makna, yakni melambangkan keberuntungan pada gaji dan posisi yang lebih tinggi.

Eight Treasure Soup (Sup Delapan Bentuk)

Disebut Sup Delapan Bentuk, makanan khas Tahun Baru Imlek ini delapan bahan dasar yaitu teripang, jamur tungku, ikan, udang, perut ikan, kerang kering, abalone, jamur hitam, kacang ginko, serta biji lotus. Sup khas Imlek ini disantap dengan harapan bisnis atau usaha yang mampu berkembang dengan cepat di tahun baru.

Kue Mangkuk 

Selain kue keranjang, kue yang sering hadir pada saat perayaan Tahun Baru Imlek adalah kue mangkuk. Biasanya kue ini diletakkan pada bagian puncak dari susunan kue keranjang dan dibuat dengan warna merah yang memang identik dengan perayaan Imlek. Bentuk kue mangkuk yang mekar ini melambangkan rejeki yang berkembang.

Tangyuan

Merupakan kudapan yang kerap disajikan saat perayaan Imlek. Makanan khas Tiongkok ini memiliki cita rasa yang manis yang melambangkan persatuan, kebersamaan, dan kekeluargaan. Tangyuan juga memiliki bentuk yang bulat dengan tekstur kenyal. Sajian satu ini semakin nikmat karena disajikan dengan kuah manis.

Yu sheng

Makanan khas Tahun Baru Imlek selanjutnya adalah Yu sheng (yee sang) yang merupakan sajian Imlek berupa salad ikan segar (biasanya tuna atau salmon) yang ditambah irisan sayuran segar seperti lobak dan wortel.

Makanan khas Imlek satu ini biasa disantap dengan cara diangkat setinggi mungkin dari atas piring uang menjadi simbol keberuntungan yang semakin baik pada tahun baru. Tradisi menyantap Yu sheng beramai-ramai bersama keluarga disebut lo hei.

Babao Fan (Puding Beras Ketan)

Babao fan adalah puding beras ketan yang kerap disajikan dalam perayaan Imlek orang China. Hidangan ini merupakan lambang keberuntungan bagi mereka yang memakannya. Puding beras ketan semakin enak dengan topping buah, kacang, dan sirup gula sebagai penyempurnanya. Beberapa jenis yang umum dipakai adalah biji teratai, jujube, manisan buah, longan yang dikeringkan, pasta kacang merah, hingga goji berries.

Jiaozi (Dumpling)

Di China, dumpling yang disebut jiaozi menjadi tradisi penting saat Imlek. Biasanya anggota keluarga berkumpul untuk membuat jiaozi bersama. Jiaozi dibuat dengan jenis kulit pembungkus dan bentuk yang berbeda.

Biasanya isian jiaozi adalah daging babi cincang yang dicampur udang, wine Shaoxing, lada putih, hingga jahe. Lalu ada juga yang mencampurkan kubis, minyak wijen, kecap asin, dan daun bawang. Bagi vegetarian, jiaozi juga bisa dibuat versi nabatinya dengan isian lobak, tofu, dan jamur shiitake. Jiaozi sendiri merupakan lambang kenyamanan, harapan, dan kemakmuran dalam budaya China.

Changshou Mian (Mie Panjang Umur)

Berdasarkan harfiah kata “changshou mian” adalah “mie panjang umur”. Dengan begitu, menyajikannya saat Imlek merupakan lambang panjang umur dan sehat bahagia. Biasanya mie ini tersaji dalam versi mie goreng dengan bumbu utama saus tiram dan irisan jamur shiitake serta bok choy.

Kemudian, ada juga mie panjang umur versi kuah simpel dengan sedikit bumbu berupa kacang kedelai dan jahe. Usahakan tidak memutus mie saat memakannya agar harapan baiknya dapat terkabul.

Lawei (Daging yang Diawetkan)

Makanan tradisional China lain yang kerap tersaji saat imlek adalah lawei yakni berupa daging hewan yang diawetkan seperti babi, ayam, dan ikan. Konon, hewan-hewan itu menjadi bagian persembahan kepada Tuhan, tapi kemudian tersisa. Dari sinilah metode pengawetan daging ditemukan.

Sampai sekarang, banyak keluarga China masih membuat lawei sendiri dengan cara menggantung-gantung daging di jendela dan tali cucian. Mereka mengawetkan daging dengan banyak garam dan dikeringkan. Nantinya lawei dimakan sebagai hidangan dingin seperti charcuterie khas Prancis.

Dayu Darou (Ikan atau Daging Utuh)

Budaya makan Imlek juga identik dengan dayu darou yang secara harfiah berarti “ikan besar dan daging besar”. Hidangan ini merujuk pada protein hewani mewah yang menjadi lauk primadona saat makan bersama.

Tampilan ikan utuh ini dianggap simbol kelimpahan. Secara harfiah, kata “you yu” yang berarti “makan ikan” juga sama bunyinya dengan kata “kelebihan” dalam bahasa China. Biasanya dayu darou diolah dengan cara dikukus. Bumbunya berbeda antarwilayah di China.

Telur Teh Khas Imlek

Saat Imlek, masyarakat Tionghoa sering menghadirkan kudapan maupun lauk berupa telur teh. Sebetulnya, ini adalah telur yang dimasak dengan kecap asin dan teh. Buat yang belum pernah mencoba, rasanya akan terkesan unik. Nah, menariknya lagi, telur teh ini merupakan simbol kesuburan. 

Manisan

Manisan dalam perayaan Imlek umumnya diletakkan dalam kotak berbentuk segi delapan yang dipercaya mewakili keberuntungan. Kotak ini juga kerap disebut tray of happiness atau prosperity box. Makna dari angka delapan dalam kotak ini adalah keberuntungan karena keduanya memiliki pelafalan yang mirip dalam huruf Mandarin, yaitu delapan (“ba”) dan keberuntungan (“fa”).

Di dalamnya berisi aneka jenis camilan manis seperti manisan leci sebagai lambang ikatan keluarga yang kuat dan biji teratai yang melambangkan kesuburan. Kotak camilan ini pun diharapkan dapat memberi kebahagiaan dan hal-hal manis pada keluarga yang menyuguhkannya.

Chun Juan (Lumpia)

Lumpia juga kerap tersaji saat Imlek. Lumpia yang bentuknya serupa gulungan emas dianggap menyimbolkan batangan-batangan emas yang mampu membawa kemakmuran pada tahun baru. Lumpia biasanya berisi irisan wortel, jamur shiitake, tauge, hingga daging babi. Biasanya lumpia digoreng kering dan dijadikan camilan.

Kue ku 

Terakhir ada kue ku. Ini merupakan salah satu dessert khas Imlek yang terbuat dari tepung ketan dengan isian kacang hijau. Tampilan kue ini begitu menarik. Bentuknya mirip cangkang kura-kura dan berwarna merah terang yang melambangkan kesejahteraan. Teksturnya lembut dan terasa manis.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/kovermag/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353