5 Jenis Daging Premium di Dunia, Harga Hingga Puluhan Juta

Semakin bagus kualitas daging, maka semakin mahal juga harganya. Jika kamu merasa bosan menyantap daging yang itu-itu saja, tak ada salahnya untuk mengonsumsi daging kelas atas ini. Kelima daging ini tergolong mahal karena memiliki beberapa penilaian seperti harus disajikan dengan teliti hingga berasal dari hewan yang berbahaya atau karena daging terbatas.

Berikut daftar harga daging sapi dengan harga termahal di dunia, seperti dilansir dari

1. Kobe 

Daging Kobe adalah jenis daging yang berasal dari sapi Wagyu yang berkualitas, yakni Tajima-Gyu. Sapi-sapi ini mendapat namanya dari kota Kobe, prefektur Hyogo, tempat mereka dibesarkan dengan standar yang sangat ketat. Jadi semua daging Kobe adalah Wagyu, tapi tidak semua daging Wagyu adalah Kobe.

Melansir Kobe Japanese Steakhouse, sapi-sapi ini dibesarkan dalam lingkungan yang membebaskan mereka untuk berkeliaran. Ini dilakukan agar serat-serat otot tidak tegang, sehingga mendapat kualitas daging yang diinginkan. Berkat standar-standar tersebut, biasanya daging Kobe dibanderol US$200 sampai US$500 per pon.

Kompleksitas rasa, tekstur, dan marbling dari daging Kobe adalah yang tertinggi dari variasi Wagyu lainnya. Banyak orang yang menyebut bahwa daging ini memiliki rasa manis, dari karamelisasi asam oleat. Tak hanya itu, kandungan lemaknya yang tinggi juga menciptakan rasa buttery.

 

2. Cecina de León 

Berasal dari provinsi León di Spanyol, Cecina de León adalah jenis daging yang diolah dari sapi Castile and León. Menurut Colono Gourmet, bagian belakang dari kedua sapi ini akan melalui proses penggaraman, pengawetan, dan pengasapan.  Hasilnya adalah daging bertekstur lembut, dengan aroma dan rasa yang khas intens.

Untuk dijual ke pasar internasional, Cecina de León harus terlebih dahulu mendapat sertifikat Protected Geographical Indication (PGI) dari komisi Uni Eropa.

Biasanya jenis daging ini dijual dalam bentuk utuh, dipotong dadu, dan potongan tipis yang disegel vakum. Berkat proses curing (pengawetan alami), daging Cecina de León bisa dimakan secara langsung dengan suhu ruangan, dan dinikmati bersama sedikit minyak zaitun dan lada segar.

 

3. Vintage Côte de Boeuf

Vintage Côte de Boeuf adalah potongan daging yang mirip dengan potongan rib eye, tapi tulangnya masih tersambung. Jenis daging ini dipopulerkan oleh toko daging Boucherie Polmard, yang terletak di kota Saint-Mihiel, Prancis. Melansir Forbes, potongan daging ini dibanderol dengan harga yang sangat tinggi, yakni US$3.200 untuk satu potongan saja.

Alasan dibalik harga tingginya harga tersebut dapat dibagi menjadi dua faktor, daging yang dipilih dan cara mengawetkannya. Daging ini berasal dari sapi Blonde d’Aquitaine, dan hanya 4 ekor yang akan disembelih setiap minggunya.

Kemudian daging tersebut akan disimpan di ruangan dingin, dengan tekanan negatif dan berventilasi guna memperkuat rasanya dan mengawetkannya sampai belasan tahun.

 

4. Picanha

Daging Picanha adalah jenis daging yang berasal dari bagian dekat ekor. Lantaran jarang disentuh, bagian ini akan lebih empuk dan lembap, berkat lapisan lemak tebal di atasnya. Secara tradisional, masyarakat Brasil akan mengolah daging ini dengan cara ditusuk dan dipanggang di atas arang, melelehkan lemaknya sampai terkaramelisasi.

Biasanya daging Picanha disajikan bersama saus Chimichurri, yang terdiri dari minyak zaitun, cuka anggur merah, bawang putih, serpihan cabai merah, peterseli cincang halus, dan oregano kering atau segar. Kombinasi ini menciptakan campuran rasa yang segar dari saus, dan berasap dari daging yang dibakar.

 

5. Sendai Wagyu

Dari Prefektur Miyagi, ada Sendai Wagyu. Salah satu jenis daging sapi yang paling digemari di sana. Wagyu ini berasal dari sapi yang diternak secara bergenerasi oleh warga lokal di Miyagi, karenanya sapi-sapi di sana sudah menyesuaikan dengan lingkungan di Miyagi.

Daging sapi ini tidak dicampur dengan suntikan hormon atau antibiotik. Untuk kisaran haganya sendiri sebenarnya beragam. Namun berkisar di angka USD 249 (Rp 3,7 juta) per 500 gram.