6 Negara yang Tak Memiliki Bandara, Salah Satunya Ada Palestina!

250

Jika anda berkunjung ke negara-negara ini, jangan heran bila tak menemukan bandara. Pasalnya, beberapa negara ini memang dikenal sebagai negara yang tak memiliki bandara. Sehingga akses ke negara tersebut hanya bisa melalui darat yakni mobil atau kereta api. 

Kondisi dan geografi negara menjadi salah satu alasan yang membuat negara tersebut tak kunjung memiliki bandara. Selain itu, negara-negara ini juga diapit oleh negara lain sehingga semakin sulit untuk memiliki bandara. Padahal, Bandar udara (bandara) menjadi infrastruktur terpenting bagi setiap negara. Hal ini bertujuan agar dapat terhubung dengan wilayah atau negara lainnya.

Lantas, negara mana sajakah yang tidak memiliki bandara? Dalam artikel ini, tim kovermagz akan menginformasikannya untuk kalian. Simak ulasannya di sini! 

1. Vatikan

Yang pertama ada dari Vatikan. Ini merupakan negara terkecil di dunia yang berada tepat di jantung Kota Roma, Italia. Luasnya hanya 44 hektare sehingga sulit untuk membangun fasilitas bandara di negara ini. Tidak ada sungai ataupun perairan untuk memfasilitasi transportasi alternatif tersebut. 

Kota suci umat Katolik ini dapat ditempuh dari stasiun terbesar di Roma, yakni Roma Termini, hanya dalam 35 menit. Jika wisatawan berangkat dari Spanyol, maka dapat sampai di Roma selama 24 jam perjalanan dengan kapal atau kereta. Pilihan lain, anda dapat menempuh dengan menggunakan bandara terdekat dengan negara ini, yaitu Fiumicino dan Ciampino, yang dapat dicapai dalam waktu kurang dari 30 menit dengan kereta api.

Meskipun tak memiliki bandara, Vatikan tidak pernah sepi dari wisatawan. Jika kamu berkunjung ke Vatikan, jangan lupa mendatangi Basilika Santo Petrus, bangunan gereja berkubah terbesar di dunia dari periode Renaisans.

San Marino

Adalah negara terkecil kelima di dunia dan salah satu negara republik tertua di dunia. Negara ini terletak di lereng Gunung Titano, sebelah timur laut Italia. Titik terpanjang San Marino hanya 13 kilometer (km). Lokasi bersejarah di San Marino ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO. Tanpa bandara, wisatawan dapat mengunjungi San Marino dengan menggunakan kereta dari Roma, Italia. Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih lima jam. 

Alternatif lainnya adalah naik kapal, bus, atau kereta dari Pula, Kroasia, selama kurang lebih delapan jam. Atau, anda juga dapat menggunakan bandara  terdekat dari San Marino yang terletak di Rimini, Italia. Meskipun tempat ini relatif kecil, bandara ini berfungsi sebagai pusat transportasi penting bagi penduduk setempat dan wisatawan yang berkunjung ke San Marino. 

Selain itu, wisatawan juga memiliki akses ke berbagai bandara terdekat lainnya, termasuk bandara di Bologna, Florence, Venesia, dan Pisa, yang sering digunakan untuk menuju ke negara ini. Jika berniat mengunjungi San Marino, jangan lupa untuk melihat benteng tertua Rocca Guaita yang dibangun pada abad ke-11.

Liechtenstein

Selanjutnya ada Liechtenstein. Merupakan negara terkecil keempat di Eropa. Adapun luas wilayahnya kurang dari 75 km. Negara yang penduduknya berbahasa Jerman ini terletak di antara Austria dan Swiss di Pegunungan Alpen. Karena terdiri dari perbukitan dan lereng yang landai serta keterbatasan ruang inilah, Liechtenstein tak memiliki bandara. 

Jika negara ini ingin membangun bandara, kemungkinan besar harus merambah wilayah yang sebagian menyeberangi Sungai Rhine di sebelah timur dan mendekati pegunungan Austria di sebelah barat. Negara yang satu ini lebih memilih menghindar dari konflik diplomatik dengan negara-negara tetangga, daripada membangun bandara. 

