5 Produser Indonesia Terpilih untuk Program Producers Network Cannes 2024

152

Kabar gembira sekaligus membanggakan datang dari ajang Cannes International Film Festival. Lima produser asal Indonesia masuk dalam Producers Under the Spotlight di Program Producers Network, yakni Marché du Film (Mdf) Cannes 2024, sehingga memiliki kesempatan untuk berkolaborasi secara global

Mereka adalah Yulia Evina Bhara (KawanKawan Media), Gita Fara (Cineria Films), Ifa Isfansyah (Forka Films), Mandy Marahimin (Talamedia), dan Muhammad Zaidy (Palari Films).  Untuk Anda ketahui bahwa Producers Network adalah program khusus untuk para produser, dan menjadi tempat pertemuan utama untuk berkoneksi, berkreasi, dan berkolaborasi.

Keberadaan dalam Producers Under the Spotlight di Producers Network MdF akan menjadi showcase bagi kelima produser untuk mengenalkan rekam jejak karya yang telah diproduksi ke pihak yang lebih luas ke hadapan para pelaku film di internasional.

Pada 19 Mei 2024 pagi waktu Cannes, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi Republik Indonesia mempresentasikan lima produser dalam Producers Network Breakfast Meeting yang pertemuannya berlangsung di Producers Club, Lérins (Palais des Festivals).

Sementara itu, Marché du Film akan berlangsung pada 14–22 Mei 2024. Pada saat ini, lebih dari 14.000 profesional di industri perfilman datang ke Cannes International Film Festival setiap tahun untuk mempresentasikan dan menemukan hampir 4.000 film dan proyek yang sedang dalam pengembangan di 33 tempat pemutaran film.

Selain kelima produser itu, delegasi Indonesia juga diwakili oleh para produser dari rumah produksi Indonesia yang akan melakukan jejaring dengan pelaku film internasional di Producers Network di MdF.

Baca Juga:  Drama Korea yang Diperankan Roh Jeong Eui

Rumah produksi yang akan bergabung di MdF itu di antaranya adalah MD Pictures, Visinema Pictures, Miles Films, dan Rapi Films.

Untuk memfasilitasi jejaring dengan pelaku film internasional dan mengenalkan sinema Indonesia di Cannes Film Festival 2024, delegasi Indonesia juga menghadirkan booth Indonesia, yang akan berfungsi sebagai business match para produser Indonesia dan dari berbagai negara.

Tidak hanya itu, delegasi Indonesia juga menghadirkan Indonesian Night yang akan digelar pada 20 Mei 2024 waktu setempat di Quinzaine Plage untuk mendukung penguatan posisi sinema Indonesia di panggung intersional. Delegasi Indonesia akan menjamu 300 tamu undangan kehormatan dalam Indonesian Night.

Sementara itu, film dokumenter ko-produksi antara Indonesia dan Filipina, yakni Oma akan hadir di Cannes Docs. Dalam showcase ini, para pembuat film akan mempresentasikan film yang telah diproduksi di depan para tamu industri film internasional.

Proyek film dokumenter Oma tersebut akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan dukungan internasional, produksi bersama, serta memenangkan penghargaan.

Kemudian, film terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2023 dan peraih empat Piala Citra, yakni Women from Rote Island produksi Bintang Cahaya Sinema juga akan melakukan pemutaran selama masa MdF di Cannes Film Festival 2024. Di MdF, Bintang Cahaya Sinema juga akan membuka booth dan membawa tujuh film mereka untuk dipasarkan.