10 Firaun Wanita Terkenal Yang Berkuasa Pada Zaman Mesir Kuno

10 Firaun Wanita Terkenal Yang Berkuasa Pada Zaman Mesir Kuno

Firaun adalah sebuah gelar umum yang sekarang digunakan untuk raja-raja Mesir kuno dari Dinasti Pertama sampai aneksasi terhadap Mesir oleh Kekaisaran Romawi pada 30 SM. Kendati begitu, gelar ini bukan hanya diperuntukkan untuk laki-laki saja melainkan juga wanita loh. Setidaknya terdapat beberapa Firaun wanita yang terkenal di zaman Mesir kuno. 

Meskipun tidak banyak namun beberapa wanita yang menjadi firaun Mesir kuno ini memerintah dengan baik bersama dengan adipatinya atau memerintah sendiri sehingga tercatat sebagai sejarah yang tak boleh dilupakan. Lantas, siapa-siapa saja Firaun wanita tersebut? Dalam artikel kali ini kami akan membahasnya untuk anda. Simak ulasannya!

1. Merneith

Firaun wanita pertama adalah Merneith, istri dari Djet, raja Mesir Kuno yang memerintah pada sekitar tahun 3000 SM. Tidak diketahui pasti tahun lahir serta kematian Merneith. Namun yang jelas, Merneith dimakamkan di makam para Firaun dari Dinasti Pertama Mesir Kuno. 

Merneith dikatakan satu-satunya Ratu dinasti pertama yang memiliki dua makam di Saqqara dan Abydos. Karena fakta ini dia dianggap sebagai salah satu firaun wanita paling terkenal dalam sejarah Mesir. Di situs pemakamannya, terdapat pula artefak yang biasanya dibawakan untuk Firaun yang telah meninggal, salah satunya perahu, yang diyakini akan membawa ke dunia berikutnya.

2. Khentkaus

Melansir dari kompas.com, Khentkaus ketahui sebagai ibu dari dua Firaun, yakni Sahure dan Neferirke dari Dinasti Kelima Mesir Kuno. Ada beberapa bukti yang mengisyaratkan bahwa Khentkaus pernah berkuasa sebagai wali dari putranya yang masih kecil. Beberapa sejarawan bahkan meyakini bahwa Khentkaus pernah memerintah sendiri sebagai ratu Mesir Kuno, tetapi hanya dalam waktu sangat singkat.

3. Sobekneferu 

Sobekneferu atau Neferusobek adalah putri Firaun Amenemhet III dan saudara tiri sekaligus istri Firaun Amenemhet IV. Sobekneferu naik ke tampuk kekuasaan Mesir Kuno sebagai Firaun perempuan dari Dinasti ke-12 setelah Amenemhet IV meninggal. Para arkeolog telah menemukan bukti-bukti sejarah yang menggambarkan Sobeknefru sebagai Horus, raja Mesir Kuno, dan Putri Re.

4. Hatshepsut 

Hatshepsut awalnya memerintah sebagai wali dari anak tirinya, sebelum akhirnya menjadi ratu Mesir Kuno. Seperti halnya beberapa Firaun perempuan lainnya, ia sering digambarkan mengenakan pakaian laki-laki. Hatshepsut hidup antara tahun 1507–1458 SM, tetapi ia menghilang tiba-tiba dari sejarah. Para sejarawan menduga bahwa anak tirinya mungkin telah memerintahkan penghancuran gambar Hatshepsut sekaligus bukti-bukti pemerintahannya.

5. Nefertiti

Meski bukan Firaun dalam arti tradisional, Ratu Nefertiti adalah salah satu penguasa Mesir kuno yang paling terkenal. Ia merupakan salah satu Firaun perempuan terkenal yang namanya berarti “seorang wanita cantik telah datang”.

Dia memerintah selama dinasti ke-18 Mesir kuno bersama suaminya Firaun Akhenaten. Pada karya-karya seni dari abad ke-14 SM, Nefertiti sering digambarkan bersama Amenhotep, Nefertiti digambarkan sebagai rekan sederajat dalam pertempuran dan kepemimpinan suaminya.