Kendati begitu, Liechtenstein adalah salah satu negara yang tepat bagi para pelancong  pencari ketenangan di daerah pegunungan. Tanpa bandara, wisatawan dapat menempuh perjalanan dengan menggunakan kereta api. Jika berangkat dari Berlin, Jerman, maka membutuhkan waktu kurang dari 10 jam. 

Sedangkan, perjalanan dari Wina, Austria, hanya membutuhkan waktu tujuh jam tanpa berganti kereta. Opsi lainnya, Wisatawan dapat mengandalkan mobil atau bus untuk mengakses Bandara Zurich, yang berjarak sekitar 120 km.

Andorra 

Andorra merupakan negara bagian terkecil keenam di Eropa. Dibanding negara lainnya, Andorra justru memiliki wilayah daratan yang lebih luas. Namun, kendala geografis yang dihadapinya adalah keberadaan pegunungan. Negara yang terletak antara Prancis dan Spanyol ini, seluruhnya dikelilingi oleh pegunungan Pyrenees, yang memiliki puncak-puncak yang tingginya mencapai hampir 3000 m.

Mengoperasikan pesawat di ketinggian seperti itu menjadi sangat berisiko dan rumit, sehingga Andorra memutuskan untuk tidak memiliki bandara sendiri. Sebagai gantinya, para pelancong dapat memilih penerbangan ke kota-kota terdekat seperti Lérida, Barcelona, atau Girona, yang semuanya terletak dalam radius 200 km.

Negara kecil ini juga terkenal akan resor ski. Namun, Andorra juga dapat dikunjungi pada musim panas karena 90 persen wilayahnya berupa pepohonan. 

Palestina 

Dahulu negara Palestina memiliki empat bandara, yani Bandara Internasional Yasser Arafat, Gush Katif, Jerusalem Atarot, dan Muqueible. Namun, keempat bandara tersebut tidak bisa digunakan lantaran kondisi yang memprihatinkan yang mana dihancurkan oleh Israel dan status negara tersebut masih dalam penjajahan Israel.

Bandara di Palestina terakhir digunakan pada 2000. Sejak itu, rakyat Palestina tidak lagi memiliki bandara. Untuk bisa pergi ke Palestina, wisatawan biasanya terbang dulu ke Bandara Internasional Ben-Gurion di Tel Aviv, kemudian melanjutkan perjalanan darat dengan taksi. Opsi kedua, mereka bisa terbang ke Bandara Internasional Ratu Alia di Amman, Yordania, kemudian melanjutkan perjalanan darat dengan taksi. 

Monako 

Terakhir ada Monako. Negara yang berbentuk kerajaan ini berada di sepanjang pantai di Nice, Perancis. Monako merupakan negara berdaulat, sekaligus negara terkecil kedua di dunia. Meskipun luas wilayahnya kecil, Monako merupakan negara yang terkenal akan kasino dan surga bagi kaum jetset.

Melansir dari Forbes, penduduk Monako dapat dikategorikan sebagai jutawan dan miliarder. Pada tahun 2018, hampir sepertiga dari populasinya memiliki aset sekitar lebih dari 1 juta dolar AS (sekitar Rp 14,35 miliar) dan belum termasuk rumah mereka. 

Adapun Monako tak memiliki bandara lantaran wilayah negaranya yang tidak begitu luas. Kaum jetset yang berkunjung ke Monako menggunakan jet pribadi (termasuk para pebalap F1) harus mendarat di Bandara Nice Cote d’ Azur. Alternatif lainnya, wisatawan bisa naik perahu dari Nice atau Cannes sembari menikmati pemandangan pantai. 

 

Baca Juga:  5 Produser Indonesia Terpilih untuk Program Producers Network Cannes 2024

Itulah keenam negara yang tak memiliki bandara di dunia. Meskipun aksesnya terbatas, namun negara tersebut masih dapat dikunjungi. Bahkan ada yang tak pernah sepi pengunjung. Bagaimana? Tertarik untuk mengunjunginya? Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat berlibur!