Namun, Nefertiti juga tiba-tiba menghilang dari catatan sejarah hanya beberapa tahun setelah naik takhta. Para sejarawan menduga Nefertiti mungkin memakai identitas baru atau ia di bunuh. Sebagai tambahan informasi, pemerintahan mereka di anggap sebagai periode terkaya dari sejarah Mesir kuno. 

6. Tausret 

Adalah istri Firaun Seti II. Ketika Seti II meninggal, Tausret menjadi wali untuk putra tirinya, Siptah. Setelah Siptah meninggal di usia 16 tahun, Tausret naik takhta menjadi ratu Mesir Kuno. Ia menjabat sebagai Firaun perempuan selama dua sampai empat tahun. Sepeninggal Tausret pada 1189 SM, Mesir Kuno mengalami kekacauan politik. Bahkan di beberapa titik, nama dan gambar Tausret dilucuti dari makamnya.

7. Cleopatra I

Mulai tahun 305 SM, Mesir Kuno dikuasai oleh Firaun dari Dinasti Ptolemaik yang bercorak Yunani Kuno. Cleopatra I adalah permaisuri Ptolemeus V Epiphanes, yang dinikahi pada 193 SM. Namun pada 180 SM, Ptolemeus V meninggal secara tak terduga sehingga Cleopatra I menjadi wali untuk putranya, Ptolemeus VI. 

Dia menjadi Ratu Ptolemaik pertama yang memerintah tanpa suaminya. Cleopatra I juga memerintah dengan bijak dan bahkan koin di cetak dengan namanya sendiri. Dia yang menetapkan tatanan domestik di Mesir. Cleopatra I memerintah sampai akhir hayatnya pada 176 SM.

8. Nitocris

Nama Nitocris terkenal melalui tulisan-tulisan Herodotus Sejarawan Yunani. Menurut catatan dia termasuk firaun terakhir dari dinasti ke-6 Mesir kuno. Namun, banyak orang yang mempertanyakan keaslian sejarahnya. Mereka menduga Nitokris sebagai putri Pepi II dan telah menggantikan saudara lelakinya atas kematiannya. Menurut Herodotus, dia kemudian membalas kematian kakaknya dan kemudian melakukan bunuh diri.

9. Ahhotep I

Ahhotep I sebagai salah satu penguasa berpengaruh Mesir kuno. Dia adalah Ratu Permaisuri Firaun Seqenenre Tao LL dan ibu dari Ahmose I. Setelah kematian suaminya, dia menjadi bupati atas nama putranya yang masih muda selama dinasti ke-17. Ahhotep I juga memegang gelar “istri kerajaan besar” dan “ibu raja”.

10. Cleopatra VII 

Merupakan firaun wanita terakhir dan salah satu yang paling terkenal. Sebab, kisah Cleopatra VII yang penuh dengan intrik politik utamanya memperebutkan takhta Mesir Kuno. Dia juga terkenal karena kecantikannya, licik dan hubungannya yang terkenal dengan Julius Caesar dan Mark Antony.

Pada 49 SM, ia sempat terusir dari Mesir, sebelum akhirnya kembali dengan bantuan pasukan dari diktator Romawi, Julius Caesar. Tidak hanya itu, Cleopatra VII dan Julius Caesar terlibat asmara hingga memiliki putra bernama Caesarion. Pada 44 SM, Cleopatra menempatkan Caesarion yang masih berusia tiga tahun di atas takhta untuk memperkuat kekuasaannya sebagai ratu Mesir sekaligus mengamankan posisi putranya itu agar tidak keluar dari lingkaran kekuasaan.

Melansir dari laman Inews.id, Cleopatra VII  telah memerintah sebanyak 3 kali (pertama dengan ayahnya, kemudian dengan dua adik laki-lakinya dan akhirnya dengan putranya). Kekuasaannya berakhir setelah menghadapi kekalahan di tangan Octavian. Dia kemudian melakukan bunuh diri. Menurut kepercayaan umum, Cleopatra bunuh diri pada 30 SM dengan membiarkan seekor ular kobra Mesir menggigitnya. Kendati demikian, bagaimana Cleopatra meninggal masih menjadi misteri hingga kini. Beberapa bulan setelah kematiannya, Caesarion di bunuh, yang menandai akhir kekuasaan Dinasti Ptolemaik di Mesir Kuno.

Baca Juga:  5 Lukisan Termahal di Dunia Sepanjang Masa, Harga Triliunan